Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat Setelah Angkat Trofi Premier League, Arne Slot Berikutnya?
Aga Deta | 5 Maret 2026 10:34
Bola.net - Menjuarai Premier League seharusnya menjadi puncak prestasi seorang manajer. Namun sejarah menunjukkan bahwa gelar tidak selalu menjadi tameng dari pemecatan.
Arne Slot mungkin merasa posisinya aman setelah membawa timnya juara. Akan tetapi, sejumlah nama besar pernah mengalami nasib berbeda hanya semusim setelah mengangkat trofi.
Liverpool sendiri tengah menghadapi periode sulit dengan sembilan kekalahan musim ini. Jumlah tersebut menyamai rekor terburuk mereka dalam satu dekade terakhir, dengan sembilan laga tersisa.
Jika ada anggapan bahwa status juara memberi waktu lebih panjang, kenyataannya tidak selalu demikian. Tekanan di klub elite kerap membuat kesabaran menjadi barang langka.
Berikut lima manajer top yang dipecat setelah menjadi juara Premier League. Daftar ini diurutkan dari keputusan yang relatif masuk akal hingga yang terasa paling kejam.
5. Jose Mourinho (Chelsea)

Musim 2015 2016 menjadi runtuhnya pertahanan gelar Chelsea di bawah Jose Mourinho. Hanya enam bulan setelah menjadi juara Premier League dan meraih Piala Liga, ia berpisah pada pertengahan Desember.
Chelsea terpuruk di papan bawah klasemen dan hanya meraih empat kemenangan dari 16 pertandingan terakhirnya. Kekalahan 2 1 dari Leicester menjadi titik akhir masa jabatannya.
Hubungan Mourinho dengan pemain dan staf juga memburuk, termasuk konflik dengan tim medis. Keputusan pemilik klub saat itu, Roman Abramovich, akhirnya dianggap sebagai langkah logis.
4. Antonio Conte (Chelsea)

Antonio Conte sebenarnya dipecat pada Juli 2018, jelang musim ketiganya. Hubungannya dengan manajemen sudah retak sejak beberapa bulan sebelumnya.
Chelsea finis di posisi kelima dan gagal lolos ke Liga Champions. Situasi itu memperburuk relasi antara Conte dan jajaran direksi.
Klub bahkan berusaha menghindari pembayaran kompensasi sebesar 9 juta pounds terkait pesan singkat kepada Diego Costa. Namun persidangan memenangkan Conte dan ia menerima kompensasi penuh.
3. Roberto Mancini (Manchester City)
Roberto Mancini membawa Manchester City juara pada 2012. Namun semusim kemudian, gelar kembali ke tangan Manchester United.
City memang finis kedua, tetapi kalah bersaing dalam perburuan gelar. Kekalahan di final Piala FA dari Wigan yang sudah terdegradasi menjadi pukulan telak.
Dua hari setelah final di Wembley, Mancini dipecat. Meski demikian, para pendukung City tetap memberi penghormatan atas jasanya.
2. Claudio Ranieri (Leicester City)
Claudio Ranieri menciptakan salah satu kisah paling luar biasa dalam sejarah sepak bola saat membawa Leicester juara. Namun musim berikutnya berjalan sangat berbeda.
Leicester terjerembap dekat zona degradasi dan hanya unggul satu poin dari dasar klasemen. Ancaman menjadi juara bertahan pertama yang terdegradasi sejak 1938 membayangi.
Keputusan pemecatan menuai kritik tajam, termasuk dari Gary Lineker. Meski menyakitkan, manajemen klub menilai perubahan kepemimpinan diperlukan demi kelangsungan tim.
1. Carlo Ancelotti (Chelsea)

Carlo Ancelotti membawa Chelsea meraih gelar ganda pada musim 2009/2010. Namun musim berikutnya berakhir tanpa trofi.
Chelsea finis sembilan poin di belakang Manchester United. Hasil itu dianggap tidak memenuhi ekspektasi manajemen.
Ancelotti dipecat segera setelah laga terakhir musim 2010/2011 di Goodison Park. Keputusan tersebut sering dinilai sebagai salah satu yang paling kejam dalam sejarah Premier League.
Sumber: Football365
Baca Juga:
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Termasuk Griezmann dan Casemiro
Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang Bisa Dilepas Musim Panas Ini
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Real Madrid Keluarkan Pernyataan soal Michael Olise
Liga Spanyol 21 Juni 2026, 00:01
-
David Raya Akui Hancur Setelah Arsenal Gagal Juara Liga Champions
Liga Inggris 20 Juni 2026, 23:24
LATEST UPDATE
-
Martin Zubimendi Bela Lini Tengah Spanyol Usai Dikritik Main Lambat
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:31
-
Man of the Match Belanda vs Swedia: Cody Gakpo
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:10
-
Kabar Baik untuk Brasil, Cedera Raphinha Diprediksi Tidak Serius
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:01
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Pantai Gading
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:08
-
Real Madrid Keluarkan Pernyataan soal Michael Olise
Liga Spanyol 21 Juni 2026, 00:01
-
David Raya Akui Hancur Setelah Arsenal Gagal Juara Liga Champions
Liga Inggris 20 Juni 2026, 23:24
-
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia Malam Ini
Piala Dunia 20 Juni 2026, 22:33
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Senegal 23 Juni 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:45
-
Juventus Pantau 2 Penyerang Yang Sedang Main di Piala Dunia 2026, Siapa?
Liga Italia 20 Juni 2026, 21:37
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Yordania vs Aljazair 23 Juni 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:31
-
Duet Isak dan Gyokeres Bakal Makin Mengerikan di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 21:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28





