Review: KP Boateng Beri Milan Tiket Liga Champions
Editor Bolanet | 29 Agustus 2013 03:45
- Usai kalah di laga perdana Serie A kontra Hellas Verona, AC Milan sukses meluapkan amarah mereka dengan menghempaskan di leg kedua babak kualifikasi Liga Champions (29/08/13). Agregat akhir 4-1.
Sepasang gol Kevin Prince Boateng dan gol tunggal Mario Balotelli membawa Milan menjadi wakil terakhir Italia di ajang Liga Champions, usai menyarangkan tiga gol ke gawang PSV.
Di pertandingan tersebut, Rossoneri hanya membutuhkan hasil imbang 0-0, guna melangkah ke fase grup Liga Champions usai unggul gol tandang di leg pertama.
Sementara Rood-Witten -julukan PSV- membutuhkan kemenangan guna memastikan peluang eksistensi mereka.
Balotelli sudah mengancam gawang tim tamu pada menit ke-2. Namun, free-kick eks Manchester City tersebut masih sedikit di atas mistar. 0-0.
Enam menit berselang, giliran Tim Matavz yang membahayakan keperawanan gawang Milan dengan sundulannya. Tetapi aksi itu masih bisa diselamatkan oleh Christian Abbiati.
Tak lama kemudian, publik tuan rumah bersorak ketika KP Boateng sanggup memberi keunggulan lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Riccardo Montolivo berperan besar terjadinya gol tersebut. 1-0, agregat 2-1 untuk Milan.
Setelah gol Boateng, kedua tim justru semakin menghibur penonton seisi San Siro dengan permainan saling menyerang.
Serangan demi serangan silih berganti. Terhitung sebelas peluang penting gagal membuahkan gol bagi kedua tim.
Namun, ada kejadian menarik di laga tersebut. Balotelli yang terkenal sebagai pemain egois, mulai bersedia membagi bola kepada rekan setimnya. Ia juga acap kali menciptakan peluang bagi punggawa Milan lainnya.
Mungkin hal itu dilakukan Balotelli karena ia masih (merasa) bersalah atas kekalahan timnya dari Hellas Verona, di laga pembuka Serie A musim 2013-14.
Jelang babak pertama usai, wasit Mark Clattenburg menghadiahi dua kartu kuning kepada Montolivo dan Stijn Schaars (PSV).
Selain itu Park Ji-Sung menjadi pemain berbahaya bagi PSV di sisa tiga menit babak pertama. Namun, pemain veteran itu gagal mempersembahkan gol balasan.
Lima menit babak kedua berjalan, skuad Philipp Cocu terus menekan tim tuan rumah. Namun, peluang dari Georginio Wijnaldum dan Jeffrey Bruma masih belum bisa mengubah kedudukan. 0-1, agregat 1-2. Kini PSV membutuhkan dua gol demi tiket fase grup.
Stephan El Shaarawy yang tampil girang di pertandingan ini, hampir mencetak gol tambahan bagi Milan. Sayang tendangannya masih melebar di kanan gawang PSV.
Namun, tak lama berselang, Super Mario sanggup menggandakan keunggulan timnya. Berawal dari tendangan sudut, Philippe Mexes cukup jeli memberikan umpan pada Balotelli, sehingga memanjakan penyerang Gli Azzurri itu untuk mencetak gol kedua bagi Milan. 2-0, agregat 3-1.
Situasi menjadi semakin tidak menguntungkan Adam Maher dkk. Pasalnya mereka membutuhkan tiga gol demi memenuhi ambisi mengikuti gelaran Liga Champions musim 2013-14.
Pasca gol Balotelli, PSV terus menekan Milan hingga menit ke-75. Jika dilihat dari statistik, terhitung tujuh peluang penting gagal dioptimalkan, dan Abbiati bisa dibilang cukup tangguh dalam urusan menjaga gawangnya dari kebobolan.
Keasyikan menyerang membuat anak-anak asuh Cocu kehilangan fokus di lini belakang. Lagi-lagi berkat skema counter-attack, KP Boateng menambah koleksi golnya di pertandingan kali ini pada menit ke-77'. Andrea Poli sebagai kreator.
Tertinggal tiga gol membuat daya juang pemain PSV mulai kendor. Cocu sebagai pelatih hanya bisa terdiam meratapi hasil buruk yang dialami timnya.
Clattenburg memberi tambahan waktu selama 3 menit untuk injury time. Terlihat Milan juga mulai melonggarkan serangan dengan memainkan bola di area pertahanan mereka sendiri.
Peluit panjang akhirnya terdengar di San Siro. Pasukan Massimiliano Allegri menjadi wakil terakhir Serie A di Liga Champions musim 2013-14.
AC Milan: Abbiati (Gk); De Sciglio, Mexes, Zapata, Abate; Muntari (Nocerino 82'), Boateng (Robinho 87'), Montolivo (kartu kuning 43'), De Jong; Balotelli (kartu kuning 62'), El Shaarawy (Poli 74').
PSV Eindhoven: Zoet (Gk); Rekik, Bruma (kartu kuning 52'), Willems (kartu kuning 91'), Brenet; Maher (Toivonen 69'), Schaars (kartu kuning 43'), Park (Jozefzoon 61'), Matavz, Wijnaldum; Depay (Locadia 74').
Statistik AC Milan vs PSV Eindhoven:
Sepasang gol Kevin Prince Boateng dan gol tunggal Mario Balotelli membawa Milan menjadi wakil terakhir Italia di ajang Liga Champions, usai menyarangkan tiga gol ke gawang PSV.
Di pertandingan tersebut, Rossoneri hanya membutuhkan hasil imbang 0-0, guna melangkah ke fase grup Liga Champions usai unggul gol tandang di leg pertama.
Sementara Rood-Witten -julukan PSV- membutuhkan kemenangan guna memastikan peluang eksistensi mereka.
Balotelli sudah mengancam gawang tim tamu pada menit ke-2. Namun, free-kick eks Manchester City tersebut masih sedikit di atas mistar. 0-0.
Enam menit berselang, giliran Tim Matavz yang membahayakan keperawanan gawang Milan dengan sundulannya. Tetapi aksi itu masih bisa diselamatkan oleh Christian Abbiati.
Tak lama kemudian, publik tuan rumah bersorak ketika KP Boateng sanggup memberi keunggulan lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Riccardo Montolivo berperan besar terjadinya gol tersebut. 1-0, agregat 2-1 untuk Milan.
Setelah gol Boateng, kedua tim justru semakin menghibur penonton seisi San Siro dengan permainan saling menyerang.
Serangan demi serangan silih berganti. Terhitung sebelas peluang penting gagal membuahkan gol bagi kedua tim.
Namun, ada kejadian menarik di laga tersebut. Balotelli yang terkenal sebagai pemain egois, mulai bersedia membagi bola kepada rekan setimnya. Ia juga acap kali menciptakan peluang bagi punggawa Milan lainnya.
Mungkin hal itu dilakukan Balotelli karena ia masih (merasa) bersalah atas kekalahan timnya dari Hellas Verona, di laga pembuka Serie A musim 2013-14.
Jelang babak pertama usai, wasit Mark Clattenburg menghadiahi dua kartu kuning kepada Montolivo dan Stijn Schaars (PSV).
Selain itu Park Ji-Sung menjadi pemain berbahaya bagi PSV di sisa tiga menit babak pertama. Namun, pemain veteran itu gagal mempersembahkan gol balasan.
Lima menit babak kedua berjalan, skuad Philipp Cocu terus menekan tim tuan rumah. Namun, peluang dari Georginio Wijnaldum dan Jeffrey Bruma masih belum bisa mengubah kedudukan. 0-1, agregat 1-2. Kini PSV membutuhkan dua gol demi tiket fase grup.
Stephan El Shaarawy yang tampil girang di pertandingan ini, hampir mencetak gol tambahan bagi Milan. Sayang tendangannya masih melebar di kanan gawang PSV.
Namun, tak lama berselang, Super Mario sanggup menggandakan keunggulan timnya. Berawal dari tendangan sudut, Philippe Mexes cukup jeli memberikan umpan pada Balotelli, sehingga memanjakan penyerang Gli Azzurri itu untuk mencetak gol kedua bagi Milan. 2-0, agregat 3-1.
Situasi menjadi semakin tidak menguntungkan Adam Maher dkk. Pasalnya mereka membutuhkan tiga gol demi memenuhi ambisi mengikuti gelaran Liga Champions musim 2013-14.
Pasca gol Balotelli, PSV terus menekan Milan hingga menit ke-75. Jika dilihat dari statistik, terhitung tujuh peluang penting gagal dioptimalkan, dan Abbiati bisa dibilang cukup tangguh dalam urusan menjaga gawangnya dari kebobolan.
Keasyikan menyerang membuat anak-anak asuh Cocu kehilangan fokus di lini belakang. Lagi-lagi berkat skema counter-attack, KP Boateng menambah koleksi golnya di pertandingan kali ini pada menit ke-77'. Andrea Poli sebagai kreator.
Tertinggal tiga gol membuat daya juang pemain PSV mulai kendor. Cocu sebagai pelatih hanya bisa terdiam meratapi hasil buruk yang dialami timnya.
Clattenburg memberi tambahan waktu selama 3 menit untuk injury time. Terlihat Milan juga mulai melonggarkan serangan dengan memainkan bola di area pertahanan mereka sendiri.
Peluit panjang akhirnya terdengar di San Siro. Pasukan Massimiliano Allegri menjadi wakil terakhir Serie A di Liga Champions musim 2013-14.
AC Milan: Abbiati (Gk); De Sciglio, Mexes, Zapata, Abate; Muntari (Nocerino 82'), Boateng (Robinho 87'), Montolivo (kartu kuning 43'), De Jong; Balotelli (kartu kuning 62'), El Shaarawy (Poli 74').
PSV Eindhoven: Zoet (Gk); Rekik, Bruma (kartu kuning 52'), Willems (kartu kuning 91'), Brenet; Maher (Toivonen 69'), Schaars (kartu kuning 43'), Park (Jozefzoon 61'), Matavz, Wijnaldum; Depay (Locadia 74').
Statistik AC Milan vs PSV Eindhoven:
Shots: 14 - 19
Shots on goal: 4 - 6
Penguasaan bola: 43% - 57%
Pelanggaran: 12 - 17
Corner: 2 - 9
Offside: 1 - 1
Kartu kuning: 3 - 3
Kartu merah: 0 - 0.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bursa Pelatih Milan Memanas, Glasner Ungguli Pochettino dan Slot
Liga Italia 3 Juni 2026, 17:05
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














