5 Alasan Neymar Dan Messi Tak Akan Akur
Editor Bolanet | 28 Juni 2013 04:26
Bola.net - Beberapa pihak mulai menyuarakan keraguan mereka mengenai duet Lionel Messi dengan . Banyak tokoh yang menilai dua pemain hebat ini akan sulit disatukan dalam satu tim.
Barcelona FC membayar 57 juta euro untuk menarik Neymar ke Camp Nou. Tujuan awal mereka sudah pasti adalah untuk mengurangi Messidependencia yang selama ini menjadi salah satu momok Blaugrana.
Tak ada yang meragukan kualitas Messi dan Neymar (kecuali mungkin Joey Barton yang menyebut Neymar sebagai Justin Bieber-nya sepakbola). Namun juga tak bisa dibantah bahwa menyatukan dua talenta tidaklah semudah membalik telapak tangan.
Johan Cruyff adalah yang paling lantang dalam menyuarakan keraguannya. Ia menyebut pembelian Neymar merupakan perjudian besar yang bisa saja merusak harmoni Barca. Namun Cruyff juga mengakui bahwa duet Neymar-Messi bisa jadi tandem paling menakutkan di seantero Eropa.
Berikut adalah beberapa alasan yang membuat sebagian kalangan berpikir Messi dan Neymar tak akan bisa akur. (sun/hsw)
Negara

Neymar adalah orang Brasil sedangkan Messi adalah orang Argentina. Dalam sejarahnya, Brasil dan Argentina tak pernah bisa akur dalam sepakbola.
Contoh paling mudahnya seperti ini: Bayangkan jika Pele dan Diego Maradona berada dalam satu ruangan untuk membahas siapa pemain terbaik sepanjang masa. Secara umum, Brasil dan Argentina merupakan rival klasik dalam sepakbola dunia.
Meski demikian, rivalitas antar negara itu tak bisa dijadikan patokan sepenuhnya mengenai hubungan pemain di level klub. Messi sendiri bisa sangat akur dengan para penggawa Barca dari Brasil seperti Dani Alves dan Adriano.
Jika merunut lebih jauh lagi, dua mentor pertama Messi adalah pemain-pemain asal Brasil; Ronaldinho dan Deco. Jadi, rivalitas antar negara sepertinya tak akan menjadi alasan buat Messi dan Neymar untuk tidak akur.
Bola Mati

Neymar adalah eksekutor tendangan bebas yang lihai. Jika tak percaya, silahkan tanya kepada Gianluigi Buffon yang gawangnya baru dibobol dengan cantik di Piala Konfederasi.
Di lain pihak, Messi juga merupakan penendang bola mati yang piawai. Ia sudah menunjukkannya musim lalu dengan mencetak beberapa gol cantik lewat tendangan bebas.
Para pemain dengan skill seperti ini biasanya punya ego cukup tinggi untuk menjadi eksekutor. Messi dan Neymar juga demikian. Namun tak serta merta mereka bakal bertengkar untuk berebut menjadi penendang.
Masalah seperti ini biasanya akan diselesaikan oleh pelatih. Seorang pelatih bisa saja membagi tugas menendang dan para pemain diberi kesempatan secara bergantian. Karenanya, jika kedua pemain memang berebut untuk menjadi eksekutor bola mati, maka Tito Vilanova yang harus menjadi penengah dan berperan sebagai pembuat keputusan.
Gaya Bermain

Masalah utama Messi dan Neymar adalah mereka terlalu mirip. Bukan soal gaya, tetapi soal cara mencetak gol. Messi dan Neymar senang masuk dari samping, melakukan tusukan ke tengah lalu mencetak gol.
Bedanya, Neymar suka mempermainkan lawannya dengan trik-trik yang memukau. Messi, di sisi lain, lebih bermain efektif. Ia melewati lawan dengan gerakan 'seperlunya' tanpa banyak pamer skill.
Masalahnya adalah, dua pemain ini menempati posisi yang sama di lapangan. Lagi-lagi keputusan akan berada di tangan Vilanova. Ia bisa memilih menempatkan Messi dan Neymar di sisi sayap yang berbeda atau mengorbankan salah satu untuk menempati posisi baru di tengah.
Sponsor

Messi adalah salah satu pemain utama milik Adidas sedangkan Neymar adalah poster boy Nike. Persaingan Nike vs Adidas adalah perseteruan dua produsen apparel paling menggurita di dunia olahraga.
Selain itu, Nike merupakan partner Barca. Publik juga sudah tahu bahwa sponsor tim juga bisa memiliki peran yang besar dalam menentukan transfer pemain. Yang ditakutkan adalah jika terjadi friksi antara Messi dan Neymar, akan ada campur tangan dari sponsor-sponsor tersebut.
Selain itu uang penghasilan Neymar dan Messi juga berpotensi mendapatkan masalah. Jika sampai ada salah satu pemain yang iri, bisa jadi akan ada perang dingin antar pemain. Meski demikian, Barca pastinya tak akan begitu saja merelakan dua pemain itu pergi hanya karena uang.
Sejarah

Untuk mengeluarkan potensi maksimal Messi, sudah banyak pemain depan yang harus dikorbankan. Messi adalah prioritas Barca dalam beberapa tahun terakhir, ia harus mendapatkan semua ruang yang dibutuhkannya.
Ronaldinho, Samuel Eto'o, Zlatan Ibrahimovic dan David Villa kehilangan posisi mereka ketika disandingkan dengan Messi. Villa dan Ibra yang sebelumnya menjadi ujung tombak di tim masing-masing harus rela menjadi 'pembantu' Messi di Barca.
Kemungkinan besar Nasib Neymar akan sama. Ia tak akan menjadi ujung tombak lagi dan akan ditempatkan untuk lebih banyak membantu Messi. Neymar mengaku tak keberatan untuk menjalani peran itu.
Dalam konferensi pers pengenalan dirinya, Neymar mengatakan dirinya datang ke Barca untuk membantu Messi menjadi lebih hebat lagi. Masalahnya adalah; sampai kapan?
Setiap pemain pasti memiliki impian untuk menjadi yang terbaik, tak terkecuali Neymar. Patut diingat bahwa Neymar sudah menjadi salah satu kandidat penerima Ballon d'Or dalam beberapa tahun terakhir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dicoret dari Timnas Brasil, Neymar Kirim Pesan Menyentuh untuk Ancelotti
Piala Dunia 19 Maret 2026, 18:08
LATEST UPDATE
-
Ditawari Kontrak Baru, Dusan Vlahovic Ragu Bertahan di Juventus
Liga Italia 21 Maret 2026, 21:30
-
Digosipkan Bakal Dipecat Chelsea, Begini Respon Liam Rossenior
Liga Inggris 21 Maret 2026, 21:00
-
Hasil FP2 MotoGP Brasil 2026: Ai Ogura Tercepat, Asapi Marc Marquez
Otomotif 21 Maret 2026, 20:48
-
Hasil FP2 Moto2 Brasil 2026: Mario Aji Ketiga, Izan Guevara Tercepat
Otomotif 21 Maret 2026, 20:13
-
Rafael Leao Bakal Absen di Laga AC Milan vs Torino, Ada Apa?
Liga Italia 21 Maret 2026, 20:00
-
Hasil FP2 Moto3 Brasil 2026: David Almansa Terdepan, Ungguli Joel Kelso
Otomotif 21 Maret 2026, 19:26
-
Bintang Premier League Ini Bakal Jadi Suksesor Mohamed Salah di Liverpool?
Liga Inggris 21 Maret 2026, 18:30
-
Tempat Menonton Milan vs Torino Hari Ini, Disiarkan Dimana dan Jam Berapa?
Liga Italia 21 Maret 2026, 18:12
-
Bruno Fernandes Kesal MU Didzalimi Wasit dan VAR Saat Lawan Bournemouth
Liga Inggris 21 Maret 2026, 17:45
-
Baru Semusim, Liam Delap Bakal Cabut dari Chelsea dan Gabung Klub Ini?
Liga Inggris 21 Maret 2026, 17:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28










