Para Pelatih Yang Memutuskan Balik Kucing ke Mantan Klub

Aga Deta | 15 Januari 2016 10:40
Para Pelatih Yang Memutuskan Balik Kucing ke Mantan Klub

Bola.net - Bola.net - Luciano Spalletti baru saja ditunjuk menangani AS Roma untuk menggantikan Rudi Garcia. Garcia harus meninggalkan Olimpico lebih cepat setelah hasil kurang memuaskan yang diraih Giallorossi dalam beberapa pertandingan belakangan ini.

Spalletti bukanlah sosok asing di Roma. Ia sebelumnya sudah pernah memimpin Francesco Totti dkk pada tahun 2005 hingga 2009.

Advertisement

Kisah kembalinya pelatih menangani mantan klub ternyata bukan hanya milik Spalletti seorang. Ada banyak pelatih lainnya yang juga memilih langkah yang sama.

Siapa sajakah mereka? Berikut daftarnya.

1 dari 8 halaman

Luciano Spalletti

Luciano Spalletti

Spalletti pertama kali datang ke Roma di tahun 2005. Kinerja Spalletti pada periode pertama di Roma cukup bagus. Selain memenangkan dua gelar Coppa Italia secara beruntun pada 2007 dan 2008, Spalletti juga mencatatkan rekor kemenangan 11 kali beruntun di Serie A.

Pelatih berkepala plontos itu meninggalkan Roma di tahun 2009 setelah serangkaian hasil buruk yang terima tim. Usai sempat berkelana di Rusia bersama Zenit St Petersburg, Spaletti kembali ke Roma untuk menggantikan Rugi Garcia yang dipecat.
2 dari 8 halaman

Roberto Mancini

Roberto Mancini

Mancini pernah membawa Inter Milan menuju kejayaan pada periode pertamanya bekerja di Giuseppe Meazza. Di bawah tangan dingin Mancini, Inter memenangkan tiga gelar Serie A, dua trofi Coppa Italia dan dua Piala Super Italia.

Mancini dicopot dari jabatannya di akhir musim 2008 dan digantikan Jose Mourinho karena pemilik Inter saat itu Massimo Moratti menginginkan trofi Liga Champions. Mancini akhirnya kembali ke Inter di tahun 2014 setelah klub mendepak Walter Mazzarri.
3 dari 8 halaman

Kenny Dalglish

Kenny Dalglish

Kenny Dalglish merupakan legenda Liverpool. Ia pernah memenangkan banyak trofi bersama The Reds sebagai pemain maupun pelatih.

Liverpool adalah klub pertama yang ditangani Dalglish dan klub asal Merseyside itu dibawanya meraih 10 gelar selama periode 1985-1991.

Pria asal Skotlandia itu kembali menangani Liverpool di tahun 2011 untuk menggantikan Roy Hodgson. Meski sempat mempersembahkan trofi Piala Liga, karir Dalglish di Anfiield berjalan cukup singkat setelah dipecat pada 2012.
4 dari 8 halaman

Jose Mourinho

Jose Mourinho

Pelatih yang satu ini termasuk jajaran salah satu pelatih terbaik yang ada di sejarah sepakbola. Ia meraih banyak kesuksesan bersama dengan Porto, Chelsea, Inter Milan dan Real Madrid.

Mourinho pertama kali mendarat di Stamford Bridge pada tahun 2004. Ia berhasil membawa klub itu memenangkan tiga gelar Premier League dan trofi lainnya sebelum meninggalkan The Blues di tahun 2007.

Mourinho akhirnya kembali ke Chelsea di tahun 2013 setelah menyelesaikan pekerjaannya bersama Real Madrid. Ia sempat mempersembahkan trofi Premier League dan Piala Liga sebelum dipecat pada Desember tahun lalu.
5 dari 8 halaman

Fabio Capello

Fabio Capello

Fabio Capello merupakan pelatih yang berpengalaman dan sudah pernah memenangkan banyak gelar. Karir kepelatihan Capello dimulai bersama AC Milan pada tahun 1991 dan berhasil membawa klub tersebut berjaya di pentas domestik maupun Eropa sebelum hengkang di tahun 1996.

Capello kembali ke Milan di tahun 1997 setelah satu musim menangani Real Madrid. Namun, Capello hanya bertahan satu musim saja di Rossoneri dan meninggalkan klub di akhir musim.

Kisah yang sama juga dialami Capello bersama Real Madrid. Los Blancos pertama kali memakai jasa pelatih asal Italia pada musim 1996-97 dan hanya bertahan satu musim saja. 10 tahun berselang atau tepatnya di tahun 2006, Capello kembali membesut Madrid. Meski memenangkan La Liga, Capello tetap dipecat pada tahun 2007 karena gaya permainan tim yang pragmatis.
6 dari 8 halaman

Guus Hiddink

Guus Hiddink

Hiddink mengawali karir kepelatihannya bersama PSV Eindhoven. Klub asal Belanda itu berhasil dibawanya meraih kesuksesan besar di pentas domestik dan Eropa selama tahun 1987-1990.

Usai membawa Korea Selatan berjaya di Piala Dunia 2002, Hiddink memutuskan kembali ke PSV Eindhoven. Ia meninggalkan klub tersebut di tahun 2006 setelah memberikan empat gelar.

Hiddink juga punya segudang pengalaman menangani tim nasional. Ia ditunjuk menjadi pelatih timnas Belanda pada tahun 1995 dan cuma bertahan hingga tahun 1998 setelah mengantarkan Oranje ke semifinal Piala Dunia.

Hiddink kembali menangani Belanda menggantikan Louis Van Gaal yang mengundurkan diri usai tampil di turnamen Piala Dunia 2014. Setelah serangkaian hasil buruk yang diterima timnya, Hiddink meninggalkan jabatannya di tahun 2015.

Di awal tahun ini, Hiddink memutuskan kembali ke Chelsea setelah klub berpisah dengan Jose Mourinho. Sebelumnya Hiddink sudah pernah bekerja di Stamford Bridge pada tahun 2009 sebagai manajer interim.
7 dari 8 halaman

Louis Van Gaal

Louis Van Gaal

Van Gaal pernah meraih kesuksesan bersama Barcelona selama tiga tahun menangani klub tersebut pada tahun 1997 hingga 2000. Tim Catalan dibawanya memenangkan dua gelar La Liga secara beruntun dan satu trofi Copa del Rey.

Ia kembali menukangi Barcelona di tahun 2002 dan meneken kontrak selama tiga tahun. Belum genap satu musim bekerja di Camp Nou, Van Gaal dipecat setelah Blaugrana tampil buruk.
8 dari 8 halaman

Marcelo Lippi

Marcelo Lippi

Pelatih yang satu ini cukup terkenal di Italia. Dalam CV-nya, ia pernah menangani lebih dari 10 klub. Ia juga pernah menjadi pelatih timnas Italia dua kali.

Lippi pertama kali menangani Juventus di tahun 1994. Bianconeri memenangkan berbagai macam gelar termasuk tiga gelar Serie A dan satu Liga Champions selama lima tahun bersama Lippi.

Pada tahun 2001, Lippi kembali ke Juventus setelah gagal total bersama Inter Milan. Ia masih sempat membawa Bianconeri memenangkan dua gelar Serie A sebelum ditunjuk menjadi pelatih timnas Italia di tahun 2004.

Pada periode pertama kepemimpinan Lippi, Azzurri meraih kesuksesan besar dengan memenangkan Piala Dunia di tahun 2006. Setelah turnamen tersebut, Lippi tidak memperpanjang kontraknya dan posisinya digantikan Roberto Donadoni.

Di bawah Donadoni, Italia tersingkir di babak perempat final Euro 2008 dan hal tersebut membuat Lippi kembali mendapat mandat memimpin Italia. Akan tetapi, penampilan Italia di Piala Dunia 2010 sangat mengecewakan sehingga Lippi mengambil langkah mengundurkan diri.