
Bola.net - Timnas Indonesia U-17 membuka langkah di Piala Asia U-17 2026 dengan hasil positif setelah mengalahkan Timnas China U-17. Kemenangan tipis ini memperlihatkan efektivitas pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.
Laga berlangsung ketat di Jeddah dengan tekanan besar dari lawan sejak awal pertandingan. Timnas Indonesia U-17 tetap disiplin hingga mampu mencuri gol kemenangan di menit akhir.
Skuad Garuda Muda memang tidak dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan. Namun, pendekatan yang lebih pragmatis justru menjadi kunci dalam meraih tiga poin penting.
Gol tunggal Keanu Sanjaya pada menit ke-87 menjadi penentu hasil akhir pertandingan. Momen tersebut lahir dari skema yang telah dirancang dengan matang sejak awal laga.
Pertahanan Rendah yang Solid

Timnas Indonesia U-17 memilih bermain dengan garis pertahanan rendah menghadapi tekanan tinggi dari China U-17. Hampir seluruh pemain ditempatkan di area sendiri untuk mempersempit ruang gerak lawan.
Pendekatan ini membuat China kesulitan menembus lini belakang meski mendominasi permainan. Upaya lawan lebih sering berakhir melalui umpan silang yang mudah diantisipasi.
Kedisiplinan dalam menjaga posisi menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Blok pertahanan rapat membuat lawan kehilangan variasi serangan di area berbahaya.
Transisi Cepat Jadi Senjata Utama

Di tengah tekanan, Timnas Indonesia U-17 mengandalkan transisi cepat saat merebut bola. Skema ini difokuskan pada kecepatan pemain depan dalam memanfaatkan ruang kosong.
Ichiro Al Buchori, Dava Yunna, dan Chico Yarangga menjadi motor serangan balik yang efektif. Mereka mengandalkan akselerasi untuk menusuk pertahanan lawan yang mulai terbuka.
Selain itu, bola direct dari lini belakang juga menjadi bagian penting dari strategi. Salah satu skema ini berujung gol setelah distribusi panjang diterima Keanu Sanjaya.
Lemparan Jarak Jauh sebagai Variasi

Timnas Indonesia U-17 juga memanfaatkan lemparan ke dalam jarak jauh untuk menciptakan peluang. Strategi ini menambah variasi serangan di tengah keterbatasan penguasaan bola.
Beberapa peluang berbahaya lahir dari situasi tersebut, termasuk gol yang sempat terjadi pada menit ke-68. Namun, peluang itu tidak disahkan karena pelanggaran lebih dulu terjadi.
Tekanan dari situasi bola mati juga sempat membuat lini belakang China goyah. Sayangnya, peluang lanjutan belum mampu dimaksimalkan menjadi gol tambahan.
Kemenangan ini memperlihatkan fleksibilitas strategi Kurniawan Dwi Yulianto dalam membaca pertandingan. Timnas Indonesia U-17 membuktikan bahwa efektivitas taktik bisa mengalahkan dominasi permainan.
Disadur dari: Bola.com/Radifa Arsa/Benediktus Gerendo Pradigdo, 6 Mei 2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 6 Oktober 2026 13:09Jay Idzes Bangga Melihat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Tim Nasional 6 Oktober 2026 12:39Alasan John Herdman Pilih Bek sebagai Eksekutor Penalti Timnas Indonesia
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 4 November 2026 07:25Manchester United yang Suka Mempersulit Diri Sendiri
-
Liga Champions 4 November 2026 07:10Manchester United Bangkit Dramatis, Bruno Fernandes: Semoga Ini Awal yang Baik
-
Liga Champions 4 November 2026 06:46Lamine Yamal Pecahkan Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions
-
Liga Champions 4 November 2026 06:36Calvin Verdonk Man of the Match Bodo/Glimt vs Lille
-
Liga Champions 4 November 2026 06:29Rekap Liga Champions Dini Hari Tadi: PSG Pesta Gol, Man Utd Menang Dramatis
-
Liga Champions 4 November 2026 06:08Man of the Match Man Utd vs Roma: Bruno Fernandes
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 3 November 2026 14:31RESMI: AFC Undur Piala Asia 2027, Dimulai pada 23 Desember 2027
-
tim nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
tim nasional 31 Oktober 2026 16:36Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
SOROT
-
Liputan6 4 November 2026 07:31Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah, Lumajang Terparah
-
Liputan6 4 November 2026 07:07Listyo yang Terpenjara di Bekas Kantornya Sendiri
-
Liputan6 4 November 2026 06:3012 Bocah di Sidoarjo Jadi Korban Predator Anak, Pelaku Ditangkap
-
Liputan6 4 November 2026 06:30Momen-momen Keakraban Prabowo dan Listyo Ternyata Berbalas Penyadapan
-
Liputan6 4 November 2026 05:30Apa Itu LIMS, Sistem yang Diduga Dipakai dalam Penyadapan Prabowo
-
Liputan6 4 November 2026 05:18Gelombang Mutasi Polda Jatim, Direskrimum hingga Kapolres Diganti
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389502/original/078460400_1793747528-WhatsApp-Image-2026-11-03-at-15.17.56.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363079/original/021877500_1790839127-Kapolri_Jenderal_Listyo_Sigit_Prabowo_di_Istana_Negara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389491/original/067967000_1793745126-cf13c227-a286-4c4f-9ebf-2e5c40ca5b0e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377217/original/093810700_1792414162-IMG_5831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363221/original/085198400_1790845103-Screenshot_2015-10-01_155753.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359954/original/041758700_1790584885-113589.jpg)
