6 Pemain yang Dijual pada Saat yang Tepat, Coutinho & Hazard Bikin Boncos Klub Pembelinya
Aga Deta | 14 Juli 2022 15:40
Bola.net - Melepas seorang pemain ke klub lain sepertinya tidak boleh sembarangan. Klub harus tahu saat yang tepat untuk melepas sang pemain.
Seperti yang dilakukan Manchester United (MU) 10 tahun lalu saat menjual Park Ji-sung ke Queens Park Rangers.
Park telah memainkan lebih dari 200 pertandingan untuk MU selama tujuh musim. Namun, beberapa saat setelah kepergiannya, menjadi jelas bahwa puncak kariernya di Liga Inggris telah berakhir.
Pemain asal Korea Selatan itu mencatatkan 20 penampilan liga untuk tim asuhan Mark Hughes.
MU hanya mendatangkan biaya tujuh digit untuk sang gelandang, tapi dia adalah contoh klub yang tahu kapan harus melepas pemain dan menolak membiarkan emosi menghalanginya.
Selain Park Ji Sung, siapa lagi?
Bastian Schweinsteiger

Schweinsteiger mengakhiri kariernya di Bayern Munchen dengan 500 penampilan. Ia lalu bergabung dengan MU pada 2015.
Tapi, cedera membatasi kariernya. Dia hanya bermain 35 pertandingan untuk MU, empat di antaranya setelah kedatangan Jose Mourinho sebagai manajer pada 2016.
Pemain asal Jerman itu berhasil bermain lebih banyak setelah bergabung dengan Chicago Fire.
Philippe Coutinho

Coutinho dikaitkan dengan Barcelona jauh sebelum kepindahannya pada Januari 2018, tetapi kepindahannya senilai 142 juta poundsterling akan dianggap sebagai satu di antara investasi terburuk dalam sepak bola.
Beberapa bulan pertama Coutinho di Camp Nou jauh dari buruk. Tapi, segalanya segera berubah. Dia akhirnya dijual ke Aston Villa dengan kerugian besar.
Liverpool, sementara itu, tidak merindukannya sedikit pun. Musim penuh pertama tanpa Coutinho, mereka memenangkan Liga Champions, lalu gelar Liga Inggris menyusul satu tahun kemudian.
Freddie Ljungberg

Ljungberg akan selalu dikenang oleh para penggemar Arsenal. Namun, pendukung West Ham mungkin tidak demikian.
Pemain asal Swedia itu memainkan perannya dalam dua kampanye perebutan gelar untuk The Gunners, termasuk musim Invincibles.
Ia dilepas ke West Ham pada 2007 dan ampas banget. Dia cuma tampil dalam 25 laga, mencetak dua gol. Ia lalu dilepas semusim kemudian, dari kontrak empat tahun.
Theo Walcott

Arsenal mendapat 20 juta poundsterling dari penjualan Walcott pada Januari 2018.
Meskipun Walcott tidak selalu tampil bagus, dia memberikan banyak momen yang tak terlupakan bagi para pendukungnya dan mencetak 19 gol dalam musim penuh terakhirnya di London Utara. Itu tampaknya cukup bagi manajer Everton, Sam Allardyce untuk mengabaikan fakta bahwa dia hampir tidak bermain di paruh pertama musim 2017/2018.
Walcott tidak menyamai penghitungan 19 gol itu untuk Everton. Dalam empat setengah tahun sejak meninggalkan Arsenal, dia hampir tidak mencapai setengah dari total itu meskipun bermain lebih dari 100 pertandingan untuk Everton dan Southampton.
Fernando Torres

Fernando Torres melewatkan akhir musim 2009/2010 setelah menjalani operasi. Liverpool melepas Fernando Torres ke Chelsea pada 2011.
Dia tidak kembali ke performa terbaik pada musim berikutnya. Namun dia melakukannya, yang terpenting, mencetak kedua gol dalam kemenangan atas Chelsea pada musim itu.
Chelsea membobol tabungan untuk Torres, senilai 50 juta poundsterling. Penggantinya di Liverpool lebih ampas, Andy Carroll.
Eden Hazard

Chelsea melepas Eden Hazard ke Real Madrid setelah membawa The Blues meraih kejayaan di Liga Europa.
Investasi yang buruk bagi Real Madrid, dengan biaya awal 85 juta poundsterling.
Sekali lagi, cedera menjadi faktor, dengan pemain Belgia itu hanya bermain 48 kali dalam tiga musim di Liga Spanyol. Dia bukan satu-satunya yang berjuang setelah kepindahan besar-besaran ke Madrid, Luka Jovic juga bernasib sama.
Sumber: Mirror
Disadur dari: Bola.com/Penulis Wiwig Prayugi
Published: 14/7/2022
Baca Juga:
5 Free Transfer Terbaik di Abad 21: Salah Satunya Lionel Messi
6 Pelatih yang Bikin Aturan Absurd, Termasuk Juga Erik Ten Hag
Starting XI Pemain dengan Harga Kemahalan, Dari Kepa Hingga Neymar
Sedih! 5 Pemain yang Gagal Bersinar Bersama Manchester United
Melihat Kembali Statistik Paul Pogba pada Periode Pertamanya di Juventus
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


