EDITORIAL: Prancis Mengejar Mimpi Yang (Hampir) Mustahil
Editor Bolanet | 19 November 2013 14:35
Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Selama ini, belum pernah ada tim yang lolos ke putaran utama Piala Dunia setelah menyerah dua gol atau lebih di play-off leg pertama zona Eropa. Kondisi itulah yang dihadapi sekarang.
Pasukan Didier Deschamps pulang membawa kekalahan 0-2 dari Kiev beberapa hari lalu, sama seperti Rumania yang takluk 1-3 di rumah Yunani. Ganti menjadi tuan rumah menjamu pada Rabu (20/11) dini hari WIB nanti, mimpi Les Bleus untuk berlaga di Brasil 2014 terhadang sejarah.
Meski begitu, Prancis menolak menyerah sebelum berperang. Striker Olivier Giroud bahkan sudah menegaskan: Kami siap mati di lapangan demi Brasil.
Namun, Prancis butuh lebih dari sekadar semangat untuk menyingkirkan Ukraina. Yang paling penting adalah perubahan signifikan dalam segi permainan dan komposisi starting line-up. Sektor yang mendapat sorotan utama adalah duet bek sentral mereka.
Di Prancis, gencar beredar spekulasi bahwa Deschamps akan menurunkan pasangan berbeda di Stade de France. Penyebabnya, selain kartu merah yang didapat Laurent Koscielny pada penghujung laga, sang partner Eric Abidal pun tampil buruk di Olympiyskiy dengan hanya satu tekel sukses sepanjang laga. Kandidat terkuatnya: Raphael Varane dan Mamadou Sakho.
Abidal bukanlah satu-satunya pihak yang bersalah. Masih ada lima starter lain dari partai leg pertama yang statistik keseluruhannya lebih buruk. Koscielny, yang menyebabkan satu penalti berujung gol Ukraina sebelum diusir keluar lapangan, adalah salah satunya. Kontribusi minimal juga diperlihatkan oleh Loic Remy (0 shot, 0 key pass), Hugo Lloris (kebobolan 2 dari 4 shot on target Ukraina), Giroud (2 shot, 1 kartu kuning) dan Samir Nasri, yang tak satu diribel sukses pun dicatatkannya dari posisi 'nomor 10'.
(Starter Prancis dengan rating terendah vs Ukraina © Whoscored)
Khusus Nasri, langkah Deschamps untuk memainkannya di posisi sentral tak pelak dipertanyakan. Pasalnya, di Manchester City, Nasri justru biasa bermain melebar. Selain itu, keputusan Deschamps memilih Nasri daripada Mathieu Valbuena juga mengundang kritikan.
Padahal, Valbuena terbukti memberi kontribusi besar bagi Prancis dalam beberapa bulan belakangan. Dari 12 gol terakhir yang diciptakan Prancis, pemain Marseille itu terlibat dalam 7 di antaranya (2 gol dan 5 assist). Di leg kedua nanti, Prancis mungkin bakal sangat membutuhkan Valbuena.
Prancis harus bermain lebih ofensif untuk merebut tiga gol dari Ukraina. Formasi 4-3-3 dengan sejumlah perubahan komposisi sepertinya bakal diterapkan oleh Deschamps. Remy mungkin akan dipertahankan karena dia bisa bermain melebar di sayap kanan lebih baik daripada Karim Benzema. Lain cerita kalau Deschamps ternyata memercayai striker Real Madrid itu untuk mengambil alih peran Giroud sebagai ujung tombak.
Yohan Cabaye pun berpeluang turun sejak menit awal menggantikan Blaise Matuidi karena keberadaannya bisa membuat Paul Pogba lebih leluasa membantu serangan. Sementara itu, Lloris masih jadi pilihan utama di bawah mistar. Begitu pula dua bek sayap Patrice Evra dan Mathieu Debuchy, yang masih perlu meningkatkan akurasi umpan silang mereka.
Yang paling penting bagi Prancis, Franck Ribery harus tampil optimal. Pada leg pertama, dia sukses diredam oleh barisan pemain di sektor kanan Ukraina.
Di leg kedua nanti, Ribery sebenarnya berpeluang merajalela. Pasalnya, dua bek kunci Ukraina yang merepotkan winger Bayern Munich itu di Kiev, yakni Artem Fedetskiy dan Olexandr Kucher harus absen akibat akumulasi kartu serta kartu merah.
(Performa Fedetskiy dan Kucher vs Prancis © Whoscored)
Sejarah memang tidak memihak Prancis. Saat ini, bisa dibilang sang juara dunia 1998 dihadapkan pada misi yang tingkat kemungkinan suksesnya adalah sekitar 10%. Namun, kita tahu bahwa tak ada yang pasti dalam sepak bola.
Hanya saja, untuk mewujudkannya, Prancis harus meng-upgrade total performa mereka secara keseluruhan. Kalau masih tetap sama dengan ketika tumbang di Kiev, maka kemungkinan itu bisa saja benar-benar menjadi 0% dan Les Bleus pun terpaksa mengubur mimpi di Saint-Denis. (bola/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 16:18
-
Tidak Ada Waktu untuk Larut dalam Kekecewaan, Arsenal!
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:33
-
Michael Carrick Bidik Dua Gelandang untuk Perkuat Manchester United
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:15
LATEST UPDATE
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26








