Muller tak Gentar Lawan Chelsea, Katanya Bukan Tim Terbaik di Eropa Lagi
Yaumil Azis | 24 Februari 2020 10:00
Bola.net - Pemain Bayern Munchen, Thomas Muller, bertandang ke kandang Chelsea dengan kepercayaan diri yang tinggi. Bahkan ia berani berkata kalau klub berjuluk the Blues tersebut sudah bukan tim elit Eropa lagi sekarang.
Seperti yang diketahui, kedua tim bakalan bertemu dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Partai itu sendiri rencananya akan dilangsungkan pada hari Rabu (26/2/2020) mendatang.
Munchen datang dengan pengalaman yang buruk. Di tahun 2012, mereka pernah dipaksa menelan pil pahit dalam babak final Liga Champions. Awalnya, Munchen unggul lebih dulu berkat gol Thomas Muller di menit ke-83.
Kemenangan mereka dibatalkan oleh gol Didier Drogba yang memaksa Munchen dan Chelsea bermain sampai babak adu penalti. Pada akhirnya, Chelsea keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Bukan Lagi Tim Elit Eropa
Kenangan pahit tersebut pastinya masih terekam dengan baik di benak Muller. Namun membandingkan laga yang sudah berusia delapan tahun tersebut dengan sekarang jelas tidak lagi relevan.
Skuat Chelsea sudah jauh berbeda. Mereka kini dihiasi oleh sejumlah pemain muda seperti Mason Mount dan Tammy Abraham. Itulah mengapa Muller bisa merasa percaya diri untuk menghadapi mereka nanti.
"Chelsea punya pemain muda bertalenta serta berkualitas yang bisa menyakitkan anda. Kami harus bersiap melawan kekuatan khusus mereka," ujar Muller kepada the Athletic.
"Namun sekarang mereka bukanlah tim terbaik di Eropa dan kami tidak perlu merasa takut. Saya percaya diri," lanjut pria berumur 30 tahun tersebut.
Pujian Khusus untuk Lampard
Lawan Muller pada tahun 2012 lalu, Frank Lampard, saat ini menjabat sebagai pelatih Chelsea. Ia mengaku tidak mampu menyimpan rasa kagumnya terhadap pria berdarah Inggris tersebut.
"Bukan hanya karena dari laga itu, tetapi dia adalah pemain yang super. Dia memainkan gaya sepak bola yang khusus. Secara teknis sangat bagus, punya teknik tembakan yang super, bagus dengan umpan panjang," tambahnya.
"Seorang gelandang yang bisa bekerja dan berbahaya di depan gawang pada waktu bersamaan. Dia tahu: Hal inilah yang anda harus lakukan untuk menang," pungkasnya.
(Goal International)
Baca Juga:
- Hasil dan Klasemen Premier League Pekan ke-27: Arsenal dan Manchester United Menang
- Ramu Taktik untuk Kalahkan Mourinho, Apa Rahasia Lampard?
- Blunder VAR, Lo Celso Lolos dari Hukuman Kartu Merah Meski Langgar Keras Azpilicueta
- Chelsea Main Formasi Tiga Bek untuk Kalahkan Tottenham, Bukti Keberanian Lampard?
- Bikin Gol Setelah Lama Tidak Bermain, Bagaimana Perasaan Olivier Giroud?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ada Peran Ancelotti dalam Sinar Estevao Willian di Chelsea
Liga Inggris 7 Maret 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20













