Isu Pengaturan Skor di Balik Kemenangan Fantastis Lyon
Editor Bolanet | 8 Desember 2011 19:44
Bola.net - Oleh: Zulfikar Aleksandri
Keajaiban kembali terjadi di sepak bola. Bukan, bukan tersingkirnya Manchester United karena kalah di kandang Basel, tapi kemenangan 7-1 Lyon lawan Dinamo Zagreb.
Selebrasi pemain-pemain Lyon di markas Dinamo. Sudah diatur? (c) UEFA
Sebelum pertandingan, Olympique Lyonnais butuh banyak gol dan kemenangan Real Madrid untuk lolos dari Grup D (simak permutasinya di sini). Skenario itu pun terjadi pada laga terakhir penyisihan grup Liga Champions, Kamis (8/12) dini hari WIB.
Tanpa mengecilkan kemampuan Dinamo, tim asal Kroasia itu memang sudah tak punya kepentingan di laga ini. Tapi tentu itu bukan alasan Jarko Leko dengan cepatnya menerima dua kartu kuning dan dikeluarkan wasit pada menit ke-28.
Meski kehilangan satu pemain, Dinamo tetap mampu unggul lebih dulu melalui gol Mateo Kovacic lima menit jelang babak pertama berakhir. Bafetimbi Gomis menyamakan kedudukan satu menit jelang babak pertama berakhir dan membuat skor menjadi imbang 1-1.
Dalam kondisi ini, bila ingin lolos maka Lyon harus mencetak banyak, sangat banyak gol di babak kedua, sementara Dinamo dengan sepuluh pemain dan tak punya kepentingan, hanya punya opsi bertahan.
Lyon tahu di Amsterdam Real Madrid sudah unggul 2-0. Meski Los Blancos turun dengan tim lemah tanpa Casillas, Ronaldo, Pepe, dan Ozil, sulit bagi Ajax untuk mengejar ketertinggalan dua gol dari skuad Jose Mourinho.
Lyon kemudian mencetak tiga gol dalam waktu tujuh menit. Bila ditotal dengan gol pertama Lyon, maka tim asal Prancis itu rata-rata mencetak gol setiap lima menit. Sebuah hitung-hitungan matematika sederhana.
Faktor yang mendukung kemungkinan terjadinya pengaturan skor adalah fakta bahwa pemain-pemain Dinamo menguasai bola kick off babak kedua.
Faktor kedua adalah gestur bek Dinamo Domagoj Vida pada Gomis sesaat setelah Lisandro Lopez mencetak gol kelima Lyon.
Faktor ketiga adalah setiap gol yang dicetak Lyon seperti tak berusaha dihalau oleh pemain-pemain belakang Dinamo.
Faktor keempat adalah Lyon tak pernah mencetak gol dalam tiga laga terakhir mereka di Liga Champions dan hanya mencetak dua gol dalam lima laga penyisihan grup. Tujuh gol dalam satu laga pantas membuat The Amsterdamers mengerenyutkan dahi.
Faktor kelima adalah Dinamo langsung memecat pelatih Krunoslav Jurcic beberapa jam setelah pertandingan berakhir meski faktanya di kompetisi domestik Dinamo sedang nangkring di puncak klasemen dengan selisih enam poin dari rival terdekat, Hajduk Split.
Faktor keenam adalah dianulirnya dua gol Ajax ke gawang Madrid.
Kami tahu mereka (Lyon) bermain dengan sepuluh orang, tapi saya juga mendengar bahwa beberapa gol mereka dicetak dengan sangat mudah. Bila sesuatu yang aneh terjadi, kami harus membuktikannya, kata pelatih Ajax, Frank de Boer.
Sejauh ini pihak UEFA belum melakukan penyeledikan atas dugaan pengaturan skor. Namun salah satu otoritas game online Prancis, ARJEL, telah membuka penyelidikan atas kemenangan Lyon di Maksimir ini dengan melakukan pemeriksaan atas lolosnya Lyon dengan mengorbankan Ajax.
Bila kasus ini meluas, kredibilitas UEFA menjadi taruhannya, terutama sang presiden, Michel Platini. Bukan tak mungkin Platini akan menghadapi tekanan besar seperti halnya Presiden FIFA Sepp Blatter yang masih digugat atas isu korupsi dan jual beli suara dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.
(kpl/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persis vs Madura United - BRI Super League Hari Ini
Bola Indonesia 13 Februari 2026, 15:03
-
Link Live Streaming Persis Solo vs Madura United, Kick-off 15.30 WIB di Indosiar
Bola Indonesia 13 Februari 2026, 14:48
-
Bikin 'Bursa Transfer' Makin Panas, Ini 5 Pembalap Moto2 yang Dirumorkan Naik ke MotoGP 2027
Otomotif 13 Februari 2026, 14:46
-
Live Streaming BRI Super League: Persik vs PSIM Yogyakarta, 13 Februari 2026
Bola Indonesia 13 Februari 2026, 14:36
-
Jadwal 32 Besar FA Cup Pekan Ini Live di Vidio, 14-17 Februari 2026
Liga Inggris 13 Februari 2026, 14:36
-
Ini Tanggal Penentuan Masa Depan Robert Lewandowski di Barcelona
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 14:28
-
Lega atau Kecewa? Cristiano Ronaldo Dipastikan Tak Kembali ke Manchester United
Liga Inggris 13 Februari 2026, 14:28
-
Mempertanyakan Keputusan Liam Delap: Ngapain ke Chelsea? Harusnya ke Everton!
Liga Inggris 13 Februari 2026, 14:20
-
Geger! Muncul di Daftar Hitam FIFA, Athletic Bilbao Terancam Embargo Transfer
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 14:09
-
Diego Simeone Angkat Tiga Jari ke Lamine Yama Saat Atletico Madrid Gilas Barcelona 4-0
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 13:57
-
Declan Rice Minta Arsenal Abaikan Tekanan Usai Ditahan Brentford
Liga Inggris 13 Februari 2026, 13:31
-
Prediksi Hull City vs Chelsea 14 Februari 2026
Liga Inggris 13 Februari 2026, 13:23
-
Fabio Quartararo Jadi Tandem Impian, Johann Zarco Pastikan Bela Honda di Suzuka 8 Hours 2026
Otomotif 13 Februari 2026, 13:22
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00

