Beban Finansial Menggunung! 6 Kontrak Terburuk Manchester United yang Jadi Masalah Serius

Aga Deta | 27 Maret 2026 16:07
Beban Finansial Menggunung! 6 Kontrak Terburuk Manchester United yang Jadi Masalah Serius
Selebrasi skuad Manchester United usai menjebol gawang Aston Villa di Old Trafford, Minggu (15/03/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United masih merasakan dampak dari kebijakan transfer yang tidak konsisten selama bertahun-tahun. Pergantian pelatih yang terus terjadi membuat komposisi skuad menjadi tidak stabil.

Banyak pemain datang dengan ekspektasi tinggi, namun tidak semuanya mampu memenuhi harapan. Hal ini membuat klub terjebak dalam sejumlah kontrak yang sulit untuk diselesaikan.

Advertisement

Meskipun ada perbaikan dalam manajemen, masalah lama belum sepenuhnya hilang. Beberapa kontrak bahkan masih menjadi beban besar bagi struktur gaji klub.

Situasi ini semakin rumit karena tidak semua pemain mudah dijual. Gaji tinggi dan performa yang tidak sepadan menjadi penghalang utama dalam proses transfer.

Menariknya, meski memiliki kontrak besar, Casemiro justru tidak masuk dalam daftar ini. Ada enam pemain lain yang dinilai memiliki kontrak jauh lebih bermasalah.

1 dari 6 halaman

6. Kobbie Mainoo

6. Kobbie Mainoo

Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo (c) AP Photo/Dave Shopland

Kontrak buruk tidak selalu berarti pemain dibayar terlalu mahal. Dalam beberapa kasus, justru pemain kunci dibayar terlalu rendah dibanding kontribusinya.

Kobbie Mainoo masih menggunakan kontrak yang ia tandatangani pada 2023. Perjanjian tersebut berlaku hingga 2027 dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Situasi ini berpotensi berbahaya bagi klub. Banyak tim top Eropa yang memantau perkembangan sang gelandang muda.

Jika tidak segera diperbarui, Manchester United berisiko kehilangan aset berharganya. Klub harus segera menyesuaikan nilai kontraknya.

2 dari 6 halaman

5. Harry Maguire

5. Harry Maguire

Bek Manchester United, Harry Maguire, bereaksi dalam pertandingan Premier League melawan Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Harry Maguire menerima gaji sekitar 190 ribu pounds per pekan. Nilai tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan perannya saat ini.

Berbeda dengan pemain lain, Maguire masih berpotensi bertahan di klub. Hal ini membuat kontraknya menjadi isu yang lebih kompleks.

Manchester United tidak mungkin mempertahankan nilai gaji tersebut dalam kontrak baru. Penyesuaian jelas diperlukan.

Meski masih menjadi starter, perannya tidak selalu konsisten. Klub harus mempertimbangkan masa depan dengan lebih realistis.

3 dari 6 halaman

4. Tyrell Malacia

4. Tyrell Malacia

Pemain Manchester United, Tyrell Malacia, saat pertandingan Liga Inggris melawan Leicester City di Stadion King Power, Kamis (1/9/2022). (c) AP Photo/Rui Vieira

Tyrell Malacia dinilai tidak lagi memiliki tempat di skuad Manchester United. Kontribusinya dalam beberapa musim terakhir sangat minim.

Sejak musim 2023/2024, ia nyaris tidak memberikan dampak signifikan. Hal ini membuat keberadaannya dipertanyakan.

Klub sempat mencoba menjualnya, namun gagal menemukan peminat. Gaji 75 ribu pounds per pekan menjadi salah satu kendala.

Kabar baiknya, kontraknya akan habis pada Juni mendatang. Kepergiannya akan meringankan beban klub.

4 dari 6 halaman

3. Mason Mount

3. Mason Mount

Pemain Manchester United, Mason Mount, beraksi dalam laga Liga Inggris melawan Newcastle di Old Trafford, Sabtu, 26 Desember 2025. (c) AP Photo/Dave Thompson

Mason Mount datang dengan ekspektasi besar saat direkrut pada 2023. Ia bahkan diberi nomor punggung tujuh yang ikonik.

Namun performanya tidak sebanding dengan gaji yang mencapai 250 ribu pounds per pekan. Cedera menjadi salah satu faktor utama.

Dalam musim ketiganya, ia baru mencatatkan 10 starter di Premier League. Catatan tersebut jauh dari kata ideal.

Jika ingin dijual, gaji tinggi Mount akan menjadi hambatan. Klub harus mencari solusi terbaik untuk situasi ini.

5 dari 6 halaman

2. Marcus Rashford

2. Marcus Rashford

Pemain Barcelona, Marcus Rashford, merayakan gol keempat timnya dalam pertandingan Liga Champions kontra Copenhagen, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Marcus Rashford mendapatkan kontrak besar setelah mencetak 30 gol pada 2023. Ia digaji sekitar 325 ribu pounds per pekan.

Namun performanya menurun drastis setelah perpanjangan kontrak tersebut. Situasi ini menjadi masalah serius bagi klub.

Dalam 18 bulan terakhir, ia lebih sering dipinjamkan. Hal ini menunjukkan penurunan perannya di tim utama.

Gaji tinggi menjadi penghalang untuk transfer permanen. Jika tidak ada solusi, United bisa terjebak hingga 2028.

6 dari 6 halaman

1. Jadon Sancho

1. Jadon Sancho

Winger Aston Villa, Jadon Sancho merayakan golnya ke gawang Fenerbahce di Liga Europa, 23 Januari 2026 di Istanbul. (c) AP Photo/Francisco Seco

Jadon Sancho dianggap sebagai kontrak terburuk di Manchester United saat ini. Gajinya mencapai 250 ribu pounds per pekan.

Ia bahkan tidak bermain di Premier League sejak Agustus 2023. Situasi ini memperburuk nilai investasinya.

Sancho menolak opsi pindah permanen karena tidak ingin memotong gaji. Hal ini menyulitkan klub untuk melepasnya.

Saat ini ia dipinjamkan dengan klub lain menanggung 80 persen gajinya. Kontraknya akan habis pada Juni 2026, menjadi akhir dari saga panjang tersebut.

Sumber: United in Focus

LATEST UPDATE