Prestasi PSG dan Inter Milan di Liga Champions: Siapa yang Lebih Mengakar di Eropa?
Asad Arifin | 30 Mei 2025 10:45
Bola.net - Final Liga Champions 2024/2025 akan mempertemukan dua kekuatan besar Eropa: PSG dan Inter Milan. Kedua tim hadir dengan latar belakang yang kontras, PSG membawa ambisi besar untuk mencetak sejarah, sementara Inter datang dengan warisan prestasi.
Laga pamungkas antara PSG dan Inter Milan akan digelar di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini bisa disaksikan secara langsung melalui siaran SCTV dan Vidio.
PSG datang ke final dengan modal apik pada kompetisi domestik. PSG memenangkan tiga gelar domestik. Sementara, Inter Milan punya nasib buruk di pentas domestik. Inter gagal pada fase akhir Serie A dan Coppa Italia.
Bagi PSG, final kali ini jadi peneguhan bagi ambisi mereka menjadi penguasa Eropa sejak investasi besar dari Qatar datang. Sementara, bagi Inter Milan, trofi Liga Champions ke-4 bisa lebih berarti dari gelar domestik yang gagal didapat.
PSG: Mendominasi di Dalam Negeri, Masih Mengejar Mimpi Eropa

PSG tiba di final dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih tiga gelar domestik musim ini. Namun, di level kontinental, Les Parisiens masih berjuang keras untuk meraih status sebagai penguasa Eropa sejati.
Sejak musim 2012/2013, PSG selalu tampil di Liga Champions—sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi. Tapi dari semua musim itu, pencapaian terbaik mereka hanyalah satu kali mencapai final, yakni pada musim 2019/2020. Sayangnya, mereka harus mengakui keunggulan Bayern Munchen yang menang lewat gol tunggal Kingsley Coman.
Sejauh ini, PSG baru mengoleksi dua gelar di kancah Eropa: Piala Winners 1995/1996 dan Piala Intertoto 2001. Dengan segala investasi besar dan deretan bintang yang didatangkan, trofi Liga Champions tetap menjadi pencapaian yang belum terwujud. Final kali ini pun menjadi kesempatan emas untuk mematahkan stigma ‘klub kaya tanpa mahkota’.
Inter Milan: Tradisi Juara dan Mentalitas Tangguh

Inter Milan mengusung modal yang berbeda. Klub asal Italia ini punya sejarah panjang dan reputasi kuat di Liga Champions. Nerazzurri telah tiga kali mengangkat trofi Si Kuping Besar, yakni pada musim 1963/1964, 1964/1965, dan terakhir di musim 2009/2010 bersama Jose Mourinho.
Pengalaman Inter di partai final pun masih segar. Pada musim 2022/2023 lalu, Lautaro Martinez dan kolega berhasil menembus final, meski akhirnya takluk tipis 0-1 dari Manchester City lewat gol Rodri.
Final musim ini menjadi penampilan ke-11 Inter di laga puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut. Jumlah itu jauh melampaui PSG, yang baru dua kali mencapai tahap serupa sepanjang sejarah mereka.
Final yang Menyatukan Dua Dunia: Ambisi Melawan Tradisi

Laga ini mempertemukan dua pendekatan berbeda. Inter Milan mengandalkan kedalaman pengalaman dan budaya juara, sedangkan PSG hadir membawa semangat generasi baru dengan ambisi besar menaklukkan Eropa.
Final Liga Champions bukan sekadar adu kualitas di atas kertas, melainkan juga soal kesiapan mental, strategi matang, dan momentum di panggung terbesar Eropa.
Akankah PSG mampu menghapus label klub penuh uang tapi minim prestasi? Ataukah Inter kembali membuktikan bahwa sejarah dan mental juara tetap jadi pembeda utama? Jawabannya akan terungkap di Allianz Arena, Minggu dini hari nanti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Elche vs Madrid 16 September 2026
Liga Spanyol 15 September 2026, 04:23
-
Prediksi Ipswich vs Arsenal 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:16
-
Man of the Match Inter vs Udinese: Marcus Thuram
Liga Italia 15 September 2026, 04:06
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:04
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
-
Kalah di Derby Manchester, MU Janji Bakal Lekas Bangkit!
Liga Inggris 14 September 2026, 23:30
-
Baru Menang Sekali di EPL 2026/2027, Nasib Michael Carrick di MU Masih Aman?
Liga Inggris 14 September 2026, 23:08
-
Bukan Haaland, Dua Pemain Ini Dinilai Berjasa Besar Hantarkan Man City Kalahkan MU!
Liga Inggris 14 September 2026, 20:40
-
Shin Tae-yong Kirim Pesan Penting usai Persija Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League
Bola Indonesia 14 September 2026, 20:19
-
Menuju MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Bawa Atmosfer Balap Lebih Dekat ke Masyarakat Indonesia
Otomotif 14 September 2026, 19:51
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



