Operan-operan Terbaik Andrea Pirlo
Editor Bolanet | 13 Agustus 2013 07:32
Bola.net - Andrea Pirlo mungkin sudah memasuki beberapa tahun terakhir dari karier profesionalnya yang mengagumkan, tapi sang regista Italia masih sanggup menciptakan operan-operan fantastis, akurat, dan hasilnya mematikan.
Pirlo merupakan salah satu pemain terbaik di posisinya dalam dua dekade belakangan ini. Setelah pensiun nanti, berkat kemampuan mengontrol permainan dari lini kedua dan aksi-aksi spektakuler di atas lapangan, namanya pasti takkan mudah dilupakan.
Pirlo mungkin paling dikenal karena kemampuannya melepas operan yang dalam bahasa Italia disebut 'cucchiao' - secara harfiah berarti 'spoon' atau 'sendok'.
Di tengah tekanan pemain-pemain lawan, yang berusaha menutup gerakannya setiap kali memegang bola, Pirlo meluncurkan operan indah berbentuk parabola melewati barisan pertahanan dan menuju ruang kosong di daerah berbahaya. Operan sempurna yang bisa dieksekusi dengan mudah oleh rekan-rekannya.
Berikut adalah beberapa yang terbaik darinya. (br/gia)
Italia vs Meksiko (Piala Konfederasi 2013)
Berlari menjauhi gawang menuju lapangan tengah, Pirlo lalu membelah lini belakang Meksiko dengan satu operan menakjubkan.
Bola melesat tajam dan sempurna untuk membuat overlap Ignazio Abate menjangkau ruang kosong di pertahanan El Tri dan mengubah tempo permainan dalam satu tarikan napas.
Italia vs Brasil (Friendly)
Salah satu assist terbaik batal tertulis dalam sejarah akibat bendera offside hakim garis yang bertugas di sisi lain dari lapangan.
Sang maestro mengirim sebuah operan terukur yang melambung tinggi dari dekat garis tengah ke depan gawang Brasil. Bola jatuh tepat di titik di mana kiper pasti ragu untuk keluar menyergap ataukah tetap diam sambil coba menutup ruang tembak.
Operan itu disambut dan dituntaskan tanpa kesalahan oleh Fabio Grosso yang lari menusuk dari sektor sayap.
Sangat disayangkan bagi Pirlo. Namun, momen itu menunjukkan betapa luar biasa daya imajinasinya.
Juventus vs Parma (Serie A)
Ini merupakan bukti terbaik 'cucchiao' ala seorang Andrea Pirlo.
Dia melakukannya di awal-awal bergabung dengan La Vecchia Signora. Sebuah assist brilian untuk Claudio Marchisio.
Komentator pertandingan menyebutnya sebagai masterpiece. Well, sepertinya takkan ada yang membantah.
Juventus vs Bologna (Serie A)
Pirlo menunjukkan bahwa dia sanggup melepas operan pada waktu dan ke titik yang paling tepat.
Di sini, sebuah bola rendah dengan laju terukur tercipta dari kakinya, menusuk area pertahanan Bologna, dan diselesaikan oleh Mirko Vucinic lewat cara yang tak kalah brilian.
Italia vs Amerika Serikat (Friendly)
Pirlo adalah master pengatur permainan. Dia melakukan itu dengan memvariasikan pola, jangkauan, dan kecepatan operannya.
Melawan Amerika, dia menggerakkan setiap lini Italia dengan melepas operan-operan ke berbagai penjuru lapangan dan menikam ruang kosong yang terbuka karena lawan kelelahan akibat pressing mereka.
Tak salah kalau Pirlo tergolong pemain papan atas. Setiap orang bisa melakukan segala macam operan, tapi hanya mereka di level world class lah yang tahu kapan harus melepaskannya.
Italia vs Jerman (Semifinal Piala Dunia 2006)
Bola yang gagal disapu bersih oleh bek Jerman jatuh di kaki Pirlo. Dia lalu menggiringnya ke samping di ujung area. Saat itu, dia seolah berada di dunianya sendiri. Para pemain Jerman hanya mencoba menutup ruang tembak maupun setiap jalur operannya, dan mereka melakukan kesalahan besar.
Ketika space semakin sempit serta semua pandangan tertuju padanya, dengan sebuah no look pass Pirlo menggulirkan bola di tengah kerumunan pemain Jerman ke titik di mana tak ada satu orang pun yang menyadari sebelumnya.
Bola itu sungguh sempurna dan Fabio Grosso pun tak perlu repot-repot mengontrolnya terlebih dahulu untuk melepas finishing shot menyilang yang melesat ke tiang jauh gawang.
Pass brilian itu tak hanya membuktikan pernyataan di halaman sebelumnya - tentang Pirlo yang layak dikategorikan ke dalam jajaran world class - namun juga meloloskan Azzurri ke partai puncak hingga akhirnya menjadi juara.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Perpanjang Kontrak Manuel Locatelli hingga 2030
Liga Italia 18 April 2026, 21:03
-
Prediksi Juventus vs Bologna 20 April 2026
Liga Italia 18 April 2026, 17:22
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 18-21 April 2026
Liga Italia 17 April 2026, 13:41
LATEST UPDATE
-
Bonucci Ingin Guardiola Tangani Timnas Italia
Piala Dunia 21 April 2026, 20:26
-
Prediksi Leverkusen vs Bayern 23 April 2026
Bundesliga 21 April 2026, 20:25
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
-
Arsenal Krisis di Momen Penentuan: Kena Mental dan Habis Napas
Liga Inggris 21 April 2026, 20:15
-
AC Milan dan Filosofi Corto Muso: Menang Tipis, tetapi Konsisten
Liga Italia 21 April 2026, 20:06
-
Prediksi PSG vs Nantes 23 April 2026
Liga Eropa Lain 21 April 2026, 19:59
-
Krisis Lini Depan AC Milan Kian Nyata, Tak Peduli Kombinasi Penyerang
Liga Italia 21 April 2026, 19:58
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persija 22 April 2026
Bola Indonesia 21 April 2026, 19:52
-
Prediksi BRI Super League: Persis vs Bhayangkara FC 22 April 2026
Bola Indonesia 21 April 2026, 19:47
-
Analisis: Pep Guardiola Pakai Cara 'Kuno' untuk Buat Arsenal Tak Berkutik
Liga Inggris 21 April 2026, 19:14
-
Liga Inggris 21 April 2026, 18:48

-
Link Nonton Streaming Real Madrid vs Alaves - Pekan ke-33 La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 18:32
-
Situasi Berubah, Sekarang Man United Didesak Rekrut Declan Rice!
Liga Inggris 21 April 2026, 18:18
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59




