EDITORIAL: Italia Mencari Rossi dan Schillaci
Editor Bolanet | 24 Juni 2014 15:40
Bola.net - Oleh: Titis Widyatmoko, Penggemar Sepakbola
tampil menjanjikan setelah menang lawan Inggris di partai perdana. Sayang, performa gemilang itu gagal dipertahankan pada duel melawan Kosta Rika. Jauh diunggulkan, Italia malah kalah hingga kini harus menghadapi laga hidup mati melawan di Natal, Selasa (24/6) malam.
Hasil laga yang dijalani Italia berbanding lurus dengan performa bintang Azzurri di lini depan, Mario Balotelli. Saat melawan , dia menjadi penentu tetapi saat bertemu Kosta Rika, dia tak ubahnya pupuk bawang.
Balotelli memang menyisakan pusing bagi Cesare Prandelli. Ditinggalkan sayang, dipakai bisa bikin malang.
Bagi sebagian orang, Balotelli memang menjengkelkan. Zvonimir Boban misalnya, kesal dengan kemalasan Balotelli yang kerap jalan-jalan saja di lapangan. Dia memalukan dan tidak bisa menerima kritik, kata legenda AC Milan itu suatu ketika. Dia cuma pantas membawakan tas pemain-pemain seperti Marco van Basten, George Weah dan Shevchenko, tambah Boban. Pendek kata, disiplin Balotelli sangat buruk.
Bagi penyuka mental rajin, lagak Balotelli di lapangan seringkali menyebalkan. Tapi bagi pemuja hasil, sosok seperti Balotelli itu yang dibutuhkan. Menghilang sepanjang pertandingan, satu peluang bisa gol. Ibarat kata kalau ada warung kopi di tengah lapangan, Balotelli boleh nongkrong 80 menit, tapi 10 menit sisanya dia bisa bikin gol penentu kemenangan.
Statistik memang menggambarkan gaya Balotelli yang unik itu. Sejak pindah dari Manchester City ke AC Milan, dia mencetak 30 gol dalam 51 laga. Jumlah gol yang mengagumkan. Tetapi kalau dirinci, 10 di antaranya penalti, 5 lainnya tendangan bebas, 15 lainnya dari permainan terbuka. Rata-rata gol per menit Balotelli turun dari satu gol per 137 menit dihitung dari total gol menjadi satu gol setiap 270 menit hanya dari permainan terbuka.
Penampilan buruk Balotelli saat lawan Kosta Rika memperkuat kritik bahwa Prandelli harus mencari alternatif lain. Kalau bisa, Prandelli mencari striker seperti Paolo Rossi atau Salvatore 'Toto' Schillaci. Dua nama itu menjadi top skor pada Piala Dunia 1982 dan Piala Dunia 1990.
Baik Rossi maupun Toto Schillaci menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia setelah datang dari 'antah berantah'. Paolo Rossi dipercaya pelatih Enzo Bearzot meskipun hanya bermain dalam tiga pertandingan kompetitif menyusul sanksi larangan bermain dua tahun karena skandal suap. Saat itu, Bearzot bahkan meninggalkan top skor Serie A, Roberto Pruzzo. Pada Piala Dunia 1982, Rossi mencetak hat-trick ke gawang Brasil, dua gol di semifinal lawan Polandia, dan gol pembuka lawan Jerman Barat di final.
Setali tiga uang dengan Rossi, Toto Schillaci sama sekali tidak diperhitungkan sebelumnya. Sebelum Italia 1990, dia belum pernah membela timnas di level senior. Dia juga hanya membela klub di level Serie B, Messina. Keraguan terhadap Schillaci dijawab dengan enam gol, jauh melebihi nama-nama hebat dalam skuad Italia ketika itu Roberto Mancini, Aldo Serena, Gianluca Vialli, atau Roberto Baggio.
Skuad Cesare Prandelli di Brasil bukannya tidak punya sosok mirip Rossi atau Schillaci. Paling dekat barangkali Ciro Immobile. Seperti halnya Schilaci, Immobile datang dari Italia Selatan. Sebelum di Torino, dia juga main di Serie B bersama Pescara.
Musim lalu, Immobile menjadi top skor Serie A dengan 21 gol, semua gol dari permainan terbuka. Duetnya dengn Alessio Cerci menghasilkan 34 gol untuk Torino.
Untuk duel lawan Uruguay, Prandelli terpaksa membongkar formasi 4-3-2-1 menjadi 3-5-2 demi memberi tempat Immobile. Di lini depan, Immobile bakal berduet dengan Balotelli. Tiga gelandang di belakang duet striker diisi Andrea Pirlo, Claudio Marchisio, dan Marco Verratti. Dua bek sayap yaitu Matteo Darmian (kanan) dan Mattia de Sciglio (kiri) sementara trio center back Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini.
Koefisien nilai taruhan di rumah taruhan William Hill tidak mengunggulkan baik Italia maupun Uruguay pada laga hidup mati di Arena das Dunas. Kedua tim punya peluang sama persis untuk menang.
Sulit menentukan siapa bakal lolos. Kedua tim sama-sama kuat. Tetapi bukan tidak mungkin, duet Balotelli-Immobile menenggelamkan ketajaman Luis Suarez-Edinson Cavani. (tis/pra)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
Piala Dunia 30 Juli 2026, 08:22
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16
-
Roberto Mancini Sepakat Kembali Latih Timnas Italia
Liga Italia 28 Juli 2026, 19:16
LATEST UPDATE
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea 6 September 2026
Liga Inggris 5 September 2026, 13:13
-
Prediksi Valencia vs Barcelona 6 September 2026
Liga Spanyol 5 September 2026, 13:03
-
Prediksi Everton vs Man Utd 6 September 2026
Liga Inggris 5 September 2026, 11:40
-
Jose Mourinho Kecewa: Betis Mencari Imbang, Malah Dapat Jackpot
Liga Spanyol 5 September 2026, 11:00
-
6 Pemain Real Madrid yang Tampil Buruk saat Kalah dari Betis
Liga Spanyol 5 September 2026, 10:51
-
Real Madrid Kalah dari Betis, Mourinho Bingung
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:52
-
5 Hal Menarik dari Kemenangan Pertama Liverpool di Premier League Musim Ini
Liga Inggris 5 September 2026, 08:46
-
Rating Pemain Real Madrid saat Tersungkur di Markas Real Betis: Sebuah Kontradiksi
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:30
-
Rating Pemain Liverpool saat Tundukkan Ipswich: Kolaborasi Maut Isak dan Gakpo
Liga Inggris 5 September 2026, 08:21
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 08:09
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:07
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 08:05
-
Jadwal BRI Super League 2026/27: Menjelang Pertandingan Persib vs PSM di Vidio
Bola Indonesia 5 September 2026, 07:58
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 07:07
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


