5 Legenda Sepak Bola yang Gagal Sebagai Pelatih
Aga Deta | 14 Februari 2019 11:57
Bola.net - Bola.net - Ketika seorang pemain mencapai tahap akhir dari karirnya, banyak yang bertanya-tanya apakah dia akan beralih menjadi pelatih. Ada beberapa contoh ketika seorang pemain sepak bola kemudian menjadi pelatih yang hebat.
Contoh terbaru adalah Zinedine Zidane. Legenda Prancis itu memenangkan Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon d'Or sebagai pemain dan kemudian memenangkan tiga gelar Liga Champions berturut-turut dengan Real Madrid sebagai pelatih.
Namun, tidak semua pelatih bisa bernasib bagus seperti Zidane. Ada banyak mantan pemain hebat yang gagal ketika meniti karier sebagai pelatih.
Berikut ini lima legenda sepakbola yang gagal sebagai pelatih seperti dilansir Fox Sports Asia.
Tony Adams

Adams masih tetap menjadi sosok yang populer di kalangan penggemar Arsenal. Namun, dia lebih sukses sebagai pemain ketimbang pelatih dan selera berpakaiannya pernah menjadi bahan olokan Isco saat Granada bertemu Real Madrid.
Adams pernah menangani empat tim - Wycombe Wanderers, Portsmouth, Gabala dan Granada - tetapi tidak pernah berhasil memenangkan trofi. Rekor kemenangan terbaiknya adalah dengan Wanderers, di mana ia memiliki persentase kemenangan 22,6%.
Clarence Seedorf

Milan berharap bisa bangkit ketika mereka menunjuk Clarence Seedorf yang legendaris sebagai pelatih di San Siro. Seedorf adalah pemain hebat pada masanya dan mereka berharap bahwa dia akan menjadi Zinedine Zidane-nya Milan.
Namun, meski memiliki rasio kemenangan 50% dengan Rossoneri, dia dipecat setelah empat bulan. Setelah itu, dia pergi ke China dan menangani Shenzen selama 14 pertandingan sebelum digantikan oleh Sven-Goran Eriksson.
Seedorf kemudian ditunjuk menjadi pelatih Deportivo dan hanya memenangkan dua pertandingan dalam 16 pertandingan. Saat ini, Seedorf bersama Kamerun dan baru saja meraih satu kemenangan dari enam pertandingan.
Gary Neville

Gary Neville memulai karier setelah pensiun dari lapangan hijau dengan menjadi pandit. Dalam semua analisisnya, dia selalu brilian secara taktis dan menjelaskan kepada para penonton tentang bagaimana kedua tim bermain dengan sangat mendalam.
Akibatnya, banyak yang berpikir bahwa Neville bisa menjadi manajer yang hebat. Namun, Neville hanya bertahan dengan Valencia selama 28 pertandingan dan cuma memenangkan 10 pertandingan.
Pada akhir masa jabatannya, para penggemar meneriakinya untuk pergi dan ada juga cerita bahwa para pemain berpesta setelah mantan pemain Manchester United itu dipecat.
Diego Maradona

Legenda Argentina ini mungkin adalah pelatih terburuk di antara mantan pemain top. Maradona sudah menangani enam tim dalam kariernya dan tidak pernah mempersembahkan trofi.
Maradona gagal membuat timnya tampil mengesankan dan pada akhirnya dipecat. Rasio kemenangan terbaiknya adalah ketika dia menjadi pelatih Argentina, di mana dia memenangkan 18 dari 24 pertandingan yang dipimpinnya.
Thierry Henry

Monaco memecat Leonardo Jardim dan menggantikannya dengan mantan pemain mereka Thierry Henry. Monaco berharap Henry bisa membawa angin perubahan yang lebih baik tetapi yang terjadi adalah bencana.
Henry memimpin tim Ligue 1 tersebut selama 20 pertandingan dan hanya menang empat kali. Setelah itu, Henry dipecat dan Leonardo Jardim dipanggil kembali untuk membereskan semua kekacauan yang ditinggalkan mantan striker Arsenal tersebut.
Video Pilihan
Berita video komentar reaksi Pelatih Real Madrid, Santiago Solari, soal kemenangan timnya yang juga berkat peran VAR (Video Assistant Referee) dalam laga melawan Ajax pada 16 Besar Liga Champions 2018-2019, Rabu (13/2/2019).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16
LATEST UPDATE
-
Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
Tim Nasional 4 September 2026, 15:46
-
Prediksi Susunan Pemain Ipswich vs Liverpool: Barcola Berpeluang Debut
Liga Inggris 4 September 2026, 15:35
-
Marc Klok dan Laga Emosional Persib vs PSM Makassar
Bola Indonesia 4 September 2026, 15:14
-
Gabung Al-Hilal, Gabriel Martinelli Jadi Penjualan Termahal Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 15:00
-
Target Persib di ACL Two 2026/2027, Umuh Muchtar: Mudah-mudahan Juara
Bola Indonesia 4 September 2026, 14:44
-
Link Nonton Siaran Langsung Bali United vs PSS Sleman FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:42
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea Versi Gary Neville: The Gunners Menang 2-0
Liga Inggris 4 September 2026, 13:36
-
Xabi Alonso Siapkan Perubahan pada 2 Sektor Chelsea untuk Hadapi Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 13:29
-
Dusan Vlahovic Akhirnya Ungkap Alasan di Balik Kepergiannya dari Juventus
Liga Italia 4 September 2026, 13:20
-
Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
Liga Italia 4 September 2026, 13:12
-
Link Nonton Siaran Langsung Arema FC vs Insenmulang FC di Indosiar dan Vidio
Bola Indonesia 4 September 2026, 13:10
-
KapanLagi Book Club Gelar Silent Reading di Tengah Karya Seni Museum MACAN
Lain Lain 4 September 2026, 12:38
-
Julian Alvarez Hadapi Kenyataan Pahit Usai Gagal Tinggalkan Atletico
Liga Spanyol 4 September 2026, 11:05
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





