9 Pemain yang Pernah Membela Inter Milan dan Arsenal
Aga Deta | 6 November 2024 15:27
Bola.net - Pertandingan sengit antara Inter Milan dan Arsenal akan segera hadir di Giuseppe Meazza pada matchday 4 fase grup Liga Champions 2024/2025. Duel ini dijadwalkan kick-off pada Kamis, 7 November 2024, pukul 03.00 WIB.
Selain rivalitas kedua tim yang selalu menyuguhkan drama, ada juga sejumlah pemain yang pernah membela kedua klub ini sepanjang karier mereka. Dengan sejarah panjang dan prestasi besar, Inter Milan dan Arsenal telah menjadi rumah bagi banyak pemain top dunia.
Para pemain ini bukan hanya sekadar pengisi skuad, tetapi juga pernah meninggalkan jejak penting dalam perjalanan kedua klub. Dari laga domestik hingga Eropa, mereka berkontribusi dengan cara mereka masing-masing.
Berikut adalah sembilan pemain yang pernah memperkuat baik Inter Milan maupun Arsenal. Siapa saja mereka, dan bagaimana perjalanan mereka di kedua klub raksasa ini?
1. Cedric Soares

Cedric Soares menunjukan performa terbaiknya saat bermain untuk Southampton. Bek kanan asal Portugal itu kemudian sempat dipinjamkan ke Inter Milan pada Januari 2019.
Namun, masa bermain Cedric di Inter sangat terbatas. Pemain belakang berusia 33 tahun tersebut hanya memainkan sembilan pertandingan di seluruh kompetisi bersama Nerazzurri.
Cedric datang ke Arsenal pada Januari 2020, awalnya dengan status pinjaman. Setelah statusnya berubah permanen, Cedric tak pernah menjadi pilihan utama dan meninggalkan Emirates Stadium pada musim panas 2024.
2. Nelson Vivas
Setelah bermain di klub-klub Argentina, Nelson Vivas bergabung dengan Arsenal pada 1998. Meski ia memiliki pengalaman internasional, kariernya di Arsenal kurang mencolok karena persaingan ketat di lini belakang.
Sebagian besar dari 56 penampilan yang ia buat di Arsenal adalah sebagai pemain pengganti. Vivas terlihat kesulitan untuk menembus starting XI yang diisi oleh bek-bek andal seperti Tony Adams dan Martin Keown.
Pada tahun 2001, Vivas pindah ke Inter Milan dengan status bebas transfer. Namun, pengalamannya di Italia juga tidak berjalan mulus. Selama dua tahun di Milan, ia hanya mencatatkan kurang dari 1.000 menit bermain.
3. Mikael Silvestre

Mikael Silvestre bergabung dengan Inter Milan pada musim 1998/1999 setelah meninggalkan klub Prancis, Rennes. Namun, waktu bermainnya sangat terbatas di Serie A. Ia hanya menghabiskan satu musim di Milan dan jarang tampil sebagai starter.
Setelah membela Manchester United selama bertahun-tahun dan meraih banyak gelar, Silvestre bergabung dengan Arsenal pada 2008. Pindah langsung dari Manchester United ke Arsenal, ia menjadi pemain pertama yang melakukan hal tersebut sejak Viv Anderson pada 1987.
Meski telah berusia lebih tua dan berada di luar masa puncaknya, pengalaman Silvestre sangat dihargai Arsene Wenger. Namun, seperti halnya di Inter, ia tidak tampil sebagai pemain utama dan sebagian besar waktu bermainnya di Arsenal terjadi sebagai pemain cadangan.
4. Lukas Podolski

Lukas Podolski bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2012 dari Koln. Di Arsenal, ia dikenal dengan kaki kiri yang kuat dan kemampuan mencetak gol dari berbagai posisi di lini depan.
Selama tiga musimnya bersama Arsenal, Podolski mencetak sejumlah gol penting. Penyerang asal Jerman itu menjadi bagian dari tim yang memenangkan Piala FA pada 2014 di bawah asuhan Arsene Wenger.
Pada Januari 2015, Podolski pindah ke Inter Milan dengan status pinjaman hingga akhir musim. Di Inter, ia tidak mampu tampil sebanyak yang diinginkan dan tidak berhasil memberikan dampak besar seperti yang dia lakukan di Arsenal.
5. Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan bergabung dengan Arsenal pada Januari 2018 sebagai bagian dari pertukaran yang melibatkan Alexis Sánchez, yang pindah ke Manchester United. Selama waktunya di Arsenal, Mkhitaryan menunjukkan kualitasnya sebagai playmaker dengan kemampuan untuk mencetak gol dan memberikan assist.
Meski sering menunjukkan momen-momen brilian, Mkhitaryan sering kesulitan untuk mempertahankan konsistensi. Hal itu membuatnya tidak selalu menjadi pilihan utama di bawah manajer Arsene Wenger dan kemudian Unai Emery.
Setelah bermain di AS Roma, Mkhitaryan pindah ke Inter Milan pada musim panas 2022 dengan status bebas transfer. Di Inter, Mkhitaryan melanjutkan kariernya di Serie A dengan penampilan yang solid, bermain di lini tengah dan memberikan kontribusi yang sangat berharga untuk Nerazzurri.
6. Nwankwo Kanu

Nwankwo Kanu menghabiskan beberapa tahun di Inter Milan. Ia bergabung dengan Nerazzurri pada 1996 setelah menjuarai Olympiade Atlanta 1996 bersama Nigeria.
Namun, penyakit jantung yang dialami Kanu mengganggu kariernya di Inter. Setelah jarang bermain di Giuseppe Meazza, Kanu bergabung dengan Arsenal pada 1999.
Kepindahan ini merupakan salah satu keputusan terbaik dalam karier Kanu. Di Arsenal, Kanu menjadi bagian integral dari tim yang dipimpin oleh Arsene Wenger.
7. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez bergabung dengan Arsenal pada musim panas 2014 dari Barcelona dengan harga sekitar £35 juta, yang pada saat itu menjadi salah satu transfer termahal dalam sejarah klub.
Dari saat pertama kali datang, Sanchez langsung menjadi bintang di Arsenal berkat penampilannya yang energik, gol-gol spektakuler, dan kontribusinya dalam membantu tim meraih banyak kesuksesan.
Setelah menghabiskan beberapa tahun yang sulit di Old Trafford, Sanchez pindah ke Inter Milan pada musim panas 2019 dengan status pinjaman, dan kemudian dipermanenkan pada 2020. Ia membantu Inter meraih Serie A pada musim 2020/2021.
8. Patrick Vieira

Patrick Vieira bergabung dengan Arsenal pada 1996 setelah Arsène Wenger. Vieira membuat nama besar di Arsenal, menjadikannya salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Premier League.
Sebagai kapten tim di bawah Wenger, Vieira mengemban peran kunci dalam gelaran "Invincibles" Arsenal pada musim 2003-2004, ketika klub tak terkalahkan di liga sepanjang musim. Vieira adalah inti dari lini tengah The Gunners yang solid.
Setelah meninggalkan Arsenal pada 2005, Vieira melanjutkan kariernya di Juventus sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Milan pada 2006. Di Inter, Vieira bergabung dengan tim yang dipimpin oleh Roberto Mancini dan kemudian Jose Mourinho. Di sini, ia memainkan peran penting dalam kesuksesan tim.
9. Dennis Bergkamp

Dennis Bergkamp memulai karier profesionalnya di Ajax pada 1986, sebelum akhirnya beralih ke Inter Milan pada 1993. Selama dua tahun di Milan, ia tidak begitu sukses dan tak dapat menampilkan performa terbaiknya seperti yang ia lakukan di Arsenal atau sebelumnya di Ajax.
Bergkamp kemudian bergabung dengan Arsenal pada 1995. Setelah tiba di London, ia langsung menunjukkan bahwa dia adalah salah satu penyerang terbaik di dunia, dengan keterampilan teknis yang luar biasa dan visi permainan yang tajam.
Selama 11 tahun di Arsenal, Bergkamp menjadi bagian integral dari transformasi tim yang menjadikannya salah satu klub terkuat di Inggris. Pada periode ini, ia meraih banyak trofi, termasuk tiga Premier League dan tiga FA Cup, serta memainkan peran kunci dalam keberhasilan Invincibles pada musim 2003/2004.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Barcelona vs Oviedo: Dani Olmo
Liga Spanyol 26 Januari 2026, 00:42
-
Hasil Barcelona vs Oviedo: Pesta Gol di Camp Nou, Blaugrana Kembali ke Puncak!
Liga Spanyol 26 Januari 2026, 00:17
-
Man of the Match Crystal Palace vs Chelsea: Estevao
Liga Inggris 25 Januari 2026, 23:08
-
Jay Idzes Tundukkan Emil Audero dalam Duel Sassuolo vs Cremonese
Liga Italia 25 Januari 2026, 23:00
-
Hasil Crystal Palace vs Chelsea: Bekuk 10 Pemain Palace, The Blues Tembus 4 Besar!
Liga Inggris 25 Januari 2026, 22:59
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Juventus vs Napoli: Khephren Thuram
Liga Italia 26 Januari 2026, 02:28
-
Man of the Match Arsenal vs Manchester United: Patrick Dorgu
Liga Inggris 26 Januari 2026, 02:20
-
Hasil Juventus vs Napoli: Kenan Yildiz Bersinar, Bianconeri Pesta Gol
Liga Italia 26 Januari 2026, 02:03
-
Hasil Arsenal vs Man Utd: Gol Spektakuler Matheus Cunha Bungkam Emirates
Liga Inggris 26 Januari 2026, 01:34
-
Man of the Match Barcelona vs Oviedo: Dani Olmo
Liga Spanyol 26 Januari 2026, 00:42
-
Hasil Barcelona vs Oviedo: Pesta Gol di Camp Nou, Blaugrana Kembali ke Puncak!
Liga Spanyol 26 Januari 2026, 00:17
-
Tempat Menonton Roma vs Milan 26 Januari 2026
Liga Italia 25 Januari 2026, 23:25
-
Tempat Menonton Juventus vs Napoli 26 Januari 2026
Liga Inggris 25 Januari 2026, 23:09
-
Man of the Match Crystal Palace vs Chelsea: Estevao
Liga Inggris 25 Januari 2026, 23:08
-
Jay Idzes Tundukkan Emil Audero dalam Duel Sassuolo vs Cremonese
Liga Italia 25 Januari 2026, 23:00
-
Hasil Crystal Palace vs Chelsea: Bekuk 10 Pemain Palace, The Blues Tembus 4 Besar!
Liga Inggris 25 Januari 2026, 22:59
-
Resmi! Persib Bandung Daratkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx
Bola Indonesia 25 Januari 2026, 22:04
-
Cole Palmer Digosipkan Bakal Gabung MU, Bos Chelsea: Kata Siapa Tuh?
Liga Inggris 25 Januari 2026, 21:46
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

