1 dari 19 halaman
Guillermo Stabile (Piala Dunia 1930)

Piala Dunia untuk pertama kali digelar di Uruguay pada tahun 1930. Saat itu tuan rumah pula yang berhasil keluar menjadi pemenangnya. Argentina yang juga satu benua dengan Uruguay hadir di kompetisi ini. Meski tak menjadi pemenang, namun mereka bisa berbangga karena salah satu pemainnya Guillermo Stábile menjadi pencetak gol terbanyak dengan delapan gol.
2 dari 19 halaman
Oldrich Nejedly (Piala Dunia 1934)

Piala Dunia kedua ini bergeser ke benua Eropa. Pemain Cekoslowakia Oldrich Nejedly memperoleh predikat pencetak gol terbanyak setelah menjaringkan lima gol dalam empat pertandingan di Italia
3 dari 19 halaman
Leonidas (Piala Dunia 1938)

Leonidas menjadi pemain pertama dari negara Brasil yang berhasil menyabet penghargaan sepatu emas. Piala Dunia di Prancis menjadi panggung untuk menunjukkan bakatnya. Mencetak tujuh gol dari empat pertandingan sudah cukup untuk mengantarnya menjadi yang terbaik dalam urusan mencetak gol.
4 dari 19 halaman
Ademir (Piala Dunia 1950)

Ademir yang merupakan pemain Brasil ini memang berhasil mendapatkan sepatu emas setelah menjaringkan delapan gol dari enam laga. Keberhasilan Ademir menjadi pencetak gol terbanyak seperti tak bermakna apa-apa bagi tuan rumah setelah kalah 2-1 dari Uruguay di partai final. Kejadian memilukan ini dikenang sebagai tragedi Maracana
5 dari 19 halaman
Sandor Kocsis (Piala Dunia 1954)

Hungaria hanya mampu finish sebagai runner-up pada Piala Dunia 1954 di Swiss. Sandor Kocsis mendapat penghargaan sepatu emas untuk 11 gol yang dilesakkannya dalam lima pertandingan. Kocsis mencetak tiga gol dalam salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia ketika Hungaria melumat Republik Korea 9-0.
6 dari 19 halaman
Just Fontaine (Piala Dunia 1958)

Pemain asal Prancis ini menjadi yang terbaik setelah sukses menjebol gawang lawannya sebanyak 13 kali. Namanya pun menjadi semakin abadi sebagai pemegang rekor gol terbanyak dalam satu putaran final Piala Dunia sampai saat ini.
7 dari 19 halaman
Enam Pemain (Piala Dunia 1962)

Pemain Hungaria Florian Albert, Valentin Ivanov dari Uni Soviet, Drazen Jerkovic dari Yugoslavia, pemain Chile Leonel Sanchez dan dua pemain Brasil, Vava dan Garrincha, semuanya menerima Sepatu Emas setelah masing-masing mencetak empat gol di Piala Dunia 1962 di Chile.
8 dari 19 halaman
Eusebio (Piala Dunia 1966)

Portugal mengirimkan wakilnya untuk penghargaan sepatu emas melalui kaki Eusebio. Bermodalkan sembilan gol dari enam pertandingan di Piala Dunia Inggris sudah cukup untuk membuatnya menjadi yang tersubur.
9 dari 19 halaman
Gerd Muller (Piala Dunia 1970)

Piala Dunia 1970 di Meksiko menjadi panggung bagi Gerd Muller menyabet predikat pencetak gol terbanyak. Mengumpulkan sepuluh gol membuat pemain asal Jerman ini menjadi satu dari sedikit pemain yang bisa mencetak dua digit gol di putaran final Piala Dunia.
10 dari 19 halaman
Grzeforz Lato (Piala Dunia 1974)

Grzeforz Lato sanggup mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan dan otomatis dianugerahi Sepatu Emas. Polandia mencatat salah satu kemenangan terbesar di Piala Dunia ketika mengalahkan Korea Utara 7-0.
11 dari 19 halaman
Mario Kempes (Piala Dunia 1978)

Piala Dunia 1978 menjadi sepenuhnya milik tuan rumah Argentina. Selain berhasil merebut Piala Dunia untuk yang pertama kali, Mario Kempes juga menjadi bintangnya. Penghargaan sepatu emas (enam gol) dan pemain terbaik diukir atas namanya.
12 dari 19 halaman
Paolo Rossi (Piala Dunia 1982)

Saat dipanggil timnas Italia untuk Piala Dunia 1982 banyak yang mengecam Paolo Rossi, sebab dia terlibat kasus pengaturan skor. Namun kecaman itu berbalik setelah dia muncul sebagai pahlawan yang membawa Italia juara Piala Dunia. Namanya semakin melegenda setelah sukses menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen dengan enam gol dan menjadi pemain terbaik.
13 dari 19 halaman
Gary Lineker (Piala Dunia 1986)

Enam gol yang dijaringkan Gary Lineker dalam lima pertandingan membuatnya menjadi pemain Inggris pertama yang mendapatkan Sepatu Emas. Namun hal itu tidak cukup untuk menghindarkan Inggris dari kekalahan di perempat final dari Argentina.
14 dari 19 halaman
Salvatore Schillaci (Piala Dunia 1990)

Salvatore Schillaci mencetak enam gol dalam tujuh pertandingan yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di negeranya sendiri. Selain itu ia juga menjadi pemain terbaik di turnamen ini.
15 dari 19 halaman
Oleg Salenko and Hristo Stoichkov (Piala Dunia 1994)

Pemain Rusia Oleg Salenko dan bintang Bulgaria Hristo Stoichkov mendapat Sepatu Emas Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat setelah masing-masing mencetak enam gol.
16 dari 19 halaman
Davor Suker (Piala Dunia 1998)

Davor Suker bermain di tujuh laga Piala Dunia di Prancis dan mampu mengantar Kroasia finish di tempat ketiga. Suker mencetak enam gol sepanjang turnamen ini, termasuk gol kemenangan negaranya pada perebutan peringkat ketiga melawan Belanda, prestasi terbaik mereka di Piala Dunia.
17 dari 19 halaman
Ronaldo (Piala Dunia 2002)

Delapan gol yang dilesatkan oleh Ronaldo di turnamen ini tak hanya mengantarnya sebagai pencetak gol terbanyak. Brasil sukses pula mengangkat trofi turnamen ini untuk yang kelima kali.
18 dari 19 halaman
Miroslav Klose (Piala Dunia 2006)

Pemain asal Jerman ini terpilih sebagai penerima sepatu emas setelah menjaringkan lima gol di turnamen akbar empat tahunan. Meski bermain di negaranya sendiri,
Der Panzer hanya mampu merebut tempat ketiga.
19 dari 19 halaman
Thomas Muller (Piala Dunia 2010)

Meski berposisi gelandang Thomas Muller berhasil menyarangkan lima gol pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Meski jumlah gol Muller sama dengan milik striker Spanyol David Villa, gelandang Belanda Wesley Sneijder dan bomber Uruguay Diego Forlan, pemain asal Jerman ini lebih berhak menerima sepatu emas karena unggul tiga assist dari para pesaingnya.