Pemenang dan Pecundang Laga Real Madrid vs Chelsea: Tentang Werner, Nacho, dan Kante
Asad Arifin | 28 April 2021 05:49
Bola.net - Real Madrid gagal menang saat menjamu Chelsea dalam duel leg pertama semifinal Liga Champions 2020/21, Rabu (28/4/2021) dini hari WIB. Laga di Stadion Alfredo Di Stefano berakhir dengan skor 1-1.
Chelsea bahkan mampu unggul terlebih dahulu melalui aksi Christian Pulisic di menit ke-14. Real Madrid kemudian membalas lewat sepakan keras Karim Benzema di menit ke-29.
Hasil ini terbilang buruk bagi Madrid yang bermain di kandang Chelsea, Stamford Bridge. Madrid harus menang atau bermain imbang dengan dua gol atau lebih [2-2, 3-3 dan seterusnya].
Lantas, siapa pemain yang tampil bagus dan buruk pada duel Real Madrid vs Chelsea? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Pemenang - Karim Benzema

Benzema menjadi pemain Madrid yang paling bersinar pada laga melawan Chelsea. Benzema melakukan banyak aksi berbahaya dan menebar teror ke gawang Chelsea.
Sebelum mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-29, Benzema lebih dulu punya peluang emas pada menit ke-23. Namun, sepakan keras Benzema dari luar kotak penalti hanya mengenai tiang gawang.
Pecundang - Timo Werner

Werner punya kecepatan yang mampu merepotkan barisan pertahanan Madrid. Namun, hal tersebut tidak terasa spesial karena tidak dibarengi dengan finishing yang tajam dari Werner.
Werner punya peluang bagus pada menit ke-9. Dia berhadapan dengan Courtois dari jarak sangat dekat. Namun, eksekusi akhir Werner tidak bagus. Bola mampu ditepis Courtois dengan kakinya.
Pemenang - NGolo Kante

Kante tampil luar biasa dominan di lini tengah. Pemain asal Prancis itu seolah bekerja seorang diri. Kante berada di hampir setiap jengkal area lapangan dan terus berupaya merebut bola.
Kante melakukan 21 duel sepanjang laga. Kante enam kali melakukan dribel melewati pemain lawan. Cesc Fabregas memberi pujian. Fabregas menyebut satu Kante membuat Chelsea seperti bermain dua orang pemain berbeda.
Pecundang - Nacho

Nacho tampil buruk pada duel lawan Chelsea. Nacho berulang kali kepayahan ketika harus berhadapan dengan Pulisic atau Werner.
Pada proses gol Chelsea, Nacho secara mengejutkan tidak mengejar Pulisic. Nacho memilih berbelok arah dan berharap ada Raphael Varane yang mengejar Pulisic. Sebuah komunikasi yang sangat buruk.
Pemenang - Antonio Rudiger

Rudiger mengirim umpan yang sangat cantik pada proses gol Pulisic. Umpan yang dilepas Rudiger mengingatkan pada aksi yang biasa dilakukan Mats Hummels atau Leonardo Bonucci saat menyusun serangan.
Rudiger secara umum tampil solid di lini belakang Chelsea. Dia cukup kuat dalam melakukan duel dan menjaga area. Namun, Rudiger harusnya bisa melakukan hal lebih baik saat berduel dengan Eder Militao pada proses gol Madrid.
Pecundang - Marcelo

Kecuali satu umpan crossing yang berujung pada gol Benzema, hampir tidak ada aksi menonjol dari Marcelo pada dual lawan Chelsea. Marcelo benar-benar kesulitan. Dia digantikan Marco Asensio pada babak kedua.
Marcelo tidak memberi dukungan yang cukup pada sisi kiri lini serang Madrid. Ketika membantu pertahanan, dia tidak cukup cepat untuk mengikuti pergerakan Pulisic.
Pemenang - Andreas Christensen

Christensen lagi-lagi menunjukkan bahwa dia pemain kunci di pertahanan Chelsea. Christensen melakukan tiga sapuan dan tiga intersep untuk menghalau setiap serangan yang dibangun Real Madrid.
Christensen melakukan marking dengan sangat baik pada Vinicius maupun Karim Benzema. Pemain asal Denmark ini membuat Madrid tidak punya banyak ruang di area dekat kotak penalti.
Pecundang - Raphael Varane

Varane hampir memberi gol gratis pada Timo Werner di awal laga. Tapi, masih ada Courtois yang tampil bagus. Varane kewalahan dengan cepatnya pada pemain depan Chelsea.
Pada proses gol Pulisic, pemain asal Prancis itu salah koordinasi dengan Nacho. Hal inilah yang kemudian membuat Pulisic dengan leluasa masuk ke kotak penalti Real Madrid.
Pemenang - Eder Militao

Di antara tiga bek tengah yang dimainkan Zidane, hanya Militao yang tampil bagus. Militao jadi pemain yang sangat sulit dilewati. Militao membuat tujuh tekel [paling banyak] dan tiga intersep.
Di sisi lain, Militao juga punya peran dalam terciptanya gol Real Madrid. Militao memberi assist bagi gol Karim Benzema melalui sundulan kepala menyambut umpan Casemiro.
Pecundang - Dani Carvajal

Carvajal sepertinya belum mampu menemukan ritme permainannya usai cedera. Pemain 27 tahun itu nampak kesulitan meladeni aksi Carvajal atau Werner yang punya kecepatan.
Carvajal yang biasanya membantu menyerang juga tidak nampak agresif. Zidane menarik keluar eks pemain Bayer Leverkusen ini pada babak kedua karena tidak tampil cukup bagus.
Pemenang - Christian Pulisic

Pulisic tampil luar biasa walau hanya berada di lapangan selama 65 menit. Pulisic sangat dominan bagi serangan Chelsea. Sebelum mencetak gol, Pulisic hampir saja memberi assist pada Timo Werner.
Kontribusi Pulisic bukan hanya dari gol yang dicetaknya. Selain itu, Pulisic jadi pemain paling sering dilanggar [6 kali], paling sering membuat peluang [3 kali], dan paling sering menang duel [13 kali].
Pecundang - Vinicius Junior

Vinicius praktis tidak memberi banyak ancaman ke gawang Chelsea. Pemain asal Brasil ini tidak melepas satu pun shots sepanjang berada di atas lapangan. Kontribusi yang sangat buruk.
Vinicius menunjukkan kecepatan yang bagus, seperti ketika bersua Liverpool. Namun, dia tidak memberi dampak yang cukup besar. Tidak heran jika dia kemudian diganti Eden Hazard pada babak kedua.
Pemenang - Thomas Tuchel

Tuchel melanjutkan catatan apik yang dimiliki saat berjumpa Real Madrid. Begitu juga dengan Chelsea. The Blues belum pernah kalah pada empat pertemuan dengan Madrid.
Tuchel menerapkan tatkik yang tepat. Pemilihan pemain juga sangat jitu. Hasil imbang 1-1 cukup menguntungkan bagi Chelsea dan Tuchel. Sebab, leg kedua akan digelar di London.
Pecundang - Zinedine Zidane

Zidane gagal memberi kejutan bagi Thomas Tuchel. Real Madrid justru memulai laga dengan tidak cukup bagus. Madrid sudah hampir kebobolan pada menit ke-9 sebelum benar-benar kebobolan pada menit ke-14.
Zidane berupaya mengubah cara bermain di babak kedua. Dia memainkan beberapa pemain dengan naluri menyerang lebih baik. Namun, rencana Zidane tidak berjalan dengan baik.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20











