11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Aga Deta | 10 Juni 2026 13:24
Bola.net - Real Madrid dikenal sebagai salah satu tim yang selalu memburu pemain terbaik dunia. Tidak mengherankan jika Piala Dunia sering menjadi ajang pemantauan bakat bagi raksasa Spanyol tersebut.
Turnamen empat tahunan itu menghadirkan tekanan tinggi dan persaingan elite. Dalam situasi seperti itulah kualitas pemain terbaik sering terlihat dengan jelas.
Banyak pemain berhasil meningkatkan reputasi mereka lewat performa gemilang di Piala Dunia. Sebagian bahkan langsung mendapatkan kesempatan bergabung dengan Real Madrid setelah turnamen berakhir.
Namun, tidak semua transfer yang lahir dari Piala Dunia berakhir sukses. Ada yang menjelma menjadi legenda, tetapi ada pula yang gagal memenuhi ekspektasi.
Sepanjang sejarah, Los Blancos telah merekrut sejumlah pemain yang tampil menonjol di panggung terbesar sepak bola dunia. Berikut 11 pemain yang bergabung dengan Real Madrid setelah mencuri perhatian di Piala Dunia.
1. Didi (1958)
Brasil menjuarai Piala Dunia 1958 dengan permainan yang memikat. Salah satu sosok kunci dalam keberhasilan itu adalah Didi yang meraih penghargaan pemain terbaik turnamen.
Penampilan impresifnya membuat Real Madrid bergerak cepat untuk memboyong sang gelandang. Didi datang ke Santiago Bernabeu dengan status salah satu pemain terbaik dunia saat itu.
Sayangnya, kariernya di Madrid tidak berlangsung lama. Ia hanya bertahan satu musim sebelum kembali ke Brasil meski sempat merasakan gelar Piala Champions Eropa.
2. Paul Breitner (1974)
Paul Breitner menjadi salah satu pemain yang paling menonjol saat Jerman Barat menjuarai Piala Dunia 1974. Bek kiri legendaris itu bahkan mencetak gol penyeimbang dari titik penalti pada final melawan Belanda.
Penampilannya sepanjang turnamen membuat Real Madrid tertarik merekrutnya dari Bayern Munchen. Transfer tersebut menjadi salah satu langkah besar Los Blancos pada era 1970-an.
Breitner kemudian membuktikan kualitasnya di Spanyol. Ia membantu Madrid meraih dua gelar La Liga dalam tiga musim kebersamaannya.
3. Gheorghe Hagi (1990)
Gheorghe Hagi sebenarnya sudah berstatus bintang sebelum Piala Dunia 1990 berlangsung. Namun, performanya bersama Rumania semakin menguatkan keyakinan Real Madrid untuk merekrutnya.
Pemain yang dijuluki Maradona dari Karpatia itu dikenal memiliki kreativitas dan kemampuan menyerang yang luar biasa. Real Madrid pun mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan jasanya.
Meski beberapa kali menunjukkan kualitas terbaiknya, Hagi tidak mampu tampil konsisten. Setelah dua musim, ia meninggalkan Madrid dan melanjutkan kariernya di Italia sebelum kembali ke Spanyol bersama Barcelona.
4. Predrag Spasic (1990)
Predrag Spasic tampil solid bersama Yugoslavia pada Piala Dunia 1990. Penampilannya membantu tim mencapai babak perempat final dan menarik perhatian Real Madrid.
Madrid berharap Spasic bisa menjadi solusi di lini pertahanan. Namun, ekspektasi tersebut tidak pernah benar-benar terwujud.
Bek tengah itu kesulitan beradaptasi dengan tuntutan besar di Santiago Bernabeu. Ia hanya bertahan satu musim dan kemudian pindah ke Osasuna setelah dianggap sebagai salah satu transfer yang gagal.
5. Robert Jarni (1998)
Robert Jarni menjadi salah satu pemain penting Kroasia saat mencapai semifinal Piala Dunia 1998. Penampilan energiknya di sisi lapangan membuat namanya semakin dikenal di Eropa.
Setelah turnamen, ia sempat direkrut Coventry City dengan nilai transfer sekitar 2,6 juta pounds. Namun, tanpa pernah tampil untuk tim Inggris tersebut, Jarni langsung pindah ke Real Madrid dengan biaya sekitar 3,4 juta pounds.
Perjalanannya menuju Madrid terbilang unik dan penuh spekulasi. Meski demikian, ia hanya menghabiskan satu musim bersama Los Blancos sebelum melanjutkan karier di Las Palmas.
6. Ronaldo Nazario (2002)

Ronaldo datang ke Real Madrid sebagai salah satu Galacticos pertama era Florentino Perez. Transfer itu terjadi setelah ia membawa Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002.
Penyerang legendaris tersebut mengoleksi delapan gol dan meraih Sepatu Emas turnamen. Kesuksesan itu menjadi jawaban atas berbagai keraguan setelah cedera berat yang sempat menghambat kariernya.
Madrid membayar sekitar 46 juta euro untuk merekrutnya dari Inter Milan. Ronaldo kemudian mencetak 104 gol dalam 177 pertandingan dan membantu tim meraih dua gelar La Liga.
7. Fabio Cannavaro (2006)

Skandal Calciopoli yang mengguncang sepak bola Italia membuka peluang bagi Real Madrid. Los Blancos memanfaatkan situasi tersebut untuk mendatangkan Fabio Cannavaro.
Bek veteran itu baru saja mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kapten Italia. Penampilannya yang luar biasa juga mengantarkannya meraih Ballon d'Or pada tahun yang sama.
Madrid hanya mengeluarkan sekitar 7 juta euro untuk mendapatkan jasanya. Cannavaro kemudian membantu tim meraih dua gelar La Liga selama tiga musim di Spanyol.
8. Mesut Ozil (2010)

Mesut Ozil menjadi salah satu bintang muda yang paling bersinar di Piala Dunia 2010. Gelandang Jerman itu tampil luar biasa saat menghadapi tim-tim besar seperti Inggris dan Argentina.
Kemampuan menciptakan peluang membuat banyak klub elite tertarik merekrutnya. Real Madrid akhirnya memenangkan persaingan dengan membayar sekitar 15 juta euro kepada Werder Bremen.
Ozil berkembang menjadi salah satu pengumpan terbaik di Eropa. Ia berperan penting dalam keberhasilan Madrid menjuarai La Liga 2011-2012 dengan rekor poin saat itu.
9. Sami Khedira (2010)
Sami Khedira juga menikmati lonjakan reputasi setelah Piala Dunia 2010. Gelandang pekerja keras itu menjadi elemen penting dalam permainan Jerman.
Meski tidak sepopuler Ozil, kontribusinya di lini tengah sangat vital. Madrid melihat kualitas tersebut dan membawanya ke Santiago Bernabeu.
Khedira bertahan lebih lama dibandingkan rekan setimnya itu. Ia bahkan menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Liga Champions musim 2013-2014.
10. James Rodriguez (2014)

Piala Dunia 2014 menjadi momen yang mengubah karier James Rodriguez. Gelandang Kolombia tersebut tampil sensasional dan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan enam gol.
Gaya bermain atraktif serta kemampuan mencetak gol spektakuler membuatnya menjadi buruan banyak klub. Real Madrid akhirnya berhasil mengamankan tanda tangannya.
James beberapa kali menunjukkan kualitas luar biasa di Bernabeu. Namun, ia kesulitan mempertahankan konsistensi dan akhirnya kalah bersaing dengan deretan bintang lainnya.
11. Thibaut Courtois (2018)

Thibaut Courtois sebenarnya sudah dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia sebelum Piala Dunia 2018. Namun, penampilannya bersama Belgia di Rusia membuat Madrid semakin yakin untuk merekrutnya.
Ia meraih penghargaan Sarung Tangan Emas setelah mencatat jumlah penyelamatan terbanyak sepanjang turnamen. Penampilan tersebut menjadi bukti kualitasnya di level tertinggi.
Madrid mendatangkannya dari Chelsea dengan nilai transfer sekitar 35 juta pounds. Sejak saat itu, Courtois berkembang menjadi salah satu kiper terbaik dalam sejarah klub dengan sejumlah gelar bergengsi.
Sumber: FotMob
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristian Chivu Tak Khawatir Inter Milan Kebobolan Banyak Gol Usai Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 06:52
-
Rapor Pemain Inter Milan saat Comeback Lawan Udinese: Barella Gemilang, Martinez Bikin Cemas
Liga Italia 15 September 2026, 06:08
-
Vinicius Junior, Kontribusinya Belum Sebanding dengan Perlakuan Khusus yang Ia Terima
Liga Spanyol 15 September 2026, 06:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 05:01
-
Prediksi Elche vs Madrid 16 September 2026
Liga Spanyol 15 September 2026, 04:23
LATEST UPDATE
-
Prediksi FC Seoul vs Persib 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:24
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Dewa United 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:14
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Harry Kane Tembus 150 Gol di Bayern Munchen, Lebih Cepat dari Robert Lewandowski!
Bundesliga 15 September 2026, 14:15
-
Kabar Mengejutkan FC Seoul: Turunkan Tim SMA untuk Hadapi Persib di ACL Two?
Bola Indonesia 15 September 2026, 13:48
-
Cristian Chivu Bela Josep Martinez, Tegaskan Kiper Inter Milan Bukan Masalah
Liga Italia 15 September 2026, 13:29
-
Prediksi Barcelona vs Racing Santander 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 13:13
-
Lamine Yamal atau Kylian Mbappe: Siapa yang Lebih Layak Memenangkan Ballon d'Or?
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:54
-
EMTEK Media Dapat Kepercayaan untuk Kelola Izin Nonton Bareng FIFA ASEAN Cup 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 12:45
-
Gabriel Jesus Siap Bersaing dengan Raphinha di Barcelona
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:19
-
Prediksi Man Utd vs Brighton 17 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 12:08
-
Mikel Arteta Tegaskan Arsenal Siap Hadapi Jadwal Padat
Liga Inggris 15 September 2026, 11:44
-
Prediksi Milan vs Benfica 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 11:15
-
Rodri Sebut Barcelona Bukan Favorit Juara Liga Champions
Liga Spanyol 15 September 2026, 11:09
-
Bruno Fernandes Disebut Memalukan dalam Insiden Kartu Merah Phil Foden
Liga Italia 15 September 2026, 10:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
