Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid

Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) berebut bola dengan pemain Espanyol Omar El Hilali dalam laga La Liga Spanyol antara Espanyol vs Real Madrid di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 22 Agustus 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Vinicius Junior kembali dikaitkan dengan kegagalan Xabi Alonso di Real Madrid setelah Jamie Carragher menyatakan sang winger menjadi alasan utama pelatih asal Spanyol itu kehilangan pekerjaannya. Pernyataan tersebut menghidupkan kembali konflik antara keduanya yang mewarnai periode singkat Alonso di Santiago Bernabeu.

Alonso hanya bertahan 233 hari setelah ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada musim panas 2025. Kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol akhirnya mengakhiri masa kerja Alonso pada Januari 2026.

Hubungan Alonso dan Vinicius Junior memang memburuk sepanjang musim. Namun, menjadikan pemain Brasil itu sebagai penyebab tunggal kegagalan Alonso mengabaikan persoalan taktik dan rangkaian hasil buruk yang dialami Real Madrid.

Konflik Alonso dan Vinicius Junior

Ketegangan keduanya mencapai titik panas ketika Vinicius Junior berjalan menuju ruang ganti setelah ditarik keluar dalam laga El Clasico pada Oktober. Situasi tersebut kemudian semakin rumit karena hubungan keduanya tidak kunjung membaik.

Carragher yang pernah bermain bersama Alonso di Liverpool kemudian memberikan pandangannya. “Jika kita benar-benar jujur, Xabi Alonso kehilangan pekerjaannya karena Vinicius Junior,” ujar Carragher dalam acara Monday Night Football.

Vinicius Junior memang dilaporkan tidak ingin memperpanjang kontrak selama Alonso masih menjadi pelatih. Sang winger juga meminta maaf atas perilakunya dalam El Clasico, tetapi tidak memasukkan nama Alonso dalam pernyataan tersebut.

Masalah Taktik Jadi Faktor Besar

Persoalan Alonso di Real Madrid tidak berhenti pada hubungan dengan Vinicius Junior. Beberapa keputusan taktiknya justru memicu pertanyaan besar, termasuk ketika ia memainkan Vinicius di sisi kanan saat menghadapi PSG pada semifinal Piala Dunia Antarklub yang berakhir 0-4.

Alonso juga memainkan Jude Bellingham yang baru pulih dalam Derby Madrid di Metropolitano. Real Madrid akhirnya kalah telak 2-5 dalam pertandingan tersebut setelah sebelumnya tampil sempurna pada awal musim.

Keputusan paling mencolok terjadi saat menghadapi Elche. Vinicius Junior berada di bangku cadangan, sedangkan Fran Garcia dimainkan sebagai wingback kiri, dan Real Madrid tertinggal 0-2 sebelum mampu menyamakan kedudukan setelah Vinicius masuk.

Rentetan Hasil Buruk Sulit Ditoleransi

Performa Real Madrid juga menjadi alasan kuat di balik berakhirnya masa kerja Alonso. Los Blancos hanya meraih satu kemenangan sepanjang November, kemudian kehilangan poin melawan Rayo Vallecano, Elche, dan Girona.

Masalah berlanjut pada Desember ketika Real Madrid kalah 0-2 dari Celta Vigo. Kekalahan di Liga Champions dari Liverpool dan Manchester City semakin memperburuk situasi, sementara mereka juga membutuhkan dua gol Kylian Mbappe untuk menyingkirkan Talavera dari Copa del Rey.

Dengan rentetan hasil tersebut, sulit menganggap Vinicius Junior sebagai penyebab tunggal pemecatan Alonso. Real Madrid kini sudah memasuki babak baru bersama Jose Mourinho, sedangkan Alonso memulai petualangan baru di Chelsea.

Alonso sendiri mengawali pekerjaannya dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Fulham. Di sisi lain, Real Madrid membutuhkan gol Carlos Espi pada menit ke-90 untuk mengalahkan Espanyol 2-1 pada pertandingan mereka di La Liga 2026-27.

Sumber: Sports Illustrated

Klasemen