Saat Mesin Uang Terus Berputar, Para 'Robot' di Lapangan Mulai Rusak Satu per Satu
Afdholud Dzikry | 10 Oktober 2025 10:34
Bola.net - Padatnya jadwal sepak bola modern kini mulai memakan korban-korban terbesarnya. Para pemain bintang dunia yang menjadi nyawa dari permainan ini justru bertumbangan satu per satu karena kelelahan dan cedera.
Kisah bintang muda Chelsea, Cole Palmer, menjadi contoh paling nyata dan menyedihkan dari fenomena ini. Pahlawan yang membawa Chelsea juara Piala Dunia Antarklub itu kini justru lebih akrab dengan ruang perawatan dibanding lapangan hijau.
Palmer tidak sendirian dalam penderitaannya. Badai cedera yang sama juga tanpa ampun menghantam banyak klub top Eropa lainnya yang ikut serta dalam turnamen tersebut, mulai dari PSG hingga Real Madrid.
Banyak pihak menuding jadwal kompetisi yang semakin menggila sebagai biang keladinya. Namun, peringatan keras dari para pelatih top dan asosiasi pemain seolah tak pernah didengar oleh para pemegang kekuasaan.
Peringatan yang Diabaikan

Jauh sebelum Piala Dunia Antarklub format baru digelar, suara-suara sumbang sudah terdengar. Para insan sepak bola, mulai dari pelatih hingga asosiasi pemain, telah memberikan peringatan keras.
Mereka khawatir penambahan turnamen di tengah jadwal yang sudah sesak akan membawa bencana. Asosiasi Pemain Profesional (FIFPro) berulang kali memperingatkan tentang risiko lonjakan cedera dan kelelahan mental.
Salah satu kritik paling vokal datang dari manajer legendaris Jerman, Jurgen Klopp. Ia tanpa ragu menyebut turnamen ini sebagai ide terburuk yang pernah ada, merujuk pada dampak jangka panjangnya bagi para pemain.
"Tahun lalu ada Copa America dan Euro, tahun ini ada Piala Dunia Antarklub, dan tahun depan akan ada Piala Dunia. Ini berarti para pemain yang berpartisipasi dalam turnamen-turnamen ini tidak akan pernah pulih," ujar Klopp kala itu.
Cole Palmer, Tumbal Utama

Tengoklah nasib Cole Palmer, potret paling jelas dari kekhawatiran Klopp yang kini menjadi kenyataan. Ia adalah pahlawan yang membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub, namun ia jugalah korban terbesarnya.
Pemain berusia 23 tahun itu tampil inspirasional di final, membawa The Blues menaklukkan PSG. Namun, ironisnya, musim ini ia justru nyaris tidak pernah bermain karena terus berjuang memulihkan diri.
Selama setahun terakhir, Palmer harus berjuang melawan cedera pangkal paha yang tak kunjung usai. Tiga musim panas berturut-turut tanpa istirahat yang layak telah merenggut kebugaran salah satu talenta terbaik Inggris itu.
Manajer Chelsea, Enzo Maresca, bahkan secara terbuka mengakui adanya korelasi. Ia melihat badai cedera yang menimpa timnya dan PSG sebagai dampak langsung dari partisipasi di turnamen tersebut.
Efek Domino di Klub-klub Top

Efek domino dari jadwal brutal ini terasa di seluruh Eropa. Chelsea tidak sendirian, badai cedera juga menghantam klub-klub lain yang mengirim pemainnya ke Piala Dunia Antarklub.
Di Arsenal, Noni Madueke harus menepi selama dua bulan karena cedera lutut. Sementara PSG harus tampil tanpa pilar-pilar penting seperti Marquinhos dan Ousmane Dembele saat laga krusial Liga Champions.
Kondisi serupa juga dialami Real Madrid yang baru saja merekrut dua bintang Inggris. Trent Alexander-Arnold harus absen karena cedera hamstring setelah menjalani musim yang melelahkan.
Sementara itu, Jude Bellingham yang seharusnya menjalani operasi bahu, terpaksa menunda prosedurnya. Tenaganya masih sangat dibutuhkan oleh klub, mengorbankan waktu pemulihan ideal bagi sang pemain.
Mesin Uang yang Merusak 'Produk'
Beberapa pihak mungkin berdalih bahwa cedera adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola. Mereka menunjuk pemain yang tidak ikut Piala Dunia Antarklub pun bisa cedera.
Namun, argumen itu tidak cukup kuat untuk menutupi fakta yang ada. Laporan dari FIFPro jelas menunjukkan bahwa para pemain kini berada di titik puncak kelelahan fisik dan mental.
Ironisnya, para pemegang kekuasaan seolah tidak peduli. Alih-alih melindungi aset terbesarnya, yaitu para pemain, mereka justru terus menambah jumlah pertandingan demi keuntungan finansial.
Mereka seolah lupa bahwa sepak bola tidak akan menjadi tontonan menarik jika para pemain terbaiknya terus-menerus cedera. Kualitas "produk" yang mereka jual kini berada dalam ancaman serius.
Apakah FIFA Peduli?
Pada akhirnya, semua bukti dan peringatan seolah hanya menjadi angin lalu. Para pemain terus diperas tenaganya, sementara jadwal pertandingan semakin padat dan tidak manusiawi.
Kisah Igor Jesus dari Botafogo yang tetap bugar mungkin dijadikan contoh pembenaran. Namun, banyak yang lupa bahwa musim kompetisi di Brasil berbeda dan ia tidak bermain di banyak kompetisi elite Eropa.
Sementara itu, tim-tim seperti Chelsea terlihat sangat kelelahan secara fisik dan mental. Kondisi mereka menjadi peringatan nyata bagi seluruh dunia sepak bola.
Pertanyaan terbesar yang kini menggantung di udara adalah: apakah FIFA benar-benar peduli dengan semua ini? Atau jangan-jangan, mereka sudah terlalu sibuk menghitung keuntungan dari mesin uang yang mereka ciptakan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kapan Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Digelar? Ini Jadwal Lengkapnya
Liga Champions 26 Februari 2026, 17:31
-
Bukan ke MLS, Casemiro Bakal Susul Luka Modric ke AC Milan?
Liga Inggris 26 Februari 2026, 16:43
-
Andre Onana Ingin Balikan dengan MU, Tapi Bertepuk Sebelah Tangan
Liga Inggris 26 Februari 2026, 16:18
-
Tak Cuma Satu, Man United Siap Bajak Dua Bintang Nottingham Forest Sekaligus!
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:31
LATEST UPDATE
-
Senne Lammens Selalu Siap Hadapi 'Royal Rumble' di Kotak Penalti Man United
Liga Inggris 27 Februari 2026, 06:32
-
Rekap Playoff Liga Europa Tadi Malam: Calvin Verdonk Bakal Main di Babak 16 Besar!
Liga Eropa UEFA 27 Februari 2026, 05:45
-
Diperingatkan Soal Tekanan di Manchester United, Senne Lammens Justru Tampil Tanpa Beban
Liga Inggris 27 Februari 2026, 05:30
-
Respek! Kiper Nantes Pura-pura Cedera demi Bantu Rekan Setim Buka Puasa Ramadan
Liga Eropa Lain 27 Februari 2026, 05:15
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58









