Termasuk Kutukan Ronaldo, Ini 5 Kutukan Terbesar dalam Sepak Bola
Aga Deta | 2 Januari 2021 14:00
Bola.net - Sepak bola adalah olahraga yang mengikuti perubahan zaman yang ada. Inovasi teknologi dan ide lainnya terus diterapkan dalam sepak bola untuk membuat olah raga ini tidak ketinggalan zaman.
Tetapi, berbagai perkembangan tersebut kadang tidak membuat adanya perubahan. Terutama terkait dengan keyakinan atau kepercayaan yang sudah berlangsung lama di sepak bola.
Kadang terdapat berbagai hal-hal buruk yang terjadi dalam waktu lama. Sehingga muncul keyakinan bahwa sebuah klub, negara, atau pemain mengalami kutukan yang sulit untuk dihentikan.
Jadi, apakah kutukan benar-benar ada dalam sepak bola? Berikut lima kutukan terbesar dalam sepak bola seperti dikutip dari Ronaldo.com.
1. Kutukan Ronaldo

Banyak pemain hebat yang mengenakan jersey Manchester United nomor 7, mulai dari George Best hingga Cristiano Ronaldo. Sejak Ronaldo pindah ke Real Madrid pada 2009, nomor itu seperti dikutuk.
Seperti diketahui, beberapa pemain top dunia tiba di Old Trafford dan mencoba keberuntungan mereka dalam mengenakan jersey MU nomor 7. Tetapi, hanya 15 gol Liga Premier Inggris yang dicetak pemain No.7 dalam dekade terakhir saja. Maka, teori 'kutukan Ronaldo' pun lahir.
Michael Owen adalah orang pertama yang mengenakan jersey itu pada 2009 setelah didatangkan secara mengejutkan dari Newcastle United. Namun, dia tidak berhasil dengan jersey MU No.7.
Kemudian ada nama-nama terkenal lainnya mengenakan jersey tersebut. Mereka di antaranya Angel Di Maria, Memphis Depay, dan Alexis Sanchez. Namun, semuanya juga gagal.
2. Kucing Mati di Markas Racing

Mungkin ini satu di antara cerita paling aneh yang pernah dibuat dalam sepak bola. Namun, racing klub percaya akan cerita itu.
Pada 1967, suporter Independiente masuk ke stadion Racing dan mengubur tujuh kucing hitam mati. Rupanya, hal itu memicu kejatuhan Racing dari pemenang Copa Libertadores menjadi bangkrut.
Setelah memenangkan kompetisi klub Amerika Selatan terbesar pada 1967, Racing tak pernah lagi di 1970-an. Racing kemudian terdegradasi dari divisi papan atas Argentina pada 1983. 'Kutukan' lantas menyebabkan klub bangkrut pada 1998.
Dalam upaya putus asa untuk membalikkan keadaan, Racing kemudian meminta pendeta mengusir setan di stadion. Pada 2001, Racing menemukan kucing hitam mati terakhir yang dikubur. Tak lama setelah itu, Racing memenangkan gelar divisi pertama mereka dalam 35 tahun.
3. Pegang Trofi Liga Champions

Hampir setiap pesepak bola bermimpi mengangkat trofi Liga Champions. Jadi, berjalan melewati trofi dengan meletakkan jari di atasnya pasti merupakan pengalaman yang menyakitkan; terutama setelah lolos sampai ke final.
Namun, Ludovic Giuly menolak anggapan tersebut. Memperkuat AS Monaco, ia menyentuh trofi Liga Champions sebelum laga final dimulai. Hasilnya, Monaco kalah 0-3 dari FC yang ketika itu dilatih Jose Mourinho di Jerman pada 2004.
Gelandang AC Milan Gennaro Gattuso meniru Giuly pada tahun berikutnya di Istanbul, Turki. Unggul 3-0, AC Milan akhirnya kalah dari Liverpool melalui adu penalti.
Anatoliy Tymoshchuk melakukan hal yang sama untuk Bayern Munchen di final Liga Champions 2012 saat menghadapi Chelsea. Munchen pun kalah dari Chelsea lewat adu penalti di Jerman.
4. Timnas Australia di Piala Dunia

Menurut cerita, para pemain Australia bertemu dengan 'dukun penyihir' menjelang kualifikasi Piala Dunia pada 1970. Saat itu, Australia harus menang melawan Zimbabwe.
Menurut Johnny Warren, AKA 'Kapten Socceroo', penyihir ini mengubur tulang di sekitar tiang gawang Zimbabwe untuk mengutuk mereka. Aussies kemudian memenangkan kualifikasi 3-1. Namun, mereka masih belum lolos ke Piala Dunia di Meksiko.
Ternyata penyihir 'mengutuk' tim Australia setelah mereka tidak membayar untuk layanan ini. Karena itu, mereka kalah di playoff melawan Israel.
Australia kemudian lolos ke Piala Dunia 1974 di Jerman. Tapi, Australia menderita di babak penyisihan grup dengan hanya mengantongi satu poin dan tanpa gol.
Setelah itu, Australia berkali-kali hampir lolos ke Piala Dunia, namun selalu kalah di babak playoff. Pada 2004, penyiar radio Australia John Safran melakukan perjalanan ke Mozambik. Lokasi yang diduga sebagai kutukan asli.
Rupanya, Sarfan menyewa seorang dukun baru untuk mengangkat kutukan tersebut. Apa yang terjadi selanjutnya? Australia lolos ke Piala Dunia 2006 dan mencapai babak 16 besar. Australia juga sudah memenuhi syarat untuk tiga turnamen terakhir.
5. Bela Guttmann

Mungkin 'kutukan' sepak bola paling terkenal di dunia adalah kisah Benfica dengan manajer legendaris mereka, Bela Guttmann, pada1962. Setelah bergabung dari saingannya FC Porto pada 1959, pelatih asal Hungaria itu membuat beberapa perubahan besar.
Benfica banyak melibatkan pemain muda. Benfica pun memenangkan gelar liga back-to-back di bawah Guttmann.
Tetapi, prestasi terbesar Guttmann adalah dalam memimpin Benfica ke Piala Eropa berturut-turut antara 1961 dan 1962. Namun, penolakan klub untuk memberinya kenaikan gaji adalah kejatuhan mereka.
Legenda mengatakan bahwa Guttmann yang marah menyatakan: "Tidak dalam seratus tahun dari sekarang Benfica akan menjadi juara Eropa."
Lebih dari setengah abad kemudian, Benfica masih belum memenangkan apa pun di Eropa sejak itu. Mereka telah kehilangan beberapa final sebagai gantinya.
Sumber asli: Ronaldo.com
Disadur dari: Bola.com/Penulis Wiwig Prayugi
Published: 2 Januari 2020
Baca Juga:
4 Pemain Terbaik Manchester United Pada Musim 2020/2021: Bruno Fernandes Tak Ada Lawan
5 Pemain yang Mengoleksi Banyak Gelar Tanpa Harus Memeras Keringat, Ada Pemain MU
Dari Mustafi Hingga Eriksen, Ini 5 Rumor Transfer Teraneh Menjelang Bursa Januari 2021
Bikin Geleng Kepala, Ini Statistik Menakjubkan Bruno Fernandes di MU
5 Pemain yang Bisa Datang ke Manchester United pada Januari 2021, Salah Satunya Hakan Calhanoglu
5 Pemain Didikan Akademi Chelsea yang Bersinar di Klub Lain, Termasuk Declan Rice
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
Bola Indonesia 14 Agustus 2026, 16:25
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:04
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:01
-
Link Streaming Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 20:00
-
Federico Dimarco Diragukan Tampil saat Inter Milan Hadapi Real Madrid
Liga Champions 6 September 2026, 19:14
-
Link Streaming Valencia vs Barcelona, 6 September 2026
Liga Spanyol 6 September 2026, 19:00
-
Link Streaming Everton vs Manchester United, Minggu 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 18:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51







