Para Pesepakbola Dunia Yang Berurusan Dengan Rokok
Editor Bolanet | 19 Juni 2013 16:06
Bola.net - Olah raga dan rokok sejatinya merupakan sebuah kontradiksi, yang tidak akan pernah menemukan kecocokan di segala lini. Akan tetapi sejumlah atlet justru sempat bermasalah dengan rokok, termasuk para pesepakbola kelas dunia.
Baru-baru ini, bek kiri , Ashley Cole dilaporkan tengah asyik menghisap rokok ketika menjalani masa liburan di Los Angeles. Kabar tersebut jelas membuatnya khawatir, karena sang manajernya yang telah kembali, Jose Mourinho sama sekali tak terkesan dengan lintingan tembakau.
Selain Ashley, beberapa aktor dunia lapangan hijau juga pernah berurusan dengan rokok. Untuk mengetahui siapa saja pesepakbola perokok tersebut, berikut para pesepakbola yang sempat berurusan dengan rokok. [initial]
Ashley Cole

Sebuah media Inggris, Daily Mail mempublikasikan sebuah foto yang memperlihatkan defender Chelsea itu sedang merokok, ketika dalam masa liburannya di Amerika Serikat. Mereka mengklaim bahwa hal itu akan membuat Mourinho mengambil tindakan tegas.
Seorang sumber terdekat Cole pun mengaku sudah sempat memperingatkan pemain dengan 100 caps bersama timnas Inggris tersebut.
Ashley selalu banyak merokok selama liburan musim panasnya di Los Angeles. Bahkan meski rekan-rekannya meningatkan bahwa itu hal bodoh. Ia telah tertangkap merokok sebelumnya, namun Mourinho bukan bosnya kala itu. Mou dikenal berharap standart terbaik dari para pemainnya, dan ia takkan terkesan dengan hal ini.
Fabio Coentrao

Jose Mourinho lagi-lagi harus berurusan dengan pemainnya yang tertangkap sedang merokok. Kali ini salah satu penggawanya di Real Madrid yang juga kompatriotnya, Fabio Coentrao.
Bek kiri Seleccao itu diketahui tengah menghisap rokok, di luar restauran kala sedang merayakan ulang tahun bersama rekan-rekannya. Saat itu, ia beralasan bahwa merokok bukan menjadi rutinitasnya. Namun akibat tindakannya, Coentrao harus dihukum larangan tampil di satu laga oleh The Special One.
Saya sangat kecewa dengan ditulisnya hal ini oleh pers, karena tak seorang pun bisa membicarakan keburukan saya. Saya adalah seorang profesional yang sangat baik, saya selalu memberikan segalanya bagi klub yang saya bela, dan tidak adil jika ada keraguan karena satu aksi yang terekam. Selain itu, juga dikabarkan bahwa saya telah menimbulkan banyak kegaduhan di rumah saya malam itu, di mana hal tersebut benar-benar sebuah kebohongan.
Johan Cryuff

Meski dikenal sebagai seorang pesepakbola hebat, namun Cruyff juga tak mampu menghindari rokok. Di eranya sebagai pelatih Barcelona FC, pria Belanda itu bahkan sanggup menghisap hingga 20 batang rokok per harinya.
Sampai akhirnya pada tahun 1991 Cruyff harus mengalami dua kali operasi jantung, sebagai akibat dari rokok dan stres yang dialaminya. Ia pun memutuskan untuk berpisah dengan stik tembakau.
Sepakbola telah memberi saya segalanya dalam kehidupan, namun tembakau hampir memusnahkan seluruhnya.
Zinedine Zidane

Nama besar yang disandang seorang pesepakbola rupanya bukan merupakan jaminan bahwa mereka menjalani pola hidup sehat. Pun pemain sekaliber Zizou, yang dikenal lewat aksinya mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia tahun 1998.
Kali ini Zidane muncul dengan catatan negatif, setelah tertangkap kamera tengah asyik merokok, sebelum berlangsungnya semifinal Piala Dunia 2006 kontra Portugal. Kasus Zidane menjadi berita besar, karena pada gelaran sebelumnya di tahun 2002, pria berdarah Aljazair itu tengah giat melakukan kampanye anti merokok.
Mario Balotelli

Striker kontroversial asal Italia ini memiliki beberapa kasus yang berhubungan dengan rokok. Tahun lalu sejumlah media Inggris memberitakan bahwa manajer Manchester City kala itu, Roberto Mancini mengultimatum Balotelli agar berhenti merokok, atau kariernya sebagai striker The Citizens akan dihentikan.
Dan Balotelli pun akhirnya hengkang pada Januari 2013, dan bergabung bersama AC Milan. Bersama klub idolanya, Super Mario kembali ditemukan merokok. Kejadian kali ini dilakukannya di sebuah toilet kereta, ketika ia sedang bersama tim untuk menjalani laga tandang ke kandang Fiorentina.
Seorang petugas pun melaporkannya pada wakil presiden Rossoneri, Adriano Galliani.
Mungkin anda harus menjewer telinga Balotelli, karena ia merokok di toilet.
Socrates

Pemain jenius asal Brasil ini tetap tampil hebat pada masanya, kendati tak bisa melepas ketergantungannya pada rokok. Tak tanggung-tanggung, Socrates sanggup menghabiskan dua pak rokok dalam sehari kala itu!
Hal itu kerap dilakukannya, meski ia juga tengah mempelajari ilmu medis, dan tengah dalam proses merengkuh gelar dokter. Sejumlah pengamat meyakini bahwa Socrates tak betah berada di Fiorentina, karena Italia dikenal ketat dalam urusan atlet dan rokok. Sementara di Brasil, hal serupa masih menjadi hal yang wajar.
Fabien Barthez

Penjaga gawang yang pernah merengkuh gelar Juara Dunia bersama Prancis itu dikenal kerap berperilaku eksentrik, salah satunya adalah merokok.
Dan hal tersebut rupanya tak lepas dari pengamatan sang manajer, Alex Ferguson. Namun kepada media pada tahun 2001, Fergie justru mengeluarkan pendapat yang cukup mengejutkan.
Saya tahu Barthez merokok. Saya bahkan mengetahui hal itu sebelum ia bergabung. Ia mungkin berpikir saya tidak mengetahuinya, namun ia salah. Ia adalah pemain United ketiga yang bermasalah dengan rokok sejak saya di sini. Sebelumnya ada Jesper Olsen dan Les Sealey.
Di Inggris adalah sebuah hal yang langka untuk melihat seorang pemain merokok, namun dari semua itu, saya lebih menyukai mereka yang kecanduan alkohol.
Robert Prosinecki

Ketika masih aktif merokok dengan kemampuan menghabiskan 40 batang per hari, Prosinecki berhasil memenangkan kejuaraan Eropa bersama Red Star Belgrade, tepatnya pada tahun 1991.
Kemudian ia pergi menuju sejumlah raksasa Eropa seperti Real Madrid, Barcelona dan Portsmouth. Selama kariernya, ia mencatat 13 penghargaan sebagai pemain.
Dengan kehebatannya tersebut, bayangkan seberapa jago pemain asal Kroasia, andai itu tak pernah dekat dengan rokok.
Wayne Rooney

Masa liburan Rooney pada tahun 2010 menjadi santapan media Inggris, setelah ia tertangkap kamera tengah merokok di pusat kota Manchester.
Sementara pada 2011, The Sun justru memasang gambar striker Manchester United itu tengah menikmati rokok di kolam renang, ketika tengah berbulan madu dengan sang istri.
Hal itu dikabarkan membuat Alex Ferguson sempat marah besar, karena sang pemain tak kunjung bisa melepaskan diri dari jeratan nikotin.
Dimitar Berbatov

Wajah striker yang saat ini memperkuat Fulham tersebut sempat menghiasi surat kabar Inggris, dengan sebatang rokok menyala tengah berada di mulutnya. Namun sang pemain cukup cerdik dalam melakukan bantahan, seperti dilansir The Independent kala itu.
Saya tidak merokok. Terkadang jika anda melihat sebuah gambar serupa, maka itu hanyalah aksi pura-pura saya untuk merokok, agar terlihat lebih keren.
Stanley Matthews

Kasus ini mungkin terdengar cukup ganjil, seandainya terjadi di tahun-tahun modern belakangan ini. Stanley, yang sudah diberi gelar bangsawan ketika masih aktif bermain tersebut, justru menjadi seorang peraga dalam sebuah iklan rokok Craven A.
Pemain Inggris pertama yang menyandang gelar pemain terbaik Eropa tersebut ditampilkan dalam sebuah iklan cetak, lengkap dengan sebatang rokok menyala di tangannya. Dalam sebuah kalimat iklan disebutkan, bahwa Stanley juga sama seperti para atlet laki-laki lainnya, yang juga perokok produk Craven A. Stanley sendiri mengakhiri karier sepakbola pada usia 50 tahun.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Proses Adaptasi di Chelsea Berjalan Cepat
Liga Inggris 19 Januari 2026, 07:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 18 Januari 2026, 17:03
-
Chelsea Bekuk Brentford 2-0, Liam Rosenior Full Senyum!
Liga Inggris 18 Januari 2026, 14:56
-
Hasil Chelsea vs Brentford: The Blues Menang Lewat Gol Joao Pedro dan Cole Palmer
Liga Inggris 18 Januari 2026, 00:06
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

