Bedah Peran Cristiano Ronaldo di Balik Keberhasilan Al Nassr Jadi Juara Liga Arab Saudi

Bedah Peran Cristiano Ronaldo di Balik Keberhasilan Al Nassr Jadi Juara Liga Arab Saudi
Bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo. (c) AlNassrFC_EN

Bola.net - Cristiano Ronaldo akhirnya menuntaskan misi yang sempat tertunda sejak tiba di Arab Saudi pada Januari 2023. Bersama Al Nassr, megabintang Portugal itu sukses mengangkat trofi Liga Arab Saudi 2025/2026 usai kemenangan 4-1 atas Damac pada Jumat (22/5/2026) dini hari WIB.

Ronaldo mencetak dua gol dalam laga penentuan tersebut dan memastikan Al Nassr finis di puncak klasemen dengan keunggulan dua poin atas Al Hilal.

Musim ini memang bukan musim paling dominan Ronaldo secara individu. Untuk pertama kalinya sejak datang ke Saudi Pro League, ia gagal finis sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi. Namun, angka 28 gol di liga tetap menunjukkan bahwa kontribusinya sangat besar dalam perjalanan Al Nassr menuju gelar pertama mereka sejak 2019.

Yang menarik, keberhasilan Al Nassr musim ini tidak hanya bergantung pada jumlah gol Ronaldo. Perannya berkembang jauh lebih kompleks dibanding dua musim sebelumnya.

Dari Mesin Gol Menjadi Pemimpin Proyek Juara

Dari Mesin Gol Menjadi Pemimpin Proyek Juara

Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Liga Arab Saudi 2025/2026. (c) Al Nassr

Ketika pertama kali datang ke Al Nassr, Ronaldo menjadi pusat segalanya. Hampir seluruh permainan ofensif tim diarahkan kepadanya. Situasi itu membuat Al Nassr sering terlihat terlalu bergantung pada sang kapten.

Musim ini berbeda. Kehadiran pemain seperti Joao Felix, Kingsley Coman, hingga meningkatnya kontribusi Sadio Mane membuat serangan Al Nassr jauh lebih seimbang. Ronaldo tetap menjadi ujung tombak utama, tetapi ia tidak lagi harus mencetak semua gol sendirian.

Dalam laga-laga penting, Ronaldo justru tampil sebagai sosok yang membuka jalan. Ia mencetak gol penentu saat Al Nassr mengalahkan Al Ahli 2-0 dalam fase krusial perebutan gelar. Gol tersebut membuat Al Nassr memperlebar jarak di puncak klasemen dan menjaga momentum kemenangan beruntun mereka.

Bahkan ketika tekanan mulai meningkat menjelang akhir musim, Ronaldo tetap menjadi figur sentral di ruang ganti maupun di lapangan. Ia beberapa kali tampil sebagai penyeimbang emosi tim, termasuk saat tensi kompetisi memanas akibat kontroversi wasit dan persaingan ketat dengan Al Hilal.

Tetap Tajam di Usia 41 Tahun

Tetap Tajam di Usia 41 Tahun

Selebrasi bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo usai mencetak gol ke gawang Al Shabab, Jumat 8 Mei 2026. (c) AlNassrFC_EN

Walau gagal meraih Sepatu Emas, produktivitas Ronaldo tetap luar biasa jika melihat usianya yang sudah menginjak 41 tahun.

Ia menutup musim dengan 28 gol liga dan kembali menembus lebih dari 25 gol dalam semusim. Catatan itu menjadi bukti bahwa ketajamannya belum benar-benar menurun.

Meski begitu, yang paling penting bagi Al Nassr bukan sekadar jumlah golnya. Ronaldo banyak mencetak gol di momen-momen yang menentukan arah musim.

Gol-golnya melawan rival langsung, kontribusinya saat tim berada dalam tekanan, hingga brace pada laga penentuan kontra Damac memperlihatkan satu hal: Ronaldo masih sangat bisa diandalkan dalam pertandingan besar.

Ia mungkin tidak lagi mendominasi setiap pekan seperti masa keemasannya di Real Madrid, tetapi insting menentukan pertandingan tetap ada.

Pengaruh Ronaldo di Luar Lapangan

Pengaruh Ronaldo di Luar Lapangan

Bintang Al Nassr, Cristiano Ronaldo. (c) dok.AlNassrFC_EN

Sulit memisahkan keberhasilan Al Nassr musim ini dari efek kedatangan Ronaldo sejak 2023.

Transfer Ronaldo menjadi titik awal ledakan besar Saudi Pro League. Setelah kedatangannya, banyak bintang Eropa mulai berdatangan ke Arab Saudi. Al Nassr pun berubah dari klub lokal kuat menjadi proyek global dengan sorotan internasional yang masif.

Dampaknya terasa langsung terhadap kualitas skuad. Al Nassr kini memiliki kedalaman tim yang jauh lebih kompetitif dibanding dua tahun lalu.

Ronaldo juga membantu menciptakan standar baru di dalam klub. Intensitas latihan, mentalitas menang, dan tuntutan profesionalisme meningkat drastis sejak ia datang. Hal itu beberapa kali diakui dalam berbagai laporan media internasional sepanjang musim ini.

Gelar Pembuktian Ronaldo

Pada akhirnya, gelar juara ini terasa penting bukan hanya untuk Al Nassr, tetapi juga untuk Ronaldo sendiri.

Sebelum musim ini, ia beberapa kali gagal membawa klub meraih trofi besar. Bahkan beberapa hari sebelum memastikan gelar liga, Al Nassr sempat kalah di final AFC Champions League Two.

Karena itu, selebrasi emosional Ronaldo setelah kemenangan atas Damac terasa sangat manusiawi. Setelah bertahun-tahun menjadi mesin trofi di Eropa, ia akhirnya berhasil membuktikan bahwa proyeknya di Arab Saudi juga bisa berujung sukses.