Penyesalan Mourinho: Meninggalkan Momen Selebrasi Inter Milan Demi Real Madrid
Yaumil Azis | 9 Agustus 2019 23:00
Bola.net - Jose Mourinho masih sulit melepas Inter Milan dari benaknya. Ada satu penyesalan yang masih ia pendam sampai sekarang: Meninggalkan selebrasi juara Liga Champions bersama Inter demi mewujudkan keinginan bergabung dengan Real Madrid.
Perjalanan Mourinho dengan klub berjuluk Nerazzurri tersebut hanya bertahan selama dua musim, dimulai tahun 2008 dan berakhir di 2010. Sebelum pergi, ia sempat mempersembahkan kenangan manis yang takkan bisa dilupakan oleh fans Inter.
Dia berhasil membawa Diego Milito dkk keluar sebagai juara di ajang yang paling bergengsi di tanah Eropa, Liga Champions. Tidak hanya itu, Mourinho juga menyumbang trofi juara Serie A dan Coppa Italia pada tahun yang sama.
Dengan itu, Inter Milan berhasil meraih treble dan menjadi satu-satunya klub Italia yang pernah mencatatkan torehan tersebut. Sayang, ia pergi ke Real Madrid begitu laga final Liga Champions berakhir.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Sulit Meninggalkan Inter Milan
Di balik kenangan manis itu, Mourinho ternyata memendam luka yang dalam. Saat berbincang kepada DAZN, pria asal Portugal itu membuka lukanya dan membagikan kisahnya kepada khalayak ramai.
"Saya harus memberi tahu anda sesuatu yang tak pernah saya katakan sebelumnya," ujar Mourinho. "Alasan mengapa saya tidak kembali ke Milan setelah pertandingan adalah karena jika saya kembali ke Milan, saya takkan pernah ke Real Madrid," sambungnya.
"Saya telah membuat keputusan untuk ke Real Madrid. Saya belum menandatangani kontrak, namun saya telah memutuskan. Saya sudah mengatakan tidak kepada mereka dua kali, dan yang ketiga kalinya adalah sebuah hal yang mustahil," lanjutnya.
Mourinho Menyesal
Mourinho tak pernah menduga bahwa keputusannya meninggalkan skuat Nerazzurri secara sepihak itu adalah kesalahan. Ia tampak menyesal, tapi tak bisa berbuat apa-apa karena waktu tidak bisa diulang.
"Saya tahu dan takut bahwa keputusan kembali ke Milan dan berpesta merayakan juara Liga Champions akan membuat saya berubah pikiran. Itu adalah kesalahan saya," tambahnya.
"Saya merindukan pemain-pemain saya. Anda tak bisa memutar waktu kembali, kami tak bisa mengalami momen itu lagi, tapi saya merindukan mereka," sambungnya.
Namun ikatan antara dirinya dengan para pemain Inter Milan pada saat itu tak bisa terlepas. Sampai kapanpun, ia akan menganggap mereka sebagai rekan terbaiknya. "Seperti itulah saya melihat mereka: Teman selamanya," tandasnya.
(Football Italia/Yaumil Azis)
Baca Juga:
- MU Tidak Beli Striker Baru, Ini Penjelasan Ole Gunnar Solskjaer
- Romelu Lukaku Datang, Mauro Icardi Segera Hengkang dari Inter Milan
- Lupakan Leroy Sane, Bayern Munchen Rekrut Pemain Inter Milan Ini
- Eto'o: Romelu Lukaku Akan Bersinar di Inter Milan
- Eks MU Sebut Kepergian Lukaku Hal Biasa, Hanya Dibikin Heboh
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter Milan Sudah di Final Coppa Italia, tapi Siapa Lawannya?
Liga Italia 22 April 2026, 11:10
-
Soal Aurelien Tchouameni, Manchester United Masih 'Wait and See'
Liga Inggris 22 April 2026, 10:21
-
Vinicius Junior Lagi-lagi Dicemooh Madridista, Arbeloa: Gitu Aja Terus!
Liga Spanyol 22 April 2026, 09:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persebaya 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:08
-
Presiden Real Madrid Pasang Badan untuk Vinicius Junior di Tengah Kritik
Liga Spanyol 22 April 2026, 18:45
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













