Tragedi Donnarumma di PSG: Juara Liga Champions Malah Dibuang Demi Revolusi Taktik Luis Enrique
Richard Andreas | 13 Agustus 2025 15:03
Bola.net - Gianluigi Donnarumma baru saja menyelesaikan musim cemerlang bersama PSG. Dia berhasil mengangkat trofi Liga Champions dan membawa klub menuju final Piala Dunia Antarklub.
Namun, prestasi gemilang tersebut ternyata tidak cukup untuk mempertahankan posisinya di Parc des Princes. Kiper berusia 26 tahun itu mengungkapkan rasa kecewa setelah mendapat kabar bahwa dirinya tidak lagi masuk dalam rencana tim.
Pernyataan tersebut memicu pertanyaan besar di kalangan penggemar. Mengapa PSG melepas salah satu penjaga gawang terbaik di dunia?
Keputusan ini muncul setelah PSG mendatangkan Lucas Chevalier dari Lille pada bursa transfer musim panas. Pelatih Luis Enrique menegaskan bahwa alasannya bukan terkait kemampuan Donnarumma dalam menepis bola, melainkan profil kiper yang cocok dengan gaya mainnya.
Perubahan ini menandai pergeseran taktik signifikan di PSG. Dari mengandalkan kiper konvensional yang fokus pada shot-stopping, kini mereka memilih sosok yang juga berperan integral dalam membangun serangan dari lini belakang.
Luis Enrique Ungkap Alasan Lepas Donnarumma

Donnarumma mengaku merasa frustrasi karena dirinya disingkirkan secara sepihak. "Seseorang memutuskan bahwa saya tidak lagi bisa menjadi bagian dari tim dan berkontribusi untuk kesuksesan," ungkapnya.
Perwakilan Donnarumma, Enzo Raiola, bahkan menilai langkah PSG sebagai bentuk ketidakhormat terhadap kliennya. Raiola memaparkan bahwa mereka sempat menerima tawaran kontrak baru dengan gaji lebih rendah demi bertahan.
Namun, pembicaraan terhenti setelah PSG berubah haluan. "Hanya sebulan lalu kami bicara soal perpanjangan, lalu tiba-tiba pelatih mengubah pandangan tentang Gigio," tegasnya.
Luis Enrique menilai keputusan ini sulit namun perlu diambil demi rencana jangka panjang. "Saya hanya punya pujian untuk Donnarumma, tapi kami mencari profil pemain berbeda," kata Enrique sebelum laga Piala Super UEFA melawan Tottenham.
Baginya, kiper harus mendukung gaya bermain berbasis penguasaan bola.
Profil Kiper yang Diinginkan PSG
Saat Donnarumma tiba di Paris pada 2021, dia sudah berstatus juara Euro bersama Italia dan veteran lebih dari 250 laga untuk Milan. Kemampuannya sebagai shot-stopper elit kembali terbukti musim lalu, khususnya di semifinal Liga Champions melawan Arsenal.
Namun, PSG kini menginginkan kiper yang lebih aktif dalam fase build-up. Data musim lalu menunjukkan mereka memimpin Ligue 1 dengan rata-rata penguasaan bola 68,4 persen.
Meski begitu, dengan Donnarumma, mereka kerap memilih umpan panjang daripada membangun serangan dari lini belakang. Chevalier menawarkan solusi berbeda.
Di Lille, dia kerap menjadi 'pemain ke-11' dalam penguasaan bola, berani menerima tekanan, mengubah sudut permainan, dan memutuskan momen tepat untuk memecah pressing lawan. Kemampuannya mendistribusikan bola pendek maupun panjang dianggap sejalan dengan visi Enrique.
Perbedaan Gaya Bermain Donnarumma dan Chevalier

Dari sisi fisik, Donnarumma unggul dalam tinggi badan (196 cm) namun tidak terlalu agresif menghadapi umpan silang. Sebaliknya, Chevalier (188 cm) lebih proaktif keluar dari gawang, memotong bola udara, dan cepat merespons cutback.
Hal ini memungkinkan lini belakang bermain lebih tinggi. Dalam hal shot-stopping, Donnarumma tetap berada di level teratas dunia.
Penyelamatan pentingnya di Liga Champions menjadi bukti nyata. Meski begitu, PSG menilai Chevalier cukup tangguh dalam aspek ini, dengan catatan penyelamatan impresif di Lille.
Bagi PSG, keunggulan Chevalier adalah keseimbangan antara kemampuan menjaga gawang dan kontribusi dalam permainan terbuka. Mereka menginginkan kiper yang tidak hanya menyelamatkan bola, tapi juga membantu tim mempertahankan penguasaan di area lawan.
Masa Depan Donnarumma
Meski Manchester United dikabarkan tidak tertarik, pintu bagi Donnarumma tetap terbuka di klub-klub papan atas Eropa. Keahliannya cocok untuk tim yang menitikberatkan pada pertahanan solid dibanding penguasaan bola ekstrem.
Raiola menyebut bahwa faktor finansial bisa menjadi penentu transfer. "Mungkin hanya tim Premier League yang mampu memenuhi permintaan PSG yang berlebihan," ujarnya.
Bagi Donnarumma, ini bukan akhir segalanya. Dengan segudang pengalaman di usia muda, dia masih berpotensi menjadi penentu di level tertinggi.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Baru Bawa PSG Juara Liga Champions, Gianluigi Donnarumma Malah Ditendang? Legenda Italia Sampai Heran!
UEFA Super Cup: Momen Berharga dan Ujian Sulit Tottenham Melawan Tim Terbaik Eropa
UEFA Super Cup: Ambisi PSG untuk Menang dan Mengukir Sejarah
PSG vs Tottenham: Raja Eropa yang Diunggulkan vs Debutan yang Siap Mengejutkan
PSG vs Tottenham: Sama-sama Incar Gelar Perdana di UEFA Super Cup
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

