3 Kelemahan Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020
Aga Deta | 28 Maret 2019 09:35
Bola.net - Bola.net - Timnas Indonesia U-23 meraih hasil yang buruk di babak kualifikasi Piala AFC U-23 2020 selama di Vietnam, 22-26 Maret 2019. Untuk itu, mereka bisa dipastikan gagal tampil di turnamen tersebut di Thailand.
Skuat Garuda Muda hanya menang sekali atau meraih tiga poin dari tiga pertandingan. Mereka tidak mampu bersaing di Grup K melawan Thailand, Vietnam, dan Brunei.
Di laga pertama, Andy Setyo dkk. langsung babak belur setelah takluk 0-4 dari Thailand (22/3/2019). Berikutnya, mereka juga tumbang 0-1 dari Vietnam (24/3/2019). Terakhir, skuat arahan Indra Sjafri unggul tipis 2-1 atas Brunei (26/3/2019).
Kegagalan ini membuat banyak pencinta sepak bola nasional patah hati. Mereka mengidamkan Timnas Indonesia U-23 bisa tampil di Piala AFC U-23 2020 agar membawa harum nama bangsa.
Sebelum memulai kualifikasi, Timnas Indonesia U-23 sebenarnya sangat dijagokan lolos. Saat bernama Timnas Indonesia U-22, mereka menjuarai Piala AFF U-22 2019 di Kamboja pada akhir Februari.
Hanya, catatan buruk di kualifikasi itu tak dapat terhindarkan. Hanya mencetak dua gol dan kebobolan tujuh kali dalam tiga laga menjadi catatan yang buruk bagi sebuah tim juara.
Kegagalan ini tak luput dari pengamatan pengamat asal Jawa Timur, Hanafing. Mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an dan 1990-an itu membeberkan beberapa kelemahan Timnas Indonesia U-23 yang perlu mendapat evaluasi. Berikut ulasannya Hanafing.
Lambat Membuat Keputusan

Kekalahan 0-4 dari Thailand sudah menjadi alarm dan pertanda buruk bagi Timnas Indonesia U-23. Di laga itu, mereka bermain tidak rapi dan pertahanan dengan mudah ditembus pemain Thailand.
Menurut Hanafing, Marinus Wanewar dkk. kerap membuang waktu dalam mengambil keputusan. Hal itulah yang membuat Timnas Indonesia U-23 juga lambat melakukan serangan dan membobol gawang lawan.
"Membuat keputusan itu penting. Kalau waktunya tidak tepat akan berakibat fatal. Misalnya sudah membawa bola, melihat lawan rapat menjaga pertahan, akhirnya turun lagi dan tidak mendapat peluang," ulas Hanafing.
Problem ini muncul sejak laga pertama melawan Thailand. Berikutnya, pemain Timnas Indonesia U-23 terkesan mengulur waktu dan gagal memanfaatkan momen untuk menembus pertahanan lawan.
Contoh dari masalah ini adalah saat Marinus menerima bola blunder kiper Vietnam. Dia peluang besar memanfaatkannya jadi gol, bola tembakan Marinus berhasil ditepis kiper Vietnam.
Minim Kombinasi

Buruknya dalam mengambil keputusan itu kemudian berdampak pada minimnya kombinasi permainan. Timnas Indonesia U-23 tidak mampu mencari cara lain untuk mendapat peluang.
"Kombinasi itu seharusnya banyak permainan yang dilakukan, misalnya umpan silang, terobosan, atau penetrasi. Saya lihat permainan berjalab agak monoton," ucap pelatih berlisensi instruktur FIFA itu.
"Kalau soal skill, pemain Indonesia sebenarnya tidak kalah. Tapi, membuat keputusannya lambat dan sering kebingungan. Itu akhirnya membuat peluang gol semakin menipis," imbuh Hanafing.
Hanafing menilai pemain Timnas Indonesia U-23 terlalu sering membawa bola sendiri. Tak jarang, Egy Maulana Vikri dkk. juga tidak sigap saat lawan melakukan serangan sehingga transisi berjalan buruk.
Mental Bermain

Timnas Indonesia U-23 datang ke Vietnam dengan status sebagai kampiun Piala AFF U-22 2019. Banyak yang menilai hal itu memicu mental meremehkan kemampuan lawan selama kualifikasi.
Hanafing juga memiliki pendapat yang sama. Lebih dari itu, menurutnya, level permainan Indonesia memang masih belum sampai Asia, meski semua lawan yang dihadapi dalam kualifikasi lalu juga berasal dari Asia Tenggara.
"Thailand dan Vietnam punya tim yang berbeda saat Piala AFF U-22 dan kualifikasi Piala AFC U-23. Mereka sudah punya tatanan yang baik untuk mampu bersaing di level Asia. Permainannya saja sudah kelihatan," ucap Hanafing.
"Sedangkan Indonesia saya pikir baru bisa berbicara banyak di Asia Tenggara. Mental itu berpengaruh dan ini akan menjadi tugas besar untuk melakukan edukasi dalam mental bermain," imbuh pria yang menjadi bagian skuat Timnas Indonesia saat meraih emas SEA Games 1991 itu.
Sumber: Bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Elkan Baggott Bangga Jadi Bagian Timnas Indonesia yang Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 09:14
-
John Herdman Berbagi Kebahagiaan usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 08:44
-
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero: Kami Membuat Sejarah
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 07:14
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

