Tidak Menonjol Namun Krusial, Berikut 5 Gelandang Top Eropa yang Minim Apresiasi
Serafin Unus Pasi | 2 Desember 2020 17:22
Bola.net - Dalam sepak bola posisi gelandang menjadi posisi yang paling krusial sebagai pengendali tempo permainan. Baiknya sektor penyerangan dan kokohnya lini belakang tidak akan terwujud jika tidak ada gelandang dengan kecerdasan tinggi.
Posisinya yang berada di tengah lapangan tentu sangat berperan sebagai penghubung antara lini belakang dan depan. Nama-nama top di sektor gelandang pun banyak yang begitu dipuja berkat kecerdasannya.
Lihat saja N’Golo Kante yang menjadi kunci Leicester, Chelsea dalam menjuarai Premier League. Di Manchester City ada Kevin de Bruyne yang semakin matang sebagai pengendali permainan timnya.
Namun, bermain di lini tengah terkadang membuat beberapa pemain tidak terlalu dihiraukan karena ada nama top lainnya di sektor penyerangan maupun pertahanan. Padahal perannya sangatlah vital untuk menyokong penuh apiknya lini serang dan pertahanan.
Setidaknya ada beberapa nama top di dunia yang tidak terlalu dianggap sebagai kunci permainan meskipun memainkan peran penting. Mengutip dari Sportskeeda, berikut lima nama gelandang yang minim apresiasi.
5. Christopher Nkunku (RB Leipzig)

Pemain asli akademi Paris Saint-Germain ini semula tidak terpakai di Paris dan akhirnya dijual ke RB Leipzig untuk musim 2019/20. Sejak kepindahannya tersebutlah Nkunku mulai dipercaya dan menjadi kunci dari musim apik RB Leipzig hingga mencapai semifinal Liga Champions.
Kontribusi nyata yang dia tunjukkan adalah catatan assistsnya yang tinggi sebesar 15 assists di Bundesliga. Raihan tersebut menjadi yang tertinggi ketiga di bawah bintang Munchen, Thomas Muller dan bintang Dortmund, Jadon Sancho.
Meskipun tampil apik dan semakin berkembang, nama Nkunku seperti tidak terlalu dihiraukan dalam performa impresif RB Leipzig belakangan ini. Nama Timo Werner hingga bek Dayot Upamecano lebih diagung-agungkan di balik performa bagus timnya.
4. Nicolo Barella (Inter Milan)

Nicolo Barella telah menjadi salah satu andalan Antonio Conte di Inter Milan. Performanya pun nampak memuaskan, Inter Milan melaju sampai final Liga Europa, lalu finish di posisi kedua Serie A dengan selisih satu poin dari Juventus musim lalu.
Nicolo Barella memiliki peran yang sangat vital dengan duel-duel yang dia lakukan dan menjadi penghubung yang baik di tengah. Nicolo Barella juga memiliki kecerdasan yang baik, Barella tau kapan harus ke depan dan kapan harus ke belakang.
3. Fabian Ruiz (Napoli)

Sejak awal kedatangannya ke Napoli di musim 2018/19, Fabian Ruiz menjadi salah satu pemain yang begitu menonjol. Di musim debutnya, Fabian Ruzi tidak kesulitan masuk ke skuad reguler Napoli.
Awal debutnya pun berjalan lancar dengan sepuluh gol bisa dia ciptakan. Fabian Ruiz juga tidak hanya mampu mencetak gol ketika dibutuhkan, dirinya memiliki akurasi umpan yang sangat baik.
Tidak hanya itu, Ruiz juga memiliki kemampuan yang lengkap sebagai pengendali lini tengah. Dribbling-nya sangatlah baik serta kaki kirinya yang dominan yang bisa memberikan warna lain untuk tim.
2. Georginio Wijnaldum (Liverpool)

Datang dari Newcastle United pada musim 2016/17, Wijnaldum akhirnya merasakan sukses besar dengan membela Liverpool. Namun, Gelar demi gelar yang didapatkan Liverpool, selalu saja dikaitkan dengan Alisson, Van Dijk hingga trio Mane, Salah, Firmino dianggap sebagai alasan kuatnya.
Georginio Wijnaldum pun kurang begitu diagung-agungkan dengan bertaburnya bintang di skuad Liverpool. Padahal, Wijnaldum menjadi salah satu gelandang kesayangan Jurgen Klopp yang bisa kapan saja menjadi pembeda untuk timnya.
1. Pierre-Emile Hojbjerg (Tottenham Hotspur)

Tottenham kini tengah dibutakan oleh impresifnya duo penyerang tim, Harry Kane dan Heung- Min Son. Berkat keduanya Tottenham kini bertengger di posisi satu klasemen sementara Premier League.
Namun, satu faktor yang menjadi kunci kebangkitan Jose Mourinho di musim ini bersama Tottenham adalah Hojbjerg yang baru datang awal musim ini. Di musim debutnya Hojbjerg dengan cepat menjadi pilar tak tergantikan Jose Mourinho di dalam tim.
Satu faktor yang membuatnya disukai Jose Mourinho adalah kemampuannya yang menonjol dalam memutus permainan lawannya. Mourinho yang sama sekali tidak keberatan dengan kemenangan yang buruk sangat mengandalkan peran Hojbjerg yang cocok melakukan pekerjaan kotor di lini tengah demi kemenangan tim.
Sumber: Sportskeeda
(Bola.net/Muhamad Raka Saputra)
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



