Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United

Aga Deta | 27 Februari 2026 16:12
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Skuad Manchester United merayakan gol Bruno Fernandes ke gawang Tottenham (c) MUFC Official

Bola.net - Manchester United terus menjadi sorotan dalam bursa transfer. Namun sorotan itu lebih sering bernada kritik daripada pujian.

Dalam lima tahun terakhir, klub asal Inggris tersebut mencatat net spend tertinggi di dunia. Ironisnya, prestasi di lapangan tidak sebanding dengan dana yang telah digelontorkan.

Advertisement

Berdasarkan laporan keuangan UEFA, Manchester United menghabiskan sekitar 692 juta pounds secara bersih. Jumlah itu melampaui Chelsea dengan 656 juta pounds dan Arsenal dengan 587 juta pounds.

Meski demikian, trofi yang diraih hanya Piala FA dan Piala Liga Inggris. Mereka bahkan belum kembali konsisten tampil di Liga Champions.

Pergantian manajer, perubahan struktur kepemilikan, hingga strategi transfer yang berbeda beda memperburuk situasi. Akibatnya, sejumlah keputusan transfer justru menjadi blunder mahal.

Berikut lima kesalahan transfer terbesar Manchester United dalam beberapa tahun terakhir.

1 dari 5 halaman

1. Keinginan Erik ten Hag Datangkan Antony

1. Keinginan Erik ten Hag Datangkan Antony

Selebrasi Antony dalam laga Atletico Madrid vs Real Betis di La Liga, Senin (9/2/2026). (c) Real Betis Official

Kedatangan Antony menjadi simbol borosnya belanja Manchester United. Atas permintaan Erik ten Hag, klub menebusnya dari Ajax dengan biaya awal 80 juta pounds.

Gol debut melawan Arsenal sempat memunculkan harapan besar. Namun performanya menurun dan ia kesulitan memenuhi ekspektasi harga mahal tersebut.

Ironisnya, Antony justru tampil cukup baik saat dipinjamkan ke Real Betis. Ketika kemudian dilepas dengan nilai sekitar 21 juta pounds, United harus menelan kerugian besar.

2 dari 5 halaman

2. Rekrutmen Rasmus Hojlund yang Belum Terbukti

2. Rekrutmen Rasmus Hojlund yang Belum Terbukti

Penyerang Napoli, Rasmus Hojlund beraksi di laga Serie A melawan Parma. (c) Alessandro Garofalo/LaPresse via AP

Manchester United kembali mengambil risiko besar saat merekrut Rasmus Hojlund. Penyerang muda Denmark itu dibeli dari Atalanta seharga 70 juta pounds.

Saat didatangkan, ia baru mencetak 10 gol dalam 34 penampilan bersama klub Italia tersebut. Statusnya lebih sebagai proyek jangka panjang ketimbang solusi instan.

Hojlund membutuhkan waktu hingga akhir Desember untuk mencetak gol pertamanya di Premier League. Dua tahun berselang, ia dilepas ke Napoli dengan klausul pembelian sekitar 38 juta pounds.

3 dari 5 halaman

3. Melepas Scott McTominay Terlalu Cepat

3. Melepas Scott McTominay Terlalu Cepat

Selebrasi Scott McTominay setelah mencetak gol pertama timnya dalam laga Serie A antara Inter Milan vs Napoli di Giuseppe Meazza, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Scott McTominay kerap dipandang sebelah mata saat membela Manchester United. Ia identik dengan duet lini tengah McFred yang sering dikritik.

Pada musim terakhirnya, kontribusi gol McTominay justru meningkat signifikan. Namun ia tetap dijual ke Italia dengan nilai sekitar 25 juta pounds.

Di kompetisi Serie A, McTominay berkembang pesat dan meraih gelar juara liga. Nilai pasarnya kini melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding saat dilepas United.

4 dari 5 halaman

4. Bursa Transfer Terakhir Era Ole yang Gagal Total

4. Bursa Transfer Terakhir Era Ole yang Gagal Total

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, saat pertandingan Liga Inggris melawan Leicester City, Sabtu (16/10/2021). (c) AP Photo/Rui Vieira

Musim panas 2021 menjadi momen krusial bagi Ole Gunnar Solskjaer. Setelah finis sebagai runner up liga, ia mendapat dukungan besar di bursa transfer.

United merekrut Jadon Sancho seharga 70 juta pounds, Raphael Varane senilai 34 juta pounds, serta memulangkan Cristiano Ronaldo. Kombinasi itu diharapkan menjadi kepingan terakhir menuju gelar.

Namun beberapa bulan kemudian Solskjaer dipecat akibat performa buruk tim. Sancho gagal bersinar, Varane pergi secara gratis, dan proyek ambisius itu tidak membuahkan hasil berarti.

5 dari 5 halaman

5. Talenta Muda yang Kurang Dihargai

5. Talenta Muda yang Kurang Dihargai

Pemain Real Madrid, Alvaro Carreras (kiri), dan pemain Benfica, Rafa Silva, berebut bola dalam leg kedua play-off Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Keputusan mempertahankan David de Gea membuat Dean Henderson kehilangan tempat utama. Ia akhirnya dijual seharga 15 juta pounds dan kemudian meraih Piala FA bersama klub barunya.

Kasus serupa terjadi pada Anthony Elanga. Setelah dilepas dengan nilai 15 juta pounds, ia tampil impresif hingga dibeli Newcastle seharga 55 juta pounds.

Nama lain seperti Alvaro Carreras juga tak mendapat kesempatan optimal. Ia dijual ke Benfica seharga 7,8 juta pounds sebelum kemudian diboyong Real Madrid dengan nilai 43 juta pounds.

Sumber: Mirror

LATEST UPDATE