Barcelona Jadi Target Kritik Calon Presiden Real Madrid, Ingin Rival Abadi Turun Divisi

Barcelona Jadi Target Kritik Calon Presiden Real Madrid, Ingin Rival Abadi Turun Divisi
Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) beradu argumen dengan para pemain Barcelona pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona kembali menjadi topik panas di Spanyol setelah calon presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, melontarkan pernyataan kontroversial terkait rival abadi klub ibu kota tersebut. Pengusaha berusia 37 tahun itu terang-terangan mengaku ingin melihat klub Catalan turun kasta dari kompetisi tertinggi.

Pernyataan itu muncul saat Riquelme menjalani sejumlah wawancara menjelang pemilihan presiden Real Madrid yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni. Ia menjadi penantang Florentino Perez dalam perebutan kursi tertinggi di Santiago Bernabeu.

Komentar Riquelme hadir di tengah kontras performa kedua tim pada musim 2025/2026. Barcelona sukses mempertahankan gelar La Liga, sedangkan Real Madrid menutup musim tanpa trofi.

Riquelme Ingin Barcelona Turun ke Divisi Kedua

Riquelme Ingin Barcelona Turun ke Divisi Kedua

Enrique Riquelme (c) Instagram Enrique Riquelme/@enriqueriquelmev

Dalam wawancara bersama The Wild Project, Riquelme mengungkapkan pandangannya terkait Barcelona dengan nada yang sangat tegas. Ia mengaku tidak akan keberatan apabila klub tersebut mengalami kemunduran besar.

"Saya ingin melihat Barcelona berada di Divisi Kedua. Saya sangat ingin itu terjadi. Saya tidak akan punya masalah dan saya akan senang," kata Riquelme.

Ia kemudian melanjutkan pernyataannya dengan kalimat yang lebih tajam. "Dan itu bukan bentuk tidak hormat. Saya juga ingin Barcelona menghilang. Saya tidak akan punya masalah."

Ucapan tersebut langsung memancing perhatian publik sepak bola Spanyol. Rivalitas panjang antara Real Madrid dan Barcelona kembali menjadi bahan perdebatan menjelang agenda pemilihan presiden klub.

Singgung Kasus Negreira dan Gelar La Liga

Singgung Kasus Negreira dan Gelar La Liga

Pemain Real Madrid Gonzalo Garcia berebut bola dengan pemain Barcelona Gerard Martin pada laga El Clasico La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Selain membahas rivalitas, Riquelme juga mengangkat kembali kasus Negreira yang dalam beberapa tahun terakhir membayangi sepak bola Spanyol. Ia menilai perkara tersebut harus ditangani secara serius sejak awal.

Menurut Riquelme, pembayaran yang dilakukan kepada Jose Maria Enriquez Negreira telah memberikan keuntungan bagi Barcelona dan merugikan Real Madrid. Ia bahkan menuduh sejumlah gelar liga yang diraih klub Catalan terjadi dalam situasi yang tidak menguntungkan Los Blancos.

Riquelme juga mengkritik pendekatan Florentino Perez terhadap rival utama Madrid tersebut. Ia berpendapat Barcelona pernah memperoleh bantuan ketika sedang mengalami kesulitan finansial dan olahraga.

"Barcelona sebagai klub sedang terpuruk, dan Florentino Perez meminta Barcelona yang kuat serta membantu kalian. Sekarang kalian telah memenangkan dua gelar liga," ujarnya.

Pernyataan keras itu muncul setelah Barcelona menutup musim sebagai juara La Liga dengan keunggulan delapan poin atas Real Madrid. Hasil tersebut memperkuat posisi tim asuhan Hansi Flick sebagai kekuatan utama sepak bola Spanyol saat ini.

Pemilihan presiden Real Madrid pada 7 Juni diperkirakan berlangsung menarik. Riquelme mencoba menarik dukungan anggota klub dengan kritik tajam terhadap Barcelona sekaligus mempertanyakan sejumlah kebijakan yang diterapkan Perez selama beberapa tahun terakhir.

Sumber: Barca Blaugranes