Perang Urat Syaraf Terpanas Antar Manajer
Editor Bolanet | 14 Agustus 2015 07:00
Bola.net - Bola.net - Tak hanya para pemain, manajer juga ikut memainkan bagian penting dalam sepakbola. Secara umum, mereka bertugas mengawasi kondisi pemain, meningkatkan kemampuan anak buahnya, dan membentuk kombinasi terbaik demi meraih hasil positif.
Namun layaknya pemain, emosi para manajer juga bisa larut dalam atmosfer kompetisi, yang rasa-rasanya kian hari kian panas. Hal tersebut membuat para juru taktik tak jarang terlibat perang urat syaraf dengan manajer rival; baik sebelum, di tengah, dan sesudah pertandingan.
Meski sebagian perang urat syarat mempertontonkan aksi yang tak patut ditiru, lantaran kerap diwarnai komentar dan klaim negatif, mau tak mau harus diakui bahwa hal ini juga jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar fanatik sepakbola. Ibarat masakan, pertandingan tanpa ada adu komentar antara dua bos beda kubu akan terasa hambar.
Berikut Bola.net sajikan daftar perang urat syaraf terpanas antar manajer, yang bahkan salah satunya masih berlangsung dalam satu dekade belakangan hingga saat ini!
Arsene Wenger vs Jose Mourinho

Kedua orang ini sebelumnya sudah beberapa kali terlibat adu komentar pedas di media. Mereka juga kini masih terlibat perang dingin. Usai pertandingan di Stamford Bridge pada Oktober 2014 silam, yang berakhir dengan kemenangan Chelsea 2-0 atas Arsenal, Wenger dan Mourinho menolak saling berjabat tangan, dan tidak mempedulikan satu sama lain di Wembley bulan ini.
Rafael Benitez vs Sir Alex Ferguson

Saya ingin berbicara soal fakta, tutur Benitez, yang kala itu masih berkarir di Inggris.
Ia adalah satu-satunya manajer di liga yang tidak bisa dihukum karena semua hal ini. Semua manajer harus tahu bahwa hanya Mr. Ferguson yang boleh bicara tentang jadwal pertandingan, ia bisa bicara tentang wasit - dan tidak akan ada apapun yang terjadi.
Ada beberapa pemberitaan yang muncul setelah pernyataan tersebut dan perseteruan antara kedua kubu mencapai puncaknya ketika Ferguson menyebut Benitez sebagai 'pria konyol' dalam buku otobiografinya, lantaran menyerang dirinya secara pribadi.
Jose Mourinho vs Josep Guardiola

Pada April 2011 Barcelona dan Real Madrid tercatat saling bertemu sebanyak empat kali dalam 18 hari. Clasico tersebut diwarnai dengan permainan agresif pemain Los Blancos, yang bahkan menjurus ke arah kasar, sementara penggawa Barcelona dituding melakukan diving dan tindakan tak sportif.
Selama kedua manajer mengikuti konferensi pers, mereka secara konsisten saling mengeluhkan satu sama lain dan keputusan wasit yang tidak menguntungkan mereka. Sepertinya wajar saja bagi kita untuk membuat asumsi bahwa keduanya hingga saat ini masih enggan saling bertatap muka.
Jose Mourinho vs Rafael Benitez

Ia mengatakan: Saya tidak ingin menjuarai Europa League. Hal tersebut akan jadi kekecewaan yang amat besar bagi saya. Saya tidak ingin para pemain saya merasa bahwa Europa League merupakan kompetisi kami.
Benitez, yang amat senang bicara tentang fakta, membalas di tahun 2014.
'Mourinho berbicara tentang banyak orang, namun saya lebih suka bicara tentang fakta.
'Di Liverpool, dengan skuat yang nilainya separuh dari Chelsea, kami dua kali menyingkirkan mereka di Liga Champions. Tak lama kemudian, dengan skuat termahal di Real Madrid, ia tidak bisa berbuat apapun di Liga Champions.'
Jose Mourinho vs Manuel Pellegrini

Menurut laporan Daily Telegraph, Mourinho lantas mengatakan: Karena saya tidak ingin. Karena saya ada di situasi di mana saya bisa memilih. Ada beberapa orang yang tidak bisa membuat pilihan.
Komentar tersebut lantas dilengkapi dengan istilah 'kuda kecil' dan 'runner-up adalah juara di antara pecundang'. Sepertinya perseteruan kedua manajer akan terus berlanjut musim ini.
Louis van Gaal vs Ronald Koeman

Van Gaal kala itu bertindak sebagai direktur olahraga dan Koeman merupakan manajer.
Pria yang kini menangani Southampton tersebut amat tidak senang ketika Van Gaal mulai mencampuri urusan tim, termasuk salah satunya duduk dan ikut mengawasi sesi latihan tim.
Van Gaal kemudian sempat menyebut Koeman sebagai pria 'lemah', terkait caranya menangani sosok seperti Zlatan Ibrahimovic, dan bahkan sempat mencampuri pembicaraan personal antara manajer dan pemainnya.
Kedua pria Belanda kini melanjutkan karir di Inggris dan Koeman mengatakan: Di negara ini ada tradisi hebat di mana manajer meminum segelas anggur usai pertandingan. Gara-gara Louis, hal tersebut tak bisa saya lakukan dua kali musim lalu.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Cari Bek Tengah Baru, Incar Pemain Chelsea Ini?
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:40
-
Gabriel Martinelli OTW Gabung Al-Hilal
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:20
-
Bruno Fernandes Nantikan Tuah Carlos Baleba di Manchester United
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:00
-
Joshua Zirkzee Segera Cabut dari Old Trafford, Begini Langkah Antisipasi MU
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 17:20
LATEST UPDATE
-
Kabar Terbaru Alejandro Balde ke MU: Barcelona Siap Lepas, Tapi....
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 20:30
-
Murah Saja! MU Bisa Dapatkan Striker Timnas Prancis ini dengan Harga Hemat!
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 20:00
-
Bos Brighton Pede Yankuba Minteh Tidak Tergoda Pindah ke Liverpool
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 19:40
-
Manchester United Wajib Hukumnya Hancurkan Ipswich Town, Kalau Tidak, Bakal Berabe!
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 19:20
-
Dear Manchester United, Bayern Munchen Rindu Kalian!
Liga Champions 28 Agustus 2026, 19:00
-
Manchester United Cari Bek Tengah Baru, Incar Pemain Chelsea Ini?
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:40
-
Gabriel Martinelli OTW Gabung Al-Hilal
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:20
-
Bruno Fernandes Nantikan Tuah Carlos Baleba di Manchester United
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:00
-
Akhirnya Debut di Barcelona, Rodri: Semoga Bisa Lebih Baik Lagi!
Liga Spanyol 28 Agustus 2026, 17:40
-
Joshua Zirkzee Segera Cabut dari Old Trafford, Begini Langkah Antisipasi MU
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 17:20
-
Saga Transfer Julian Alvarez Memanas, Bos Barcelona Pilih Diam Seribu Bahasa
Liga Spanyol 28 Agustus 2026, 17:00
-
Emiliano Martinez Sudah Tiba di London, Segera Disahkan Jadi Pemain Chelsea
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 16:27
-
Prediksi Chelsea vs Brighton, 30 Agustus 2026
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


