PSG Mengubur Inter Milan dan Menulis Sejarah di Allianz Arena
Gia Yuda Pradana | 1 Juni 2025 08:52
Bola.net - Di tengah gegap gempita Allianz Arena, Paris Saint-Germain (PSG) merajai panggung Eropa dengan cara yang spektakuler. Tim asuhan Luis Enrique itu tak sekadar menjuarai Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah, tetapi melakukannya dengan menghancurkan Inter Milan 5-0. Ini skor yang tak terduga, mengingat Inter dikenal sebagai tim dengan pertahanan terbaik di Eropa musim ini.
PSG tampil bak mesin penghancur yang sempurna—presisi, cepat, dan tanpa ampun. Setiap serangan mereka seperti pisau yang merobek pertahanan Nerazzurri. Inter, yang selama ini dikenal sebagai tim tangguh, takluk tanpa perlawanan berarti.
Bagi PSG, malam ini adalah puncak dari perjalanan panjang yang penuh ambisi. Bagi Inter, ini adalah kekalahan pahit yang akan dikenang sebagai malam di mana mereka tak berdaya melawan kekuatan lawan yang jauh lebih besar.
PSG Tak Beri Inter Waktu untuk Bernapas
Inter datang ke final dengan catatan pertahanan yang solid, hanya kebobolan 17 menit dari 14 pertandingan sebelumnya. Namun, PSG langsung meruntuhkan statistik itu hanya dalam 12 menit. Vitinha mengirim umpan brilian ke Desire Doue, yang kemudian memberi assist sempurna untuk Achraf Hakimi menjebol gawang bekas klubnya.
PSG tak memberi waktu bagi Inter untuk bernapas. Delapan menit berselang, Ousmane Dembele merangsek dari sisi kanan dan memberikan umpan matang kepada Doue. Remaja 19 tahun itu mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan tembakan yang membentur Federico Dimarco dan masuk ke gawang.
Inter mencoba bangkit melalui serangan udara Francesco Acerbi dan Marcus Thuram, tetapi upaya mereka terlalu lemah untuk mengganggu pertahanan PSG. Les Rouge-et-Bleu tak hanya unggul skor, tetapi juga menguasai ritme permainan sepenuhnya.
Secuil Perlawanan Inter di Tengah Dominasi PSG
Simone Inzaghi berharap jeda babak pertama bisa mengubah nasib timnya. Namun, PSG kembali menunjukkan kekuatan mereka hanya 18 menit setelah turun minum. Vitinha lagi-lagi menjadi otak serangan, melepaskan umpan satu-dua dengan Dembele sebelum Doue menyelesaikannya dengan tenang ke pojok kanan bawah.
Sepuluh menit berselang, Khvicha Kvaratskhelia memperbesar keunggulan menjadi 4-0. Umpan kedua Dembele malam itu disambut tembakan rendah pemain Georgia itu yang tak bisa dihalangi. PSG bukan hanya unggul, tetapi juga menunjukkan efisiensi mematikan di depan gawang.
Marcus Thuram sempat memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan sebuah penyelamatan brilian, tetapi itu hanya secuil perlawanan Inter di tengah dominasi PSG. Malam itu ditutup dengan gol kelima oleh Senny Mayulu, pemain pengganti yang menyelesaikan kombinasi indah bersama Bradley Barcola. Skor 5-0 sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar dalam final Liga Champions.
PSG dan Pertunjukan Sepak Bola yang Sempurna
PSG tak sekadar menang—mereka mempersembahkan pertunjukan sepak bola sempurna. Setiap lini bermain dengan presisi tinggi, seolah setiap gerakan mereka sudah direncanakan dengan cermat. Luis Enrique berhasil menciptakan tim yang tak hanya kuat secara individu, tetapi juga solid sebagai unit.
Inter, di sisi lain, tampak seperti tim yang kehilangan identitas. Mereka tak mampu menandingi kecepatan, kreativitas, atau ketajaman PSG. Dari menit pertama hingga peluit akhir, Nerazzurri hanya bisa menjadi penonton pasif di atas lapangan.
Bagi PSG, gelar ini adalah pembuktian bahwa ambisi besar mereka akhirnya terbayar. Mereka bukan lagi sekadar tim kaya, tetapi juga raksasa sepak bola sejati. Di Munich, dengan cara yang begitu megah, mereka menorehkan nama dalam sejarah sebagai juara Eropa untuk pertama kalinya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Pafos vs Slavia Praha 29 Januari 2026
Liga Champions 28 Januari 2026, 10:19
-
Prediksi Ajax vs Olympiacos 29 Januari 2026
Liga Champions 28 Januari 2026, 10:06
-
Jadwal Liga Champions Hari Ini: 18 Pertandingan Digelar Serentak
Liga Champions 28 Januari 2026, 09:27
LATEST UPDATE
-
Apa yang Dibutuhkan Real Madrid untuk Finis di Delapan Besar Liga Champions?
Liga Champions 28 Januari 2026, 12:20
-
Daftar Tim Lolos 16 Besar Liga Champions, 4 Klub Dipastikan Tersingkir
Liga Champions 28 Januari 2026, 12:12
-
Liga Champions Memanas, 5 Klub Inggris Masih Kejar Delapan Besar, Arsenal Aman
Liga Champions 28 Januari 2026, 11:40
-
Mengapa Erling Haaland Mandul, Guardiola?
Liga Inggris 28 Januari 2026, 11:36
-
Jujur Banget! Pep Guardiola Akui Oscar Bobb Ngebet Tinggalkan Man City
Liga Inggris 28 Januari 2026, 11:28
-
Minta Maaf Setengah Hati ala Pep Guardiola: Menyesal, Lalu Serang Balik Bos PGMOL
Liga Inggris 28 Januari 2026, 11:18
-
MU Menggila Bersama Michael Carrick, Sang Mantan Ikut Berbahagia!
Liga Inggris 28 Januari 2026, 10:59
-
Dilemma MU Soal Harry Maguire: Carrick Ingin Dia Bertahan, Tapi Wilcox Tidak!
Liga Inggris 28 Januari 2026, 10:51
-
Gagal Daratkan En-Neysri, Juventus Kejar Penyerang Manchester United Ini?
Liga Italia 28 Januari 2026, 10:41
-
Bye MU! Andre Onana Mau Balikan dengan Sang 'Mantan' di Musim Panas 2026
Liga Inggris 28 Januari 2026, 10:31
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05




