Mengintip Perbedaan Man City di Dua Final Liga Champions: Pernah Gagal, Sekarang Juara!
Richard Andreas | 13 Juni 2023 04:30
Bola.net - Manchester City jadi juara Liga Champions 2022-2023 dengan sangat meyakinkan. Mereka sudah jadi favorit juara sejak awal kompetisi dan kini terbukti berhasil melaju sampai final untuk merebut trofi.
Minggu (12/6/2023) kemarin, Man City membekuk Inter Milan dengan skor tipis 1-0 di final Liga Champions 2022-2023. Kemenangan tersebut terasa spesial, trofi UCL pertama untuk Man City sepanjang sejarah.
Seperti yang disinggung di atas, sejak awal musim Man City memang sudah jadi unggulan, tapi bukan berarti segalanya mudah. Josep Guardiola pun harus memutar otak di pertengahan musim, ketika kondisi Man City sempat menurun.
Nah, gelar juara kali ini pun diraih berkat solusi yang ditemukan Guardiola atas permasalahan tersebut. Apa maksudnya?
Pernah masuk final 2021, tapi sekarang beda
Man City sebelumnya sudah pernah melaju sampai ke final Liga Champions, tahun 2021. Nahas, saat itu mereka justru kalah mengejutkan dari Chelsea (0-1) yang tidak diunggulkan.
Man City tahun 2021 pun sudah sangat tangguh. Mereka sulit dibobol dan rajin mencetak gol. Namun, Man City versi 2023 ini punya satu hal yang berbeda.
Mengutip Sky Sports, Man City tahun ini adalah versi paling tangguh di lini belakang. Guardiola menemukan solusi dengan formasi tiga bek tengah, plus dua pemain defensif lagi yang siap membantu, Rodri dan John Stones.
Lebih sulit dikalahhkan, tidak ada kelemahan
Ada perbedaan signifikan jika membandingkan tim Man City di final UCL 2021 dan 2023. Dua tahun lalu, Guardiola masih memainkan dua bek sayap, ada Oleksandr Zinchenko dan Joao Cancelo.
Sekarang, anehnya Man City tidak lagi bermain dengan bek kiri atau bek kanan, tapi mereka justru lebih sulit. Man City lebih sulit dikalahkan, tidak ada kelemahan yang terlihat jelas.
Kunci perkembangan ini terletak dalam keputusan Guardiola memainkan lima pemain bertahan sekaligus. Rodri dan Stones diduetkan sebagai gelandang bertahan, lalu ada tiga bek tengah yang bermain bersamaan, yaitu Ruben Dias, Manuel Akanji, dan Nathan Ake/Kyle Walker.
Pada awalnya formasi ini terlihat aneh, tapi di lapangan Man City terbukti jadi jauh lebih kuat. Pertahanan mereka solid meski tidak bermain dengan bek kiri atau bek kanan.
Formasi juara
Formasi 3-2-4-1 ini pertama kali dimainkan Guardiola pada laga kontra Borussia Dortmund di Liga Champions, Oktober 2022 lalu. Setelahnya, Guardiola beberapa kali menurunkan formasi yang sama.
Man City turun dengan gaya main tersebut di laga kontra Bayern Munchen di dua leg perrempat final. Dua leg semifinal lawan Real Madrid. Plus final Piala FA kontra Manchester United.
Formasi baru ini awalnya datang dari masalah di kedua bek sayap, tapi justru mengubah Man City jadi jauh lebih kuat.
Sumber: Sky Sports
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap FA Cup Malam Ini, Sabtu 7 Maret 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 09:32
-
Prediksi Newcastle vs Man City 8 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:21
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25













