EDITORIAL: CR7 Atau Ibra, Dilema Besar Brasil 2014
Editor Bolanet | 22 Oktober 2013 11:16
Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Superstar Portugal Cristiano Ronaldo dan magician Swedia Zlatan Ibrahimovic merupakan dua dari segelintir pemain terbaik dengan talenta istimewa di jagat sepakbola. Namun, salah satu dari CR7 atau Ibra dipastikan takkan bisa unjuk kehebatan dalam Piala Dunia di Brasil tahun depan.
Pasalnya, besutan Paulo Bento dan racikan Erik Hamren harus saling berhadapan di play-off zona Eropa guna memperebutkan satu tiket ke Brasil 2014. Siapa yang akan tersingkir?
Bentrokan Portugal kontra Swedia sendiri bakal berlangsung menarik. Sangat disayangkan keduanya sudah harus bersua di babak play-off, bukan di panggung utama.
Portugal sendiri tidak asing dengan rute ini, karena sebelumnya sudah pernah mengalahkan Bosnia untuk lolos ke Piala Dunia 2010 dan Euro 2012.
Portugal memiliki sejumlah talenta hebat, tapi sepertinya masih ada sesuatu yang kurang dalam dari mereka.
Formasi yang diterapkan Paulo Bento adalah 4-3-3 dengan serangan sering berpusat pada Ronaldo di barisan depan, yang didukung sayatan rekan seklubnya di Real Madrid, Fabio Coentrao, dari posisi bek sayap kiri. Namun, ada dua faktor utama yang menjadi kelemahan terbesar Portugal saat ini, khususnya saat berhadapan dengan lawan yang memiliki kedisipilinan dalam bertahan dan organisasi permainan nyaris tanpa cela.
Dua kekurangan itu adalah tidak adanya centre forward top seperti era Nuno Gomes (meski Helder Postiga mencetak enam gol di kualifikasi) serta playmaker jempolan sekelas Rui Costa, yang membuat pola serangan Portugal agak terbatas. Portugal terlalu mengandalkan 'daya ledak' Ronaldo atau speedster lain (biasanya ) di sayap sebelah untuk membongkar lini pertahanan, menciptakan peluang, dan mengoyak gawang lawan. Pendekatan ini bukannya tidak efektif. Namun, kegagalan Portugal meraih tiket otomatis sudah membuktikan satu hal, yaitu tim-tim lawan sudah paham cara meredam mereka.
Kalau ada pertandingan di mana Portugal bakal membutuhkan performa dan kemampuan terbaik para gelandangnya untuk menemukan atau menciptakan celah di pertahanan lawan, maka itu adalah dua leg kontra Swedia.
Dengan formasi standar 4-4-1-1, yang bisa ditransformasikan menjadi 4-2-3-1 untuk mode ofensif, Swedia merupakan lawan berat bagi Portugal.
Swedia memiliki keseimbangan antarlini yang mengagumkan. Secara sekilas, bagi pasukan Erik Hamren, bentuk pertahanan terbaik adalah dengan menyerang. Itu bisa dilihat dari dua laga kualifikasi melawan Jerman. Meski kebobolan sembilan gol, Swedia juga mencetak tujuh (4-4, 3-5). Dalam delapan laga lainnya, Swedia bahkan hanya kemasukan lima.
Saat Swedia bisa menguasai ball possession, mereka sulit dikalahkan. Pasalnya, melalui possession itu, serangan Swedia dengan bola-bola diagonal yang menjadi trademark-nya selama ini akan mengalir lancar.
Lewat possession itu juga, sang kapten Ibrahimovic dapat mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya untuk merajalela di wilayah lawan, baik dengan kejeniusan, power, passing skill maupun finishing mumpuni yang dia miliki.
Kesimpulannya, duel Portugal kontra Swedia bakal berlangsung sengit dan cukup berimbang. Portugal bakal difavoritkan berkat kumpulan talenta hebatnya, tapi sebagai sebuah tim, Swedia mungkin lebih kuat.
Pada akhirnya, laga ini pun bakal sangat ditentukan oleh eksplosivitas Ronaldo dan kejeniusan sang bintang PSG Ibrahimovic. Hamren juga berpikir demikian. Tak peduli taktik seperti apa yang Anda terapkan, karena pemain spesial seperti Ronaldo atau Ibra sanggup mengubah jalannya sebuah laga, kata arsitek Swedia itu seperti dikutip The Guardian.
Entah bagaimana hasil play-off kedua wakil Eropa ini nantinya. Yang jelas, salah satu dari Portugal atau Swedia serta Ronaldo atau Ibrahimovic harus absen di Piala Dunia tahun depan. Yang mana pun itu, pasti menjadi sebuah kehilangan besar karena daya tarik turnamen jadi agak berkurang.
Ibaratnya, Brasil 2014 saat ini sedang menghadapi satu dilema besar - pilihan antara dua kemungkinan yang membingungkan.
CR7 atau Ibra? [initial]
[polling]1083[/polling] (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 08:52
-
Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Klub Bundesliga Bergerak Mendekati
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 00:27
-
Taktik Arbeloa Hadirkan Solusi untuk Masalah Lama di Lini Tengah Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 00:20
-
2 Pemain Cadangan Real Madrid Bikin Arbeloa Terkesan
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 00:12
-
Jose Mourinho Tanggapi Kabar Kembalinya ke Real Madrid
Liga Spanyol 18 Januari 2026, 23:00
LATEST UPDATE
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26






