5 Alasan Jerman Tersingkir dari Euro 2016
Rero Rivaldi | 8 Juli 2016 19:50
Bola.net - Bola.net - datang ke Euro 2016 dengan harapan bisa mengawinkan dua trofi bergengsi di ajang Internasional, usai dua tahun silam memenangkan Piala Dunia di Brasil. Namun apa daya, target tersebut akhirnya gagal diraih, setelah Der Panzer takluk 0-2 dari tim tuan rumah, , di babak semifinal pagi tadi.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Velodrome tersebut, Jerman sejatinya jadi tim yang lebih banyak diunggulkan. Secara permainan, mereka tampil lebih konsisten sejak fase grup, dan sempat meladeni lawan-lawan tangguh seperti dan .
Di sisi lain, Prancis justru memulai Euro kali ini dengan penampilan kurang meyakinkan, dan hanya menghadapi tim-tim yang secara kasta masih di bawah mereka, dan , di fase knock-out.
Namun nyatanya Les Bleus justru sukses meraih jatah bermain di final di depan pendukung sendiri. Agaknya tim asuhan Didier Deschamps bisa memanfaatkan dengan baik absennya beberapa bintang andalan tim asuhan Joachim Loew, seperti Mats Hummels, dan Mario Gomez.
Selain itu, masih ada beberapa faktor lain yang dirasa ikut berperan dalam kegagalan Jerman menembus partai puncak di Euro kali ini. Berikut Bola.net beberkan lima alasan mengapa Der Panzer akhirnya bisa tersingkir dari turnamen.
Absennya Pemain Bintang

Namun yang terjadi justru sebaliknya, sosok pemain seperti Julian Draxler dan Emre Can seperti tak mampu menjadi motor serangan yang baik untuk tim Panzer. Di atas lapangan, mereka sanggup menguasai bola, namun seolah sulit untuk mencari celah guna menembus pertahanan tim lawan.
Blunder

Dan situasinya tak jadi semakin baik, ketika Bastian Schweinsteiger kehilangan konsentrasi dan melakukan blunder di babak kedua. Gelandang Manchester United itu dituding wasit melakukan handsball di kotak terlarang, yang berbuah hadiah penalti untuk Prancis. Antoine Griezmann sebagai algojo melakukan tugasnya dengan baik dan sejak saat ini Jerman seolah kesulitan untuk bangkit.
Gol kedua Prancis pun juga lahir dari blunder Joshua Kimmich, yang tak mampu menjaga penguasaan bola dengan baik dan membuat pemain Atletico Madrid sukses membuat gol keduanya di pertandingan ini.
Regenerasi

Bek kiri Philpp Lahm, bek tengah Per Mertesacker, dan pencetak gol terbanyak Piala Dunia, Miroslav Klose, menyatakan pensiun setelah turnamen di Brasil selesai. Hal ini membuat terjadi penurunan kualitas yang signifikan dalam skuat inti Jerman dan ini terlihat jelas sejak babak kualifikasi Euro dimulai.
Mereka menang susah payah atas Skotlandia, kalah di tangan Polandia, dan hanya bermain imbang dengan Irlandia. Meski akhirnya sukses masuk ke putaran final, kegagalan Jerman dalam melakukan regenerasi akhirnya tampak ketika para pemain yang mendapat kepercayaan menggantikan peran Sami Khedira, Mats Hummels, dan Mario Gomez di semifinal, gagal menunjukkan performa sesuai ekspektasi.
Tidak Beruntung

Bahkan sepanjang 90 menit, Hugo Lloris dipaksa pontang-panting menghadapi hujan tembakan dari para pemain Jerman. Tembakan Thomas Muller di depan gawang sempat melenceng. Emre Can memaksa sang kiper untuk membuat penyelamatan emas. Usaha Bastian Schweinsteiger mampu di-tip dengan sempurna. Selain itu, tembakan Julian Draxler juga sempat meluncur tipis dari sasaran.
Ketika babak pertama berakhir, tim asuhan Joachim Loew menguasai 64 persen aliran bola dan mencatat 11 tembakan ke arah gawang atau lebih dari dua kali lipat yang dilepaskan Prancis (5).
Sayang, Dewi Fortuna masih belum berpihak pada Jerman, hingga mereka akhirnya harus menerima kekalahan dari sang tuan rumah, meski menunjukkan permainan yang lebih baik.
Pergantian Kurang Efektif

Manajer Joachim Loew juga memasukkan Leroy Sane, 20 menit jelang pertandingan berakhir. Namun kala itu Prancis sudah memutuskan untuk menjaga mati-matian keunggulan yang sudah mereka punya dan sang pemain muda tak bisa banyak membuat masalah untuk barisan pertananan lawan dengan kecepatan yang ia punya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Zinedine Zidane Ambil Alih Prancis, Nasib Kylian Mbappe Jadi Perhatian
Piala Dunia 28 Juli 2026, 19:36
LATEST UPDATE
-
Kabar Terbaru Alejandro Balde ke MU: Barcelona Siap Lepas, Tapi....
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 20:30
-
Murah Saja! MU Bisa Dapatkan Striker Timnas Prancis ini dengan Harga Hemat!
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 20:00
-
Bos Brighton Pede Yankuba Minteh Tidak Tergoda Pindah ke Liverpool
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 19:40
-
Manchester United Wajib Hukumnya Hancurkan Ipswich Town, Kalau Tidak, Bakal Berabe!
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 19:20
-
Dear Manchester United, Bayern Munchen Rindu Kalian!
Liga Champions 28 Agustus 2026, 19:00
-
Manchester United Cari Bek Tengah Baru, Incar Pemain Chelsea Ini?
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:40
-
Gabriel Martinelli OTW Gabung Al-Hilal
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:20
-
Bruno Fernandes Nantikan Tuah Carlos Baleba di Manchester United
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:00
-
Akhirnya Debut di Barcelona, Rodri: Semoga Bisa Lebih Baik Lagi!
Liga Spanyol 28 Agustus 2026, 17:40
-
Joshua Zirkzee Segera Cabut dari Old Trafford, Begini Langkah Antisipasi MU
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 17:20
-
Saga Transfer Julian Alvarez Memanas, Bos Barcelona Pilih Diam Seribu Bahasa
Liga Spanyol 28 Agustus 2026, 17:00
-
Emiliano Martinez Sudah Tiba di London, Segera Disahkan Jadi Pemain Chelsea
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 16:27
-
Prediksi Chelsea vs Brighton, 30 Agustus 2026
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






