Kesetiaan dan Mimpi Lucarelli Mengembalikan Parma ke Kasta Tertinggi
Gia Yuda Pradana | 19 Juni 2017 19:18
Bola.net - Bola.net - Pada musim 2014/15, Parma finis di peringkat terbawah di Serie A. Parahnya lagi, masalah finansial dengan utang melebihi 200 juta Euro membuat I Ducali dinyatakan bangkrut dan dilempar ke Serie D - kasta keempat di sistem persepakbolaan Italia.
Lahir kembali dengan nama Parma Calcio 1913, pemilik dua titel UEFA Cup dan tiga trofi Coppa Italia serta runner-up Serie A 1996/97 itu bertekad untuk kembali ke kasta tertinggi. Setelah meraih dua promosi secara beruntun, mimpi Parma tersebut sepertinya bukan sekadar mimpi.
Itu semua tak lepas dari peran satu pemain mereka yang sangat setia, yakni kapten Alessandro Lucarelli.
Pada musim pertamanya di Serie D, dengan mantan pelatih Nevio Scala sebagai presiden klub, tentu saja setelah diwarnai eksodus besar-besaran para pemainnya, Parma meraih tiket promosi ke Lega Pro. Mereka menutup musim itu dengan 94 poin dari 38 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan (28 kemenangan, 10 kali imbang).
Musim 2016/17 kemarin, Parma kembali naik kelas. Parma mengalahkan 2-0 di final play-off promosi dan memastikan diri jadi salah satu tim peserta Serie B 2017/18.
Ada empat tim yang naik ke kasta kedua. Mereka adalah Venezia besutan Filippo Inzaghi, Cremonese, Foggia, dan Parma. Mimpi Lucarelli untuk membawa klub kesayangannya bangkit dari keterpurukan dan kembali ke Serie A semakin mendekati kenyataan.
Lucarelli memperkuat Parma sejak 2008. Sekarang, di usia 39, bek Italia itu sudah melalui banyak hal bersama Parma.
Saat Parma dilempar ke Serie D, hanya ada satu pemain yang bertahan. Lucarelli lah orangnya.
Lucarelli sejatinya mendapat tawaran dari sejumlah klub di level profesional, tapi dia menolak karena ingin terus bersama Parma. Lucarelli bertekad menjadi bagian dari reinkarnasi Parma.
Saya sudah mati bersama klub ini dan saya ingin menjadi bagian dari kelahiran kembalinya, kata Lucarelli waktu itu dalam wawancara dengan Parmafanzine.
Saya menerima beberapa telepon dari klub-klub di level profesional, tapi saya tak peduli. Saya takkan mengingkari kata-kata saya.
Lucarelli memegang teguh kata-katanya. Memimpin rekan-rekan barunya yang rata-rata usianya jauh lebih muda, Lucarelli membawa Parma selangkah lebih dekat ke Serie A.
Sebelum laga penentuan lolos tidaknya Parma ke Serie B, melawan Alessandria di Artemio Franchi, Firenze, Lucarelli bicara di depan rekan-rekannya. Dia menyampaikan rangkaian kata yang merasuk di hati mereka. Pidato pralaga dari algojo penalti penentu kemenangan atas Pordenone di semifinal itu terekam oleh kamera televisi.
Di foto ini, ada segala hal tentang kita: penderitaan, ketakutan, keringat, pengorbanan, dan semua yang telah membawa kita ke pertandingan ini, kata Lucarelli seperti dikutip Football Italia.
Serie B menunggu di luar sana. Selama 90 menit ke depan, kita harus memberikan segalanya. Setiap tetes energi yang kita miliki, kita harus mengeluarkannya hari ini. Apa yang tidak bisa dijangkau dengan kaki, akan kita jangkau dengan hati.
Karena kita pantas mendapatkannya. Kita adalah tim sejati. Kita sudah menelan banyak cacian sepanjang tahun untuk sampai di sini, dan kita harus membuktikan bahwa mereka salah.
Satu hal lagi. Saya tidak tahu apakah saya akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi. Jadi, saya mohon pada kalian semua. Hari ini, kalian harus membawa saya ke Serie B.
Satu untuk semua! Semua untuk satu!
Para pemain Parma tak ingin mengecewakan kapten dan para suporter setia mereka. Disaksikan striker legendaris Parma Crespo di tribun, pasukan Roberto D'Aversa mengalahkan Alessandria lewat gol-gol Manuel Scavone menit 11 dan Manuel Nocciolini menit 66.
Beberapa tahun terakhir ini, Parma telah melalui banyak hal. Parma yang lama telah mati, tapi terlahir kembali dengan semangat yang menyala-nyala.
I Ducali berturut-turut promosi dari kasta keempat ke kasta ketiga, dan kasta kedua. Mereka sudah selangkah lebih dekat untuk mewujudkan mimpi kembali ke Serie A.
Perjuangan Parma itu tak lepas dari peran satu orang, yakni Lucarelli dengan kesetiaannya yang tanpa batas.
Pada 22 Juli mendatang, Lucarelli akan genap berusia 40; dia memang sudah tak lagi muda. Namun Lucarelli belum bisa berhenti sekarang.
Lucarelli masih harus memimpin rekan-rekannya, berjuang demi mewujudkan mimpi mengembalikan Parma ke kasta tertinggi Italia.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Milan vs Lecce: Rating Pemain Rossoneri dari Kemenangan Tipis di San Siro
Liga Italia 19 Januari 2026, 07:09
-
Man of the Match Milan vs Lecce: Niclas Fullkrug
Liga Italia 19 Januari 2026, 06:38
-
Hasil Milan vs Lecce: Gol Perdana Fullkrug Antar Rossoneri Raih 3 Poin
Liga Italia 19 Januari 2026, 05:50
-
Liga Italia 19 Januari 2026, 04:00

LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26




