EDITORIAL: Apa Enrique Mampu Memimpin Revolusi Barca?
Editor Bolanet | 20 Mei 2014 10:58
Bola.net - Salah satu yang disebut rahasia di Spanyol akhirnya menjadi kenyataan. Klub asal Catalan, Barcelona FC kini resmi menunjuk Luis Enrique sebagai pelatih baru menggantikan posisi Tata Martino.
Ditunjuknya Enrique hampir bersamaan dengan diungkapkannya Marc-Andre ter Stegen sebagai rekrutan pertama Barca serta kembalinya Rafinha dan Gerard Deulofeu ke Camp Nou. Sebagai tambahan, Lionel Messi juga sudah membubuhi tanda tangan di kontrak barunya.
Sebelum musim ini berakhir, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu mengumumkan akan melakukan perubahan besar di musim panas ini. Blaugrana sudah menyiapkan rencana besar dan sepertinya hal itu sudah dimulai sesaat setelah musim ini berakhir.
Revolusi besar-besaran bukan jaminan kesuksesan. Malahan hal itu bisa berubah menjadi bencana jika tidak dikawal dengan tepat. Dan untuk mengawalnya, Barca sudah menunjuk Luis Enrique. Berikutnya, semua langkah revolusi Barca akan menjadi tanggung jawab mantan pelatih Celta Vigo dan AS Roma itu.
Kemudian muncul pertanyaan yang tak bisa terhindarkan, apa Luis Enrique sosok yang tepat menangani Barca yang sedang membangun kembali skuatnya? Jawabannya mungkin bisa digambarkan dari sepak terjang Enrique di bawah ini.
Enrique tumbuh di Gijon tempat mengawali karir sepakbolanya. Di tahun 1991, selama 5 tahun berikutnya ia bergabung dengan Real Madrid. Setelah kontraknya habis, penyerang Spanyol tersebut bergabung dengan Barcelona di tahun 1996 hingga kemudian menjadi legenda Catalan.
Bagi banyak orang di Barcelona, Enrique adalah sosok yang mengadaptasi filosofi Catalan. Barcelona adalah rumahnya, dan rupanya ia tak butuh waktu lama untuk kembali pulang ke rumah.
Awal kepelatihan Enrique dimulai dengan menangani Barcelona B di tahun 2008, menggantikan posisi Pep Guardiola. Dalam dua musim, Enrique berhasil mengembalikan Barca B ke Segunda Divison setelah absen selama lebih dari 10 tahun. Bahkan tim Barca B saat itu berpotensi untuk meraih promosi ke La Liga, namun tidak mungkin bagi mereka untuk satu kompetisi dengan tim utama.
Di tahun 2011, Enrique pergi merantau ke Italia bersama AS Roma. Diharapkan bisa memberikan sentuhan Barca untuk Il Lupi, Enrique malah mengecewakan, Roma gagal tampil apik kemudian Enrique hengkang dalam waktu semusim saja.
Enrique kemudian kembali ke Spanyol untuk menangani Celta Vigo di tahun 2013 lalu. Perlu waktu untuk beradaptasi, tetapi Enrique pada akhirnya mampu mengeluarkan kemampuan terbaik Celta. Di akhir musim, Celta dibawanya finis di urutan ke-9, setelah itu Enrique mengumumkan mundur dari posisi pelatih.
Enrique sosok yang tak takut mengambil keputusan kontroversial, seperti yang dilakukannya di AS Roma. Meski begitu, ia gagal mengeluarkan kemampuan terbaik para pengawa Roma.
Sementara saat menangani Celta Vigo adalah kemunduran dalam karirnya, namun di saat bersamaan, ia juga mencatatkan sukses dalam catatan kepelatihannya. Enrique datang ke Celta saat klub membutuhkan sosok pemimpin. Setelah melewati masa adaptasi, Enrique mampu menjawab tantangan di Celta.
Sejauh ini hanya ada dua komparasi Luis Enrique di level utama sebelum kembali ke Barcelona. Gagal saat menangani AS Roma dan cukup sukses saat melatih Celta. Tetapi perlu diingat, tekanan di Celta lebih kecil saat menangani Roma.
Hingga di sini, kesimpulan yang dapat diambil adalah Enrique tipe pelatih yang kesulitan menangani tekanan besar, dan mampu sukses menangani tim kecil. Tetapi ada penjelasan lainnya seperti dipaparkan di bawah ini.
Enrique menghabiskan karir bermainnya di Spanyol, karir kepelatihannya juga apik kala berada di Spanyol. Semuanya berubah ketika Enrique pergi merantau, sepertinya hanya La Liga yang sesuai dengan karakter kepelatihan Enrique.
Apapun kelemahan dan kelebihan Enrique, Barca kini sudah resmi menunjuknya sebagai pelatih baru. Tanggung jawab revolusi klub kini berada di tangan legenda mereka itu, meski ia tidak memiliki catatan kepelatihan yang mengkilap.
Hingga saat ini, Enrique sudah membuktikan mampu membuat keputusan berani dan paham cara untuk mendorong kemampuan pemainnya. Dia juga pro dengan kebijakan pemain muda dan tak takut untuk mencoba hal baru yang potensial.
Dua hal di atas yang dibutuhkan Barca. Karena sejak Guardiola pergi, Barcelona kehilangan pelatih yang mampu memimpin tim dan menantang pemainnya untuk bisa lebih baik. Enrique sosok yang tepat untuk itu, setidaknya ia sudah membuktikannya di Celta.
Enrique juga sudah paham bagaimana filosofi dan sistem Barcelona. Rumahnya di Camp Nou dan tidak banyak yang berubah ketika ia akhirnya kembali pulang dengan menangani Barcelona. Enrique adalah sosok tepat untuk revolusi Barca dengan menjaga mental dan filosofi Catalan. Ia mampu menjaga hal sakral bagi Barca, tetapi juga menawarkan ide dan taktik baru untuk membawa Blaugrana menjadi lebih baik.
Tetapi dengan segala kelebihan yang dimiliki Enrique, ia juga memiliki banyak kekurangan.
Menangani salah satu klub terbesar di jagad raya ini tentu bukan hal mudah dan banyak yang harus dikerjakan. Dengan melihat pengalamannya yang minim, tugas ini terlalu besar bagi seorang Enrique.
Selain itu, Enrique tak memiliki banyak pengalaman mendatangkan pemain baru. Di Roma dan Celta Vigo, ia tidak bertanggung jawab sepenuhnya dalam kebijakan transfer. Dengan revolusi yang dicanangkan Barca, Enrique bakal bertanggung jawab akan siapa pemain yang harus keluar dan yang akan didatangkan.
Barcelona menaruh banyak harapan kepada Enrique. Mereka percaya akan ide, adaptasi serta pengetahuannya akan sistem di Catalan akan berbuah manis di atas lapangan. Tetapi tidak ada jaminan hal itu akan terjadi.
Namun Barca sudah membuat keputusan tepat dengan menunjuk Enrique sebagai pengganti Tata Martino. Terlebih memang tidak banyak opsi realistis untuk Barca saat ini. Salah satu opsi lainnya adalah Roberto Martinez, tetapi Manajer Everton ini tidak familiar menangani klub Spanyol.
Barca mempercayakan Enrique dengan tanggung jawab yang belum pernah ia sandang sebelumnya. Apakah ia akan berhasil atau tidak, seluruh dunia harus menunggu. Tetapi untuk saat ini, Barcelona sudah membuat keputusan terbaik dari opsi yang mereka punya, itu yang sudah dilakukan Barca dan kita lihat saja proses revolusi berikutnya. (ble/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Tak Masuk Perhitungan Atletico Madrid dalam Saga Julian Alvarez
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 23:34
-
Barcelona Sudah Sepakati Transfer Dominik Livakovic, Tapi Ada Perubahan Rencana
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 21:23
-
Prediksi Real Madrid vs Sociedad 27 Agustus 2026
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 19:19
-
Manchester United Ingin Pinjam Alejandro Balde, Barcelona Minta 30-40 Juta Euro
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 12:04
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 09:52
LATEST UPDATE
-
Barcelona Masih Butuh Bek Tengah Kidal? Ini 3 Kandidat Potensialnya
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 12:40
-
AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
Liga Italia 26 Agustus 2026, 12:19
-
Liverpool Belum Ajukan Tawaran Ketiga untuk Yankuba Minteh, Ada Apa?
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 12:14
-
Manchester United Sudah Beres di Lini Tengah, Kini Fokus Cari Bek Kiri?
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 11:29
-
AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
Liga Italia 26 Agustus 2026, 11:24
-
Gagal Dapatkan Rodri, Jose Mourinho Tetap Puas dengan Skuad Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:43
-
Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:20
-
Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:57
-
3 Transfer yang Bisa Dikejar Real Madrid pada Pekan Terakhir
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 09:23
-
Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:11
-
Chelsea Sepakat Jual Liam Delap ke Nottingham Forest
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 08:26
-
Prediksi Barcelona vs Bilbao 28 Agustus 2026
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 08:22
-
Cristiano Ronaldo Murka Ditarik Keluar, Al Nassr Comeback Dramatis di Markas Al Ettifaq
Asia 26 Agustus 2026, 07:42
-
Prediksi Chelsea vs Luton 28 Agustus 2026
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 07:28
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59

