Rekap Nasib Klub Italia di Liga Champions: Tak Ada yang Lolos Langsung ke Babak 16 Besar

Dimas Ardi Prasetya | 29 Januari 2026 11:47
Rekap Nasib Klub Italia di Liga Champions: Tak Ada yang Lolos Langsung ke Babak 16 Besar
Trofi Liga Champions diletakkan di atas dudukan sebelum final antara PSG dan Inter Milan di Allianz Arena, Munich, Jerman, Sabtu, 31 Mei 2025 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Kompetisi Liga Champions 2025/2026 telah menuntaskan babak league phase dan hasilnya terlihat kurang bagus bagi tim-tim asal Italia.

Pada musim 2025/2026 ini, Italia mendapat jatah empat tim untuk berlaga di UCL. Mereka adalah Napoli, Inter Milan, Atalanta, dan Juventus.

Advertisement

Inter berstatus sebagai juara Serie A 2024/2025. Sementara itu Inter ada di posisi runner-up.

Di posisi ketiga ada Atalanta dan terakhir ada Juventus. Sayangnya, satu di antara empat tim itu gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 ini.

1 dari 5 halaman

Napoli Out!

Napoli Out!

Selebrasi Rasmus Hojlund bersama pemain Napoli usai mencetak gol ke gawang Chelsea di Liga Champions. (c) AP Photo/Gregorio Borgia

Napoli musim ini tampil kurang konsisten di Liga Champions. Dari tujuh pertandingan, mereka hanya menang dua kali, seri dua kali, dan tiga kali kalah.

Hingga matchday 7 mereka baru mengoleksi delapan poin saja. Di matchday 8, tak ada pilihan lain bagi tim asuhan Antonio Conte itu selain menang.

Namun target itu cukup berat digapai karena lawan yang harus dihadapi adalah eks anak asuh Conte di Inggris yakni Chelsea. Namun rasa optimis tentu masih menyeruak mengingat laga akan digelar di Stadio Diego Armando Maradona.

Enzo Fernandez sempat membuat Chelsea unggul dengan eksekusi penaltinya pada menit ke-19. Namun dua gol dari Antonio Vergara dan Rasmus Hojlund pada menit ke-33 dan 43 membuat Napoli berbalik unggul 2-1.

Namun brace Joao Pedro pada menit 61 dan 82 menjadi bencana bagi Napoli. Mereka akhirnya ditekuk dengan skor 2-3 oleh Chelsea di laga tersebut. Partenopei akhirnya hanya bisa finis di posisi 30 klasemen. Harapan untuk bisa melaju ke play-off pun sirna.

"Kami merasa sangat bangga dan puas, karena meskipun kehilangan lebih dari setengah skuad, kami bermain, jika tidak pada level yang sama, bahkan lebih baik daripada Chelsea, dan pantas mendapatkan lebih banyak," katanya kepada Sky Sport Italia, seperti yang dilaporkan oleh Football Italia.

"Saya sangat bangga dengan para pemain kami, karena kami menekan mereka, menciptakan peluang, berjuang untuk setiap bola. Sayang sekali, kami pantas setidaknya lolos ke babak play-off,” ucapnya dengan nada menyesal.

2 dari 5 halaman

Atalanta Keok dari Union St Gilloise

Atalanta Keok dari Union St Gilloise

Starting XI Atalanta pada musim 2025/2026 (c) Dok. Atalanta/@Atalanta_BC

Atalanta awalnya ada di peringkat 13 klasemen Liga Champions. Mereka mengemas 13 poin, hasil dari empat kali menang, sekali seri, dan dua kali kalah.

Jelas mereka punya peluang besar untuk lolos secara langsung ke babak 16 besar. Di atas kertas, kans itu terbuka karena lawan terakhir mereka adalah Union St-Gilloise.

Meski laga digelar di Lotto Park di Belgia, Atalanta di atas kertas dijagokan untuk menang. Tapi nyatanya Atalanta malah keok 1-0 berkat gol Anan Khalaili pada menit ke-70. La Dea akhirnya turun ke peringkat 15 klasemen. Mereka terpaksa harus melangkah ke babak play-off.

“Bahkan jika kami menang malam ini, kami tidak akan masuk delapan besar, tetapi ini tetap sesuatu yang bisa kami pelajari,” kata Raffaele Palledino kepada Sky Sport Italia.

“Melawan Athletic Bilbao, kami bermain sempurna selama 60 menit, kemudian mengalami penurunan performa selama 15 menit yang membuat kami kalah. Tujuan kami di turnamen ini adalah lolos ke babak play-off, bukan delapan besar. Jika saya melihat klasemen akhir, Real Madrid, Inter, dan PSG lolos ke play-off, Napoli tersingkir sepenuhnya,” tuturnya.

“Kami adalah klub kecil dan kami ingin terus berkembang, tetapi delapan besar hanyalah mimpi. Saya pikir kami bekerja dengan baik, kita tidak boleh membuat drama dari ini, saya belajar banyak hari ini tentang mentalitas tim dan tahu apa yang perlu saya perbaiki,” tegas sang pelatih.

3 dari 5 halaman

Juventus Tertahan di Monaco

Juventus Tertahan di Monaco

Pemain Monaco Lamine Camara (tengah kanan) berebut bola dengan pemain Juventus Kenan Yildiz pada laga fase liga Liga Champions antara Monaco vs Juventus, 28 Januari 2026 (c) AP Photo/Philippe Magoni

Sementara itu Juventus di matchday 7 masih berada di peringkat 15 klasemen league phase. Mereka mengumpulkan 12 poin dari tiga kemenangan, tiga kali seri, dan sekali kalah.

Di matchday 8, mereka bertamu ke markas AS Monaco di Stade Louis II, Monaco. Namun meghadapi klub Paul Porgba itu, Juve tampil kurang greget.

Hanya hanya bisa mencatatkan hasil imbang 0-0 saja. Juve akhirnya hanya finis di posisi 13 klasemen dengan koleksi 13 angka.

“Ada sedikit kelelahan yang mulai menumpuk, jadi saya melakukan perubahan untuk menemukan ketajaman yang lebih baik dan menciptakan tempo yang lebih baik,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.

“Kami tidak berhasil, tetapi kami menghadapi tim yang terus memaksa kami untuk berlari kembali 100 meter dengan kecepatan dan agresivitas, serangan balik mereka benar-benar membuat Anda lelah,” akunya.

“Mereka yang masuk tidak bermain buruk, tetapi ketika kualitas seluruh tim menurun, begitu pula performa individu,” imbuh Spalletti.

4 dari 5 halaman

Inter Menang Sia-sia di Kandang Dortmund

Inter Menang Sia-sia di Kandang Dortmund

Selebrasi para pemain Inter Milan bersama pelatih Cristian Chivu (kanan) pada laga fase liga Liga Champions antara Borussia Dortmund vs Inter Milan, 28 Januari 2026 (c) AP Photo/Martin Meissner

Inter Milan ada di posisi 14 klasemen sementara Liga Champions 2025/2026 di matchday 7. Mereka baru mengemas 12 poin dari tujuh pertandingan, hasil dari empat kali menang dan tiga kali tumbang.

Peluang lolos langsung juga terbuka. Mereka pun bertekad menang di markas Borussia Dortmund.

Bermain di Signa Iduna Park, Dortmund akhirnya dibekap dengan skor 0-2 berkat Federico Dimarco dan Andi Diouf. Sayangnya Inter hanya bisa finis di posisi 10 dengan koleksi 15 poin.

“Kami mendapatkan apa yang pantas kami dapatkan, jadi tidak ada gunanya menengok ke belakang atas apa yang tidak kami lakukan, tetapi kami harus fokus pada apa yang telah kami lakukan,” kata Chivu kepada Sky Sport Italia.

“Malam ini tidak mudah di stadion ini, dengan energi yang diberikan oleh para penggemar Borussia Dortmund. Kami bermain dengan matang dan saya merasa kami bisa lebih bertekad di babak pertama untuk menyerang lini pertahanan lawan, tetapi kami sedikit terlalu dangkal.

“Tim ini bekerja keras, peningkatan selama dua bulan terakhir sangat pesat, dan hasil ini dapat memberikan dorongan kepercayaan diri yang nyata bagi tim.”

LATEST UPDATE