Ketidak Seruan di Balik Kesuksesan Piala Dunia 2010
Editor Bolanet | 12 Juli 2010 17:59
Bola.net - Piala Dunia pertama yang diselenggarakan oleh negara Afrika telah berakhir dini hari tadi dengan Spanyol keluar sebagai juaranya. Namun pertandingan-pertandingan dalam turnamen tahun ini dianggap kurang seru dan gagal menghadirkan sebuah tontonan menarik.
Stadion yang didesain super modern, antusiasme yang besar dari masyarakat serta uniknya mendengar prediksi-prediksi para dukun setempat seputar turnamen terganggu oleh pengorganisasian acara yang kurang efektif dan kriminalitas yang sering terjadi sedikit merusak citra bangsa Afrika khususnya sang tuan rumah Afrika Selatan.
Tapi yang paling parah adalah momen di mana total tiga juta penonton yang hadir langsung di stadion serta masyarakat yang menonton lewat televisi tidak mendapatkan kepuasan saat menonton jalannya pertandingan Piala Dunia tahun ini.
Miskin gol, cuaca dingin, kurangnya momen-momen seru yang tak terlupakan serta jarangnya pemain-pemain menampilkan performa kelas dunia membuat Piala Dunia tahun ini dinilai mengecewakan.
Pertandingan final antara Spanyol melawan Belanda adalah titik puncak kekecewaan para penggemar sepak bola.
Gol satu-satunya dalam pertandingan yang tercipta empat menit jelang babak perpanjangan waktu berakhir, duel fisik antara pemain yang berbuah 13 kartu kuning dan satu kartu merah bukanlah sesuatu yang diidam-idamkan banyak orang.
Kurangnya jumlah gol yang tercipta adalah aspek terburuk dari Piala Dunia 2010. Turnamen tahun ini hanya menghasilkan 28 gol dalam 17 pertandingan di babak pertama, serta diakhiri dengan total 145 gol dalam 64 pertandingan atau rata-rata 2,27 gol di setiap pertandingan. Angka ini merupakan perolehan terburuk kedua selama sejarah penyelenggaraan Piala Dunia setelah Piala Dunia 1990 di Italia dengan rata-rata 2,21 gol.
Arah Jabulani yang tak bisa diperkirakan serta kecurigaan bahwa bola itu tidak bisa melambung ke atas dengan baik saat ditendang dengan kekuatan penuh mungkin juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kurangnya jumlah gol dalam Piala Dunia tahun ini.
Faktor Ketakutan
Di awal turnamen semua tim seperti lebih tertarik mengamankan gawangnya ketimbang maju ke daerah lawan dan bermain menyerang. Hasil imbang pun selalu terjadi dengan total enam kali imbang dalam 13 kali pertandingan di babak pertama.
Lalu juga ada momen-momen di mana tim-tim besar tumbang dan gagal mengangkat nama mereka di kancah pertandingan yang menyedot mata dunia.
Siapa yang pernah menyangka jika pemain bintang macam Lionel Messi, Wayne Rooney, Fernando Torres dan malah tak mencetak satu gol pun? Atau siapa yang bisa percaya kalau ternyata di Piala Dunia 2010 penyerang-penyerang yang berkibar di klub masing-masing seperti Didier Drogba dan Cristiano Ronaldo tak bisa berbuat banyak untuk membela negara mereka?
Apakah karena alasan kepenatan akibat baru saja melewati musim pertandingan yang panjang bersama klub? Beratnya menanggung beban ekspektasi besar masyarakat terhadap mereka? Waktu yang sedikit untuk memulihkan diri dari cedera? Tak ada yang bisa menebak secara pasti.
Musim dingin seharusnya membuat pemain memiliki energi lebih dibanding harus bertanding di musim panas yang menguras banyak tenaga. Paling tidak itulah teorinya.
Tidak hanya pemain-pemain bintang yang tampil mengecewakan, tim-tim besar pun juga tumbang dan harus tersingkir di awal. Italia sebagai juara bertahan serta Prancis yang meraih peringkat kedua di Piala Dunia empat tahun lalu harus tersingkir di babak pertama tanpa memenangkan satu pertandingan pun.
Rekor Inggris mungkin sedikit lebih baik, pernah menang sekali dengan skor 1-0 melawan Slovenia. Namun akhirnya the Three Lions harus takluk melawan Jerman dengan skor telak 1-4.
Tim-tim asal Amerika Selatan terlihat menonjol di awal turnamen terutama Argentina dan Brasil. Namun keduanya tumbang di perempat final.
Argentina di bawah kepelatihan Maradona terlihat konyol saat Jerman menggilas tim Tango itu 4-0. Brasil tak bisa mempertahankan keunggulan 1-0 di babak pertama atas Belanda hingga akhirnya kalah 2-1.
Bahkan tim-tim Afrika pun dibuat kecewa. Dengan menempatkan enam tim yang berhasil menjadi finalis Piala Dunia, Afrika sepertinya memiliki harapan besar untuk meraih kejayaan. Namun ternyata lima negara tereliminasi di babak pertama, termasuk Afsel yang menjadi tim tuan rumah pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal melaju ke babak 16 besar.
Ghana adalah satu-satunya wakil Afrika di babak perempat final namun impian mereka harus hancur setelah handball yang dilakukan pemain Uruguay Luis Suarez di menit-menit akhir membuat kedudukan dua tim seimbang dan memaksa diadakannya adu penalti. Uruguay akhirnya memenangi pertandingan.
Penampilan Spanyol sebagai juara dunia baru sendiri juga tak meyakinkan dengan hanya mengantongi delapan gol dalam tujuh pertandingan. Catatan ini merupakan yang terburuk yang pernah dicatat pemenang Piala Dunia sebelumnya.
Walau akhirnya memenangi Piala Dunia pertama mereka, Spanyol gagal menampilkan penampilan terbaik mereka seperti yang pernah diperlihatkan saat meraih mahkota juara Eropa dua tahun lalu. (ant/bola)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026
Tim Nasional 5 April 2026, 17:46
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13














