PSG Bukan Tim Biasa: Kalahkan Barcelona Tanpa Trio Bintang di Liga Champions
Richard Andreas | 2 Oktober 2025 10:49
Bola.net - PSG kembali menunjukkan mental juara di Liga Champions. Tanpa tiga bintang utama, tim asuhan Luis Enrique sukses menaklukkan Barcelona 2-1 dalam laga di Estadi Olimpic Lluis Companys, Rabu malam waktu setempat.
Kemenangan ini menjadi pernyataan kuat dari juara bertahan Eropa, yang kembali memperlihatkan kedalaman skuad dan soliditas permainan kolektif. Gol Senny Mayulu dan Goncalo Ramos memastikan PSG pulang dengan tiga poin penuh.
Barcelona sempat unggul lebih dulu melalui Ferran Torres di babak pertama, namun kesulitan menjaga intensitas permainan saat PSG mulai menguasai laga. Kombinasi lini tengah yang dominan dan pressing ketat dari tim tamu membuat Blaugrana kehilangan kontrol di paruh kedua.
Hasil ini memperkuat keyakinan PSG untuk melanjutkan ambisi mempertahankan gelar, sementara Barcelona harus segera berbenah jika ingin kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
PSG Menang Tanpa Trio Bintang, Barcelona Gagal Manfaatkan Momentum

Kemenangan PSG terasa semakin istimewa karena diraih tanpa kehadiran tiga pemain kunci: Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Khvicha Kvaratskhelia. Meski kehilangan kekuatan utama di lini depan, PSG tetap tampil agresif dan efisien dalam serangan.
Barcelona sempat membuka keunggulan lewat gol Ferran Torres di babak pertama. Momen itu datang setelah umpan cerdas dari Marcus Rashford disambut Torres dengan penyelesaian klinis di dalam kotak penalti. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama.
PSG berhasil menyamakan kedudukan lewat Senny Mayulu menjelang turun minum. Sang pemain muda memanfaatkan kelengahan lini belakang Barcelona untuk mengubah skor menjadi 1-1, hasil kerja sama apik dengan Nuno Mendes yang tampil gemilang di sisi kiri.
Memasuki babak kedua, PSG tampil lebih percaya diri dan mendominasi penguasaan bola. Barcelona mulai kehilangan energi, dan permainan mereka tampak menurun, terutama di area tengah yang menjadi kunci permainan Luis Enrique.
Dominasi Luis Enrique dan Performa Kolektif PSG
Luis Enrique kembali membuktikan sentuhan taktisnya di laga besar. Meski kehilangan banyak pemain karena cedera, mantan pelatih Barcelona itu tetap mampu membangun keseimbangan antara pertahanan dan serangan.
Dalam wawancara usai laga, Enrique menyebut duel ini sebagai tontonan sepakbola sejati. “Kami menyaksikan pertandingan yang luar biasa. Dua tim bermain dengan niat menyerang dan menciptakan permainan indah. Mereka lebih baik sebelum gol pertama, tapi kami bereaksi dengan baik dan mendominasi babak kedua,” ujarnya.
PSG mengandalkan trio Senny Mayulu, Bradley Barcola, dan Ibrahim Mbaye di lini depan. Meski bukan pilihan utama, ketiganya menunjukkan kerja sama solid dalam menekan dan membuka ruang. Kombinasi ini membuat lini belakang Barcelona, yang diisi Eric Garcia dan Pau Cubarsi, kewalahan.
Gol penentu kemenangan dicetak Goncalo Ramos di menit ke-90, menutup laga dengan skor 2-1. Gol ini lahir dari kerja sama cepat Achraf Hakimi di sisi kanan, membuktikan kekuatan PSG bukan hanya pada individu, tetapi pada struktur permainan kolektif.
Lamine Yamal vs Nuno Mendes: Duel Panas di Sayap

Pertarungan antara Lamine Yamal dan Nuno Mendes menjadi sorotan sepanjang pertandingan. Yamal, yang baru saja menempati posisi kedua di Ballon d’Or, tampil eksplosif sejak menit awal dengan beberapa aksi dribel memukau.
Pada menit-menit awal, Yamal bahkan menciptakan peluang emas bagi Ferran Torres, namun penyelesaian sang striker belum tepat sasaran. Tak lama kemudian, aksinya kembali membuahkan peluang yang digagalkan di garis gawang.
Namun, Mendes tampil sabar dan disiplin. Ia tidak hanya berhasil meminimalkan ancaman Yamal, tetapi juga berkontribusi dalam serangan. Umpannya kepada Mayulu menghasilkan gol penyama kedudukan. “Bek kiri terbaik di dunia,” ujar Achraf Hakimi sebelum laga, terbukti bukan sekadar pujian kosong.
Meski sempat berada di ambang kartu merah karena beberapa pelanggaran, Mendes menunjukkan ketenangan hingga akhir laga, dan perannya menjadi faktor kunci keberhasilan PSG menjaga kestabilan permainan.
Barcelona Kehilangan Kendali, PSG Tampil Lebih Efisien
Hansi Flick mencoba eksperimen di lini belakang dengan duet muda Eric Garcia dan Pau Cubarsi. Namun, keputusan itu justru memberi ruang bagi lini depan PSG untuk memanfaatkan celah.
Barcelona memang memiliki peluang untuk kembali unggul melalui Dani Olmo, tetapi upayanya digagalkan di garis gawang. Intensitas pressing mereka menurun di babak kedua, membuat PSG semakin leluasa mengembangkan serangan.
Eric Garcia mengakui kelemahan timnya setelah laga. “Mereka lebih banyak menguasai bola. Kami tidak menekan sebaik babak pertama, dan ketika Anda terus mengejar bola, energi cepat terkuras,” ungkapnya.
PSG sempat mengancam lewat Lee Kang-in yang membentur tiang gawang, sebelum akhirnya Ramos memastikan kemenangan lewat sepakan terarah di menit akhir. Keunggulan ini membuat PSG tetap berada di jalur juara, sementara Barcelona harus kembali mencari keseimbangan permainan mereka.
Kemenangan 2-1 ini menjadi bukti bahwa PSG tetap kompetitif bahkan tanpa sejumlah pemain bintang. Luis Enrique berhasil menjaga filosofi permainan menyerang dengan efisiensi tinggi dan organisasi yang kuat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tanpa Galacticos, Penuh Trofi: Mengapa 2025 Jadi Tahun Paling Bersejarah PSG
Liga Champions 30 Desember 2025, 23:43
-
RESMI: BRI jadi Sponsor Barcelona hingga 2027
Liga Spanyol 30 Desember 2025, 20:01
-
Barcelona Mulai Bergerak Cari Penerus Lewandowski, Nama Striker Juventus Ini Mencuat
Liga Spanyol 30 Desember 2025, 16:52
-
Christensen Cedera Parah, Barcelona Bergerak Diam-Diam: Tiga Bek Serie A Masuk Radar
Liga Spanyol 30 Desember 2025, 15:54
-
Barcelona Pantau Stefan de Vrij, Inter Milan Buka Pintu dengan Syarat Khusus
Liga Spanyol 30 Desember 2025, 15:36
LATEST UPDATE
-
Kiper Barcelona Jadi Kandidat Kuat Peraih Trofi Zamora
Liga Spanyol 2 Januari 2026, 19:57
-
Menunggu Dampak Instan Niclas Fullkrug di AC Milan
Liga Italia 2 Januari 2026, 19:15
-
Juventus Mulai Menemukan Arah, tapi Ada Satu Masalah yang Belum Tuntas
Liga Italia 2 Januari 2026, 18:29
-
Dusan Vlahovic dan Dilema Juventus di Tengah Ketidakpastian Kontrak
Liga Italia 2 Januari 2026, 18:22
-
Persija Jakarta vs Persijap: Tim Tamu Menatap Laga Berat di SUGBK
Bola Indonesia 2 Januari 2026, 17:38
-
Demi Jaga Peluang Juara, Arsenal Incar Bintang Muda Real Madrid Ini
Liga Inggris 2 Januari 2026, 17:26
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persebaya Surabaya 3 Januari 2026
Bola Indonesia 2 Januari 2026, 15:27
-
Prediksi BRI Super League: Persija Jakarta vs Persijap Jepara 3 Januari 2026
Bola Indonesia 2 Januari 2026, 15:22
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs PSM Makassar 3 Januari 2026
Bola Indonesia 2 Januari 2026, 15:13
-
Chelsea Ganti Pelatih, Pat Nevin Bongkar Kriteria Aneh Manajemen The Blues
Liga Inggris 2 Januari 2026, 11:47
-
Chelsea Pecat Enzo Maresca, Julukan Klub dengan Manajemen Terburuk Menggema
Liga Inggris 2 Januari 2026, 11:03
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43




