11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia

Aga Deta | 10 Juni 2026 13:24
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, memegang bola pada laga La Liga antara Real Madrid vs Sevilla di Madrid, Spanyol, Sabtu, 20 Desember 2025 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid dikenal sebagai salah satu tim yang selalu memburu pemain terbaik dunia. Tidak mengherankan jika Piala Dunia sering menjadi ajang pemantauan bakat bagi raksasa Spanyol tersebut.

Turnamen empat tahunan itu menghadirkan tekanan tinggi dan persaingan elite. Dalam situasi seperti itulah kualitas pemain terbaik sering terlihat dengan jelas.

Advertisement

Banyak pemain berhasil meningkatkan reputasi mereka lewat performa gemilang di Piala Dunia. Sebagian bahkan langsung mendapatkan kesempatan bergabung dengan Real Madrid setelah turnamen berakhir.

Namun, tidak semua transfer yang lahir dari Piala Dunia berakhir sukses. Ada yang menjelma menjadi legenda, tetapi ada pula yang gagal memenuhi ekspektasi.

Sepanjang sejarah, Los Blancos telah merekrut sejumlah pemain yang tampil menonjol di panggung terbesar sepak bola dunia. Berikut 11 pemain yang bergabung dengan Real Madrid setelah mencuri perhatian di Piala Dunia.

1 dari 11 halaman

1. Didi (1958)

Brasil menjuarai Piala Dunia 1958 dengan permainan yang memikat. Salah satu sosok kunci dalam keberhasilan itu adalah Didi yang meraih penghargaan pemain terbaik turnamen.

Penampilan impresifnya membuat Real Madrid bergerak cepat untuk memboyong sang gelandang. Didi datang ke Santiago Bernabeu dengan status salah satu pemain terbaik dunia saat itu.

Sayangnya, kariernya di Madrid tidak berlangsung lama. Ia hanya bertahan satu musim sebelum kembali ke Brasil meski sempat merasakan gelar Piala Champions Eropa.

2 dari 11 halaman

2. Paul Breitner (1974)

Paul Breitner menjadi salah satu pemain yang paling menonjol saat Jerman Barat menjuarai Piala Dunia 1974. Bek kiri legendaris itu bahkan mencetak gol penyeimbang dari titik penalti pada final melawan Belanda.

Penampilannya sepanjang turnamen membuat Real Madrid tertarik merekrutnya dari Bayern Munchen. Transfer tersebut menjadi salah satu langkah besar Los Blancos pada era 1970-an.

Breitner kemudian membuktikan kualitasnya di Spanyol. Ia membantu Madrid meraih dua gelar La Liga dalam tiga musim kebersamaannya.

3 dari 11 halaman

3. Gheorghe Hagi (1990)

Gheorghe Hagi sebenarnya sudah berstatus bintang sebelum Piala Dunia 1990 berlangsung. Namun, performanya bersama Rumania semakin menguatkan keyakinan Real Madrid untuk merekrutnya.

Pemain yang dijuluki Maradona dari Karpatia itu dikenal memiliki kreativitas dan kemampuan menyerang yang luar biasa. Real Madrid pun mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan jasanya.

Meski beberapa kali menunjukkan kualitas terbaiknya, Hagi tidak mampu tampil konsisten. Setelah dua musim, ia meninggalkan Madrid dan melanjutkan kariernya di Italia sebelum kembali ke Spanyol bersama Barcelona.

4 dari 11 halaman

4. Predrag Spasic (1990)

Predrag Spasic tampil solid bersama Yugoslavia pada Piala Dunia 1990. Penampilannya membantu tim mencapai babak perempat final dan menarik perhatian Real Madrid.

Madrid berharap Spasic bisa menjadi solusi di lini pertahanan. Namun, ekspektasi tersebut tidak pernah benar-benar terwujud.

Bek tengah itu kesulitan beradaptasi dengan tuntutan besar di Santiago Bernabeu. Ia hanya bertahan satu musim dan kemudian pindah ke Osasuna setelah dianggap sebagai salah satu transfer yang gagal.

5 dari 11 halaman

5. Robert Jarni (1998)

Robert Jarni menjadi salah satu pemain penting Kroasia saat mencapai semifinal Piala Dunia 1998. Penampilan energiknya di sisi lapangan membuat namanya semakin dikenal di Eropa.

Setelah turnamen, ia sempat direkrut Coventry City dengan nilai transfer sekitar 2,6 juta pounds. Namun, tanpa pernah tampil untuk tim Inggris tersebut, Jarni langsung pindah ke Real Madrid dengan biaya sekitar 3,4 juta pounds.

Perjalanannya menuju Madrid terbilang unik dan penuh spekulasi. Meski demikian, ia hanya menghabiskan satu musim bersama Los Blancos sebelum melanjutkan karier di Las Palmas.

6 dari 11 halaman

6. Ronaldo Nazario (2002)

6. Ronaldo Nazario (2002)

Ronaldo Nazario ketika hadir pada sesi jumpa pers sebelum laga Clash of Legends di Jakarta pada 18 April 2026 (c) Bagaskara Lazuardi

Ronaldo datang ke Real Madrid sebagai salah satu Galacticos pertama era Florentino Perez. Transfer itu terjadi setelah ia membawa Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002.

Penyerang legendaris tersebut mengoleksi delapan gol dan meraih Sepatu Emas turnamen. Kesuksesan itu menjadi jawaban atas berbagai keraguan setelah cedera berat yang sempat menghambat kariernya.

Madrid membayar sekitar 46 juta euro untuk merekrutnya dari Inter Milan. Ronaldo kemudian mencetak 104 gol dalam 177 pertandingan dan membantu tim meraih dua gelar La Liga.

7 dari 11 halaman

7. Fabio Cannavaro (2006)

7. Fabio Cannavaro (2006)

Pelatih Timnas Uzbekistan Fabio Cannavaro. (c) AP Photo

Skandal Calciopoli yang mengguncang sepak bola Italia membuka peluang bagi Real Madrid. Los Blancos memanfaatkan situasi tersebut untuk mendatangkan Fabio Cannavaro.

Bek veteran itu baru saja mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kapten Italia. Penampilannya yang luar biasa juga mengantarkannya meraih Ballon d'Or pada tahun yang sama.

Madrid hanya mengeluarkan sekitar 7 juta euro untuk mendapatkan jasanya. Cannavaro kemudian membantu tim meraih dua gelar La Liga selama tiga musim di Spanyol.

8 dari 11 halaman

8. Mesut Ozil (2010)

8. Mesut Ozil (2010)

Pemain Real Madrid asal Jerman, Mesut Ozil, mengontrol bola saat laga Copa del Rey kontra Celta de Vigo di Santiago Bernabeu, Rabu (9/1/2013). (c) AP Photo/Daniel Ochoa de Olza

Mesut Ozil menjadi salah satu bintang muda yang paling bersinar di Piala Dunia 2010. Gelandang Jerman itu tampil luar biasa saat menghadapi tim-tim besar seperti Inggris dan Argentina.

Kemampuan menciptakan peluang membuat banyak klub elite tertarik merekrutnya. Real Madrid akhirnya memenangkan persaingan dengan membayar sekitar 15 juta euro kepada Werder Bremen.

Ozil berkembang menjadi salah satu pengumpan terbaik di Eropa. Ia berperan penting dalam keberhasilan Madrid menjuarai La Liga 2011-2012 dengan rekor poin saat itu.

9 dari 11 halaman

9. Sami Khedira (2010)

Sami Khedira juga menikmati lonjakan reputasi setelah Piala Dunia 2010. Gelandang pekerja keras itu menjadi elemen penting dalam permainan Jerman.

Meski tidak sepopuler Ozil, kontribusinya di lini tengah sangat vital. Madrid melihat kualitas tersebut dan membawanya ke Santiago Bernabeu.

Khedira bertahan lebih lama dibandingkan rekan setimnya itu. Ia bahkan menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Liga Champions musim 2013-2014.

10 dari 11 halaman

10. James Rodriguez (2014)

10. James Rodriguez (2014)

kapten Timnas Kolombia James Rodriguez. (c) AP Photo/Gregory Bull

Piala Dunia 2014 menjadi momen yang mengubah karier James Rodriguez. Gelandang Kolombia tersebut tampil sensasional dan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan enam gol.

Gaya bermain atraktif serta kemampuan mencetak gol spektakuler membuatnya menjadi buruan banyak klub. Real Madrid akhirnya berhasil mengamankan tanda tangannya.

James beberapa kali menunjukkan kualitas luar biasa di Bernabeu. Namun, ia kesulitan mempertahankan konsistensi dan akhirnya kalah bersaing dengan deretan bintang lainnya.

11 dari 11 halaman

11. Thibaut Courtois (2018)

11. Thibaut Courtois (2018)

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois. (c) Dok. Real Madrid X/@realmadrid

Thibaut Courtois sebenarnya sudah dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia sebelum Piala Dunia 2018. Namun, penampilannya bersama Belgia di Rusia membuat Madrid semakin yakin untuk merekrutnya.

Ia meraih penghargaan Sarung Tangan Emas setelah mencatat jumlah penyelamatan terbanyak sepanjang turnamen. Penampilan tersebut menjadi bukti kualitasnya di level tertinggi.

Madrid mendatangkannya dari Chelsea dengan nilai transfer sekitar 35 juta pounds. Sejak saat itu, Courtois berkembang menjadi salah satu kiper terbaik dalam sejarah klub dengan sejumlah gelar bergengsi.

Sumber: FotMob