Ibrahimovic dan Daftar Predator Pencetak Quat-trick di Liga Champions
Editor Bolanet | 24 Oktober 2013 17:18
Bola.net - Zlatan Ibrahimovic tampil sensasional saat mengantarkan menggulung tuan rumah dengan skor 5-0 semalam (24/10).
Ibrakadabra memborong empat dari lima gol Les Parisien sekaligus mencatatkan namanya dalam bagian sejarah Liga Champions sebagai pemain yang mencetak empat gol di satu pertandingan.
Sejak Piala Champions berganti nama menjadi Liga Champions pada tahun 1992 lalu, hingga saat ini baru ada sepuluh striker top yang mampu mencetak empat gol dalam satu pertandingan di putaran final (non-kualifikasi).
Namun ternyata ada kutukan tersendiri yang menimpa klub yang pemainnya mencetak empat gol. Tak satupun dari pemain yang mencetak quat-trick tersebut berhasil mengantar klubnya menjadi juara di akhir kompetisi.
Siapa sajakah predator top yang berhasil mencetak quat-trick bersejarah di Liga Champions tersebut? Berikut Bolanet sajikan nama-nama mereka, lengkap dengan video gol quattrick yang mereka cetak. [initial]
Baca Juga:
Chelsea Loanee XI, Skuat Terbaik Titipan The Blues di Klub Lain
Utak-Atik Starting Eleven 'Big Six' EPL Tanpa Pemain Asing
EDITORIAL: Delusi Publik Inggris Terhadap Adnan Januzaj
Kompilasi 20 Gol Dramatis Yang Dicetak Oleh Kiper Dari Jarak Dekat (wkp/mri)
Marco Van Basten (AC Milan) vs Goteborg
Striker legendaris Belanda berhasil mencetak seluruh gol kemenangan 4-0 Milan atas wakil Swedia, Goteborg dalam laga kualifikasi Grup B Liga Champions 1992-93.Rossoneri pada akhirnya mampu finish sebagai pemuncak klasemen dengan angka sempurna 12 dari enam pertandingan (kemenangan masih berharga 2 poin). Goteborg menyusul di belakang mereka dengan torehan enam angka.
Simone Inzaghi (Lazio) vs Marseille
Butuh waktu delapan tahun lamanya bagi publik Eropa untuk menyaksikan seorang pemain mencetak quat-trick di putaran final Liga Champions. Kali ini pelakunya masih pemain yang membela klub Italia, Simone Inzaghi.Empat gol dari Inzaghi ditambah satu gol dari Alen Boksic menenggelamkan Olympique Marseille dengan skor 5-1 di Olimpico. Adik dari Filippo Inzaghi ini finish di posisi kedua pencetak gol terbanyak pada UCL edisi 1999-00 dengan sembilan gol.
Dado Prso (Monaco) vs Deportivo La Coruna
Berbicara tentang tim legendaris Monaco yang berhasil menembus final Liga Champions tahun 2004, tak lengkap rasanya jika tidak membahas kehebatan striker Dado Prso. Striker yang identik dengan kuncir kudanya itu mencetak empat gol dalam kemenangan 8-3 atas Deportivo La Coruna di pertandingan fase grup.Prso akhirnya finish di urutan kedua pencetak gol UCL 2003-04, di belakang rekan setimnya sendiri, Fernando Morientes.
Ruud Van Nistelrooy (Manchester United) vs Sparta Prague
Ruudtje dikenal sebagai salah satu bomber terbaik yang pernah memperkuat United di era kepemimpinan Alex Ferguson. Salah satu bukti nyata kehebatan pemain asal Belanda tersebut bisa dilihat saat ia mencetak empat gol ke gawang Sparta Praha di fase grup Liga Champions 2004-05.Quat-trick Nistelrooy membawa United menang 4-1. Ia akhirnya muncul sebagai topskor di ajang itu dengan delapan gol walau kiprah timnya terhenti di tangan AC Milan pada babak perdelapan final.
Andriy Shevchenko (AC Milan) vs Fenerbahce
Di era keemasannya, Sheva merupakan striker yang sangat disegani di seantero Eropa. Salah satu klub yag menjadi korbannya adalah Fenerbahce di tahun 2005.Klub asal Turki tersebut harus menuai malu saat bermain di Sucru Saracoglu. Empat gol kreasi Shevchenko menutup perlawanan mereka dengan skor 0--4 atas Rossoneri.
Sheva menjadi pencetak gol terbanyak di edisi tersebut dengan sembilan gol, namun hanya mampu mengantar Milan sampai semifinal sebelum kalah dari Barcelona.
Lionel Messi (Barcelona) vs Arsenal
Bermain imbang 2-2 di Emirates pada perempat final Liga Champions 2009-10, Barca sebenarnya hanya butuh kemenangan tipis saat ganti menjamu Arsenal di Camp Nou.Namun Messi bermain tanpa ampun dan menggelontorkan empat gol untuk mengantarkan timnya menang 4-1 atas The Gunners. La Pulga berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan delapan gol, namun kiprah Barca terhenti di tangan sang juara, Inter Milan di babak semifinal.
Bafetimbi Gomis (Olympique Lyon) vs Dinamo Zagreb
Dituntut harus menang besar di laga terakhir kualifikasi Grup D Liga Champions 2011-12, Lyon berhasil menjawab tantangan tersebut dengan menghancurkan tuan rumah Dinamo Zagreb dengan skor 7-1.Bafetimbi Gomis menjadi pahlawan yang mengantarkan Lyon lolos ke fase knockout. Meski demikian, hasil itu memancing kecurigaan dari Ajax Amsterdam yang tersisih karena kalah selisih gol dari tim asal Prancis tersebut.
Mario Gomez (Bayern Munich) vs FC Basel
Basel membuat kejutan dengan mengalahkan Bayern 1-0 di kandang sendiri pada babak 16 besar Liga Champions 2011-12. Namun siapa sangka kemenangan tersebut tak ada artinya lagi begitu mereka menginjakkan kaki di Allianz Arena.Empat gol dari striker haus gol Mario Gomez mengantarkan Die Roten mencacah Basel tujuh gol tanpa balas. Bayern melaju sampai ke babak final, namun kalah adu penalti dari sang juara, Chelsea.
Robert Lewandowski (Borussia Dortmund) vs Real Madrid
Diposisikan sebagai underdog saat bertemu Real Madrid dalam semifinal Liga Champions 2012-13, Borussia Dortmund justru tampil galak dengan membabat Los Blancos 4-1 di Signal Iduna Park.Robert Lewandowski menjadi aktor protagonis dalam laga itu dengan koleksi empat gol. Dortmund lolos ke final dengan agregat 4-3, namun harus takluk dari rival senegara, Bayern Munich di partai puncak.
Zlatan Ibrahimovis (PSG) vs Anderlecht
Zlatan Ibrahimovic mengamuk di Belgia. Dalam lawatan PSG ke kandang Anderlecht, Ibra memborong empat gol untuk mengantarkan Les Parisiens menang 5-0.Berkaca dari pengalaman sebelumnya, peluang Ibra untuk mengejar gelar top skorer masih terbuka lebar karena hanya berselisih satu gol dengan topskor sementara, Cristiano Ronaldo.
Namun apakah Ibra mampu mematahkan kutukan pencetak quat-trick tidak akan juara Liga Champions di musim yang sama? Kita tunggu saja.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Globe Soccer Awards 2025: Dembele Sabet Penghargaan Pemain Terbaik
Liga Eropa Lain 29 Desember 2025, 00:59
-
Juventus Masih Bisa Apa Musim Ini? Target Realistis di Tengah Perubahan
Liga Italia 27 Desember 2025, 01:25
-
Lennart Karl, Wonderkid Bayern yang Membuat Real Madrid Sesali Keputusan Lama
Liga Spanyol 22 Desember 2025, 20:10
LATEST UPDATE
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Prediksi Real Madrid vs Monaco Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 18:26
-
Di Bawah Thom Haye, Seberapa Mahal Nilai Layvin Kurzawa Dibanding Skuad Persib?
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:55
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:14
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 16:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26









