12 Pemain Terbaik Dunia dan Kelemahan Terbesarnya
Editor Bolanet | 24 Januari 2013 08:19
Bola.net - Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Fakta itu juga berlaku di sepak bola. Mengacu pada keyakinan tersebut, kita pasti sependapat bahwa pemain yang paling hebat pun memiliki kelemahan.
Disadari atau tidak, kita sebenarnya beruntung bisa hidup di era sekarang, di mana standar permainan kulit bundar sudah sangat mengagumkan.
Sepanjang sejarah, dunia dapat menyaksikan aksi para pemain legendaris seperti Pele, Gerd Muller, Johan Cruyff, hingga Diego Maradona. Namun, waktu itu jauh berbeda dari era modern, di mana muka bumi dipenuhi sederet talenta berbakat dari generasi hebat yang ada sekarang.
Lionel Messi baru saja mendapatkan Ballon d'Or, tanda pengakuan sebagai yang terbaik sejagat, untuk kali keempat tanpa jeda. Namun, kembali lagi ke 'hukum alam' di bagian awal, bukan berarti Messi adalah pesepakbola tanpa cela.
Di artikel ini, akan coba dikupas tentang 12 pemain terbaik yang ada di dunia saat ini beserta kelemahan terbesarnya serta apa yang sebaiknya mereka lakukan guna mendekatkan diri pada kata 'sempurna'. Untuk pemilihan nama dan peringkat, bukan sesuatu yang mutlak, hanya opini semata. (br/gia)
Lionel Messi

Apakah Lionel Messi pesepakbola terbaik sepanjang masa?
Beberapa pihak menganggapnya demikian.
Sang bintang Argentina seolah sanggup menyihir para penonton maupun tim lawan selama 90 menit, dan begitu meninggalkan lapangan mereka bertanya-tanya tentang apa yang baru saja terjadi.
Hampir tidak ada yang tak bisa dilakukan Messi. Dia mencetak gol lewat tendangan bebas dan penalti. Dia mencetak gol dari jarak jauh atau sudut sempit, dengan sepakan keras maupun chip indah yang membuat kiper lawan tampak seperti seorang pemula.
Messi jarang sekali jatuh. Dia baru berhenti hanya jika ada bunyi peluit.
Secara teknis, bisa dibilang Messi adalah pesepakbola sempurna. Namun, ada satu kekurangan dari segi fisik.
Benar, postur tubuh merupakan kekurangan La Pulga.
Meski Messi sudah membuktikan diri bahwa ukuran bukanlah kendala, karena dia beberapa kali mengalahkan lawan-lawan yang bahkan jauh lebih besar dengan kecepatan dan dribelnya, tak peduli berapa jumlah mereka, ada kalanya Messi tak berdaya.
Pemain dengan keunggulan fisik dapat memperlambat gerak Messi, tapi butuh pemain yang spesial untuk benar-benar menghentikannya secara mutlak.
Kita pasti masih ingat partai Barcelona melawan Inter Milan di pentas Liga Champions beberapa tahun silam. Waktu itu, gerakan Messi disegel rapat oleh Javier Zanetti, sesama Argentina dengan postur lebih besar serta memiliki kemampuan nyaris setara.
Untuk kelemahan seperti ini, tidak ada yang bisa dilakukan. Jadi, Messi hanya butuh memaksimalkan semua kelebihan yang sudah dia punya, karena kelebihan-kelebihan itulah yang bisa membuatnya jadi yang terbaik sepanjang sejarah kelak.
Cristiano Ronaldo

Di posisi mana pun Cristiano Ronaldo ditempatkan, dia selalu jadi pemain Real Madrid yang paling berbahaya.
Akselerasi dan kemampuan sang bintang Portugal untuk membawa bola dengan kecepatan tinggi adalah ancaman bagi barisan pertahanan lawan.
Seharusnya tidak mudah berlari secepat itu dengan bola tetap dalam kendali kita, tapi Ronaldo melakukannya dengan mudah. Namun, tidak sampai di situ saja, Ronaldo juga menciptakan peluang dan mencetak gol di saat yang bersamaan.
Selama gawang berada dalam jarak tembaknya, Ronaldo adalah ancaman.
Hanya satu kekurangan yang membuat reputasi Ronaldo sedikit tercoreng, yaitu kebiasaannya untuk jatuh meski dengan kontak minimal sekali pun.
Dia kuat. Body balance-nya luar biasa. Jadi, sebenarnya tidak perlu baginya melakukan itu.
Jika Ronaldo bisa menghilangkan kelemahan tersebut, maka dia akan menjadi pemain yang lebih komplet.
Sungguh disayangkan dia berada satu generasi dengan nama terakhir yang ada di daftar ini.
Andres Iniesta

Tiga besarnya kita samakan saja dengan tiga besar Ballon d'Or edisi terkini. Nama pertama tentu saja Andres Iniesta.
Iniesta adalah titik awal hampir semua serangan Barcelona dan timnas Spanyol. Visi serta kontrol bolanya adalah kualitas papan atas. Di atas lapangan, dia seolah sedang memimpin sebuah orkestra.
Dia menciptakan ruang bagi rekan-rekannya, memberi operan akurat, dan menusuk ke kotak penalti lawan untuk turut menuntaskan peluang.
Ada satu hal yang bisa membuat Iniesta jadi pemain yang lebih baik. Sedikit tambahan power.
Jika Iniesta tidak gampang kehilangan bola karena body contact dengan pemain lawan, maka dia akan benar-benar berada di level yang berbeda.
Xavi

Rasanya aneh memasukkan Xavi dalam sebuah pembahasan tentang kelemahan pemain sepak bola. Well, sebenarnya itu berlaku pula untuk semua nama di daftar ini.
Xavi adalah salah satu bagian dari duet gelandang terbaik di generasinya. Dia adalah seorang maestro.
Bersama Andres Iniesta, Xavi merupakan alasan utama kenapa Barcelona sanggup mendominasi penguasaan bola di setiap pertandingan.
Saat Xavi memegang bola, kita seolah melihat seorang seniman kawakan dengan kuas di tangannya yang siap menghasilkan karya seni luar biasa.
Xavi sanggup mengatur permainan dengan ritme yang nyaris tanpa cacat. Dia juga sering mencetak gol penting dalam pertandingan besar.
Hampir tak ada kekurangan dalam diri Xavi. Namun, hampir bukan berarti tidak ada sama sekali.
Bisakah Anda bayangkan bagaimana kompletnya Xavi jika dia memiliki kecepatan dan daya dobrak seperti Mesut Ozil?
Radamel Falcao

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo memang sering menjadi headline di Spanyol, tapi prestasi Radamel Falcao justru bisa dibilang lebih impresif.
Falcao telah mencetak gol dalam jumlah yang mencengangkan untuk Atletico Madrid sejak dia bergabung kurang dari dua tahun lalu, 58 dalam 71 penampilan di semua ajang.
Itu sungguh luar biasa. Falcao seperti muncul entah dari mana, tapi dia sanggup membobol gawang lawan dengan cara apa saja.
Kekurangan Falcao adalah dia lebih suka bola-bola rendah yang mengarah ke kakinya.
Jika Falcao bisa menjadikan dirinya ancaman lewat serangan darat dan udara, maka bukan tak mungkin dia melampaui Messi maupun Ronaldo dalam beberapa tahun ke depan.
Robin van Persie

Predator anyar Manchester United ini sepertinya tak pernah tampil mengecewakan. Setiap kali diturunkan, dia bisa diharapkan membobol gawang lawan, entah dengan kepala, kaki kanan atau kaki kiri terkuatnya, baik dari dalam maupun luar area.
Performanya selama beberapa tahun terakhir sungguh menawan. Tanpa bermaksud mengecilkan Arsenal, musim ini Robin Van Persie berada di klub dengan peluang besar untuk mengangkat trofi bergengsi.
Terlepas dari itu semua, Van Persie kurang memberi kontribusi berarti dalam bertahan dan cenderung ingin melakukan segalanya sendirian di depan.
Jika bisa lebih melibatkan rekan-rekannya dalam permainan, maka takkan ada yang ragu untuk menggolongkannya ke jajaran world-class.
Luis Suarez

Pemain terbaik Liverpool di musim 2012/13 sejauh ini adalah Luis Suarez.
Striker Uruguay ini selalu menjadi senjata utama The Reds selama enam bulan terakhir, dan performanya pun terbilang fantastis.
Tak seperti musim lalu, musim ini Suarez lebih identik dengan gol. Akselerasi dan tusukan-tusukannya tergolong papan atas dan dia selalu bisa diandalkan di depan gawang.
Namun, ada satu yang masih perlu diasah oleh Suarez, yakni ketajamannya. Ya, ironis memang.
Suarez dicap sebagai mesin gol, tapi kadang dia butuh tingga hingga lima kesempatan sebelum mencatatkan namanya di papan skor.
Para striker top dunia lebih baik dari itu. Jika ingin disejajarkan dengan mereka, maka Suarez harus lebih efektif setiap mendapatkan kesempatan.
Wayne Rooney

Tak perlu diragukan, Wayne Rooney adalah salah satu penyerang paling berbahaya yang ada saat ini, dan dia sudah seperti itu selama hampir 10 tahun terakhir.
Sang bomber Manchester United selalu haus kemenangan, etos kerjanya luar biasa, dan keinginannya untuk sukses sangatlah besar.
Kemampuan teknisnya pun mumpuni, terutama ketika menjaga bola, melepas operan, mengeksekusi tendangan bebas, serta menuntaskan sebuah serangan.
Kelemahan terbesar Rooney adalah kecenderungannya untuk kehilangan fokus. Jika keadaan tidak berjalan sesuai harapan, Rooney sering terlihat frustasi. Tidak terlalu buruk, tapi dalam keadaan seperti itu biasanya Rooney mendapat kartu karena pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu.
Untungnya, Rooney tidak tidak melakukannya terlalu sering. Namun, jika Rooney mampu menyalurkan rasa frustasi tersebut dengan cara lain, maka dia bisa menjadi pemain yang lebih baik daripada sekarang, dan itu akan membuatnya jadi striker yang lebih menakutkan.
Zlatan Ibrahimovic

PSG beruntung bisa mengamankan jasa striker Swedia yang merupakan salah satu talenta terbaik dan paling komplet di dunia ini.
Zlatan Ibrahimovic sangat kuat dalam duel udara. Passing, finishing, long shot dan tendangan bebasnya adalah ancaman konstan bagi barisan pertahanan mana pun.
Dribel, penguasaan bola, kemampuan menciptakan assist, dan fantasinya juga terbilang istimewa.
Jika ada yang kurang dari Ibrahimovic, maka itu adalah kedisiplinan serta konsistensinya.
Ibrahimovic bisa menjelma jadi predator mematikan di satu pertandingan, tapi mendadak kehilangan sentuhan di pertandingan lain. Tak jarang pula dia melakukan pelanggaran keras atau tindakan emosional yang berbuah kartu merah hingga larangan turun ke lapangan.
Hal-hal seperti itu tak hanya merugikan tim, tapi juga buruk untuk dirinya sendiri. Jika Ibrahimovic sanggup mengatasi kelemahannya, maka bukan tak mungkin dia bisa menjadi saingan berat dua pemain terbaik dunia yang ada sekarang ini.
Vincent Kompany

Jika ada bek sentral lain di dunia saat ini yang lebih baik daripada Vincent Kompany, maka dia pastilah pemain istimewa.
Bintang Belgia ini tampil sensasional bersama Manchester City selama dua musim terakhir. Dia memiliki kemampuan nyaris sempurna sebagai seorang pemain belakang.
Dia pandai membaca permainan, mendribel, menerima operan, dan ketangguhannya dalam bertahan tak perlu diragukan. Dia juga memiliki aura yang menciptakan rasa tenang bagi rekan-rekan beknya yang lain serta sang kiper di bawah mistar.
Kelemahan Kompany adalah tekel berbahaya yang kadang dia lakukan. Dia beberapa kali melakukan tekel dua kaki. Meski tak berniat kasar, tekel seperti itu bisa memaksa wasit mencabut kartu kuning atau bahkan mengusirnya dari lapangan.
Bastian Schweinsteiger

Bastian Schweinsteiger adalah denyut nadi Bayern Munich.
Tugas Schweinsteiger bisa dibandingkan dengan tugas Steven Gerrard di Liverpool dan Frank Lampard di Chelsea.
Schweinsteiger hebat dalam membaca permainan dan memiliki operan akurat. Tendangan jarak jauhnya pun cukup bisa diandalkan. Yang paling penting, Schweinsteiger adalah pengendali permainan timnya. Berkat dialah Bayern meraih banyak kesuksesan.
Schweinsteiger merupakan tipikal gelandang sentral modern yang paham benar bagaimana cara menyerang maupun kapan harus melakukan tekel yang sifatnya krusial.
Schweinsteiger kurang di satu poin, yaitu gol. Jika pemain timnas Jerman ini ingin meningkatkan level permainan, maka dia butuh lebih mengasah finishing dan akurasi tembakan jarak jauh andalannya.
Mario Balotelli

Kita awali dengan sosok kontroversial Manchester City dan Azzurri, Mario Balotelli.
Jika melihat sepak terjangnya yang hebat di Euro 2012 bersama Italia, tak perlu diragukan lagi bahwa Balotelli adalah salah satu pemain yang pantas menyandang status 'terbaik'.
Namun, performa seperti itu jarang dia tampilkan di City. Jangankan tampil hebat, turun ke lapangan pun bisa dibilang nyaris tidak pernah.
Balotelli dibekali skill, kecepatan, power dan insting sejati seorang striker yang seharusnya bisa mengacaukan setiap barisan pertahanan di tanah Eropa. Akan tetapi, satu kelemahan justru mengunci semua kemampuan itu untuk keluar.
Sangat mudah melihat kelemahan terbesar Super Mario, yaitu sikapnya.
Jika bisa lebih rendah diri dan berkonsentrasi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya setiap saat, dia pasti sanggup menjadi pemain hebat, bahkan mungkin tak perlu lagi bertanya kepada kita Why Always Me?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13















