Arsenal oh Arsenal

Editor Bolanet | 1 Februari 2010 09:12
Arsenal oh Arsenal
Arsene Wenger perlu lebih memotivasi pasukan muda Arsenal (c)Zimbio

Bola.net - Kebanyakan dari penggemar bola mungkin lebih menyukai strategi permainan Arsène Wenger daripada seorang José Mourinho, tetapi tampaknya kemenanganlah yang lebih diharapkan hari-hari ini, paling tidak untuk pendukung Arsenal. Mourinho mungkin berlebihan dengan organisasi yang kaku, anti untuk mengambil risiko, selalu siap hadapi serangan balik lawan, bahkan jika diperlukan tindakan brutal akan dilakukan, semua tim memang membutuhkan tingkatan struktur pertahanan yang baik. Dan kemarin penampilan Arsenal sungguh menyedihkan, tampak begitu tak berdaya karena kehilangan dasar-dasar tersebut. Kinerja pertahanan Arsenal sungguh kacau di mana tak seorangpun tahu dengan pasti kapan William Gallas dipindahkan ke posisi penyerang depan darurat, sehingga posisi yang ditinggalkan The Frenchman memberi lubang begitu banyak. Gaël Clichy, bek kiri , begitu mudah dilewati oleh lawannya seperti melihat seorang Cristiano Ronaldo kembali bermain di sayap kanan Manchester United. yang sebelumnya bermain kurang konsisten sebagai pengganti Ronaldo, semalam bermain sangat mengagumkan dan membuat Gaël Clichy tampak seperti seorang bocah kecil yang baru lulus akademi. Wenger berbicara tentang "naif", "kesalahan besar individu", "memberi mereka terlalu banyak ruang" dan "positioning yang", untuk menggambarkan kekalahan Arsenal. Dan setelah mengatakan hal tersebut ia tidak mau memberikan pernyataan secara detail di depan umum karena takut bisa merusak kepercayaan diri timnya. Kita hanya bisa bertanya-tanya bagaimana kata-kata kasaryang akan keluar dari mulutnya saat berada di balik pintu tertutup. United Bisa Dengan Mudah Mengadakan Serangan Balik Dimanakah Denilson, pemain tengah yang bertugas mengawal lini tengah namun begitu banyak hanya menjadi penonton? Mengapa para pemain Arsenal sering sekali gagal terlambat menutup pertahanan saat serangan balik dilancarkan United? Mengapa Gallas hanya berjalan santai saat kembali dari atas garis tengah ketika tercipta gol ketiga bagi United oleh Park Ji Sung? Pemain depan United mungkin memang memiliki pergerakan yang lebih cepat dan fleksibel, tetapi proses terciptanya gol kedua dan ketiga memberi pertanyaan besar tentang organisasi pertahanan Arsenal (dan Wenger tidak dapat begitu naif dengan mengatakan telah mengabaikan persiapannya) atau, mungkin lebih mungkin, masalahnya ada pada konsentrasi para pemainnya. Gallas selalu memiliki garis permainan yang tidak menentu dan dalam pertandingan semalam tabiatnya itu membawanya bergerak jauh ke depan, dan sayangnya ia melewatkan kesempatan emas untuk mencetak gol dengan kepalanya. Kegugupan menjadi seperti penyakit menular di kubu Arsenal, pada satu penyelamatan sederhana, Manuel Almunia menepis bola namun bola jatuh langsung ke Nani, yang memberi keuntungan bagi United. Empat atau Lima gol mungkin bisa saja terjadi, mengingat kepanikan yang terjadi di garis belakang Arsenal. Pucat, darah terkuras dari wajahnya, Wenger tampak seperti seseorang yang baru saja menyaksikan sebuah kecelakaan mobil ketika ia berbicara di depan pers setelah pertandingan berakhir. Dia tahu kekalahan ini pasti berakibat fatal bagi peluang timnya untuk berebut titel juara musim ini, terutama saat perjalanan yang sulit ke akan mereka tempuh, tetapi kekalahan ini juga memiliki dampak yang bagus bagi pengalaman bagi pasukan Arsenal yang rata-rata masih berusia muda. Kekalahan ini tentu memukul kepercayaan diri Arsene Wenger, yang pada pernyataan sebelumnya sangat yakin bahwa timnya akan jauh lebih kuat daripada ketika tersingkir oleh United di semi final Liga Champions musim lalu, juga dengan skor 3-1. "Kami bukan tim yang sama sekarang," Wenger pernah berkata. "Kami secara mental telah siap untuk kompetisi tingkat atas." Masalah pertahanan ini bukanlah hal besar yang seolah-olah menghambat Arsenal menuju ke puncak klasemen, yang beberapa minggu lalu sempat mereka rasakan. Thomas Vermaelen tetap menjadi salah satu pembelian terbaik musim ini. Kekalahan hanya membenarkan apa yang telah kami perhitungkan bahwa Arsenal sangat tangguh dan memiliki permainan yang sangat cantik, mereka mampu mengalahkan siapa pun tetapi mereka tetap kurang memiliki konsistensi yang dibutuhkan untuk menjadi juara Barclays Premier League. (timesonline/kpl)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE