Pochettino Ternyata Bisa Juga Tidak Kalah Lawan Madrid
Gia Yuda Pradana | 18 Oktober 2017 09:20
Bola.net - Bola.net - Sepanjang karier kepelatihannya, Mauricio Pochettino punya rekor yang sangat buruk setiap kali melawan Real Madrid. Dalam tujuh pertemuan sebelumnya dengan Madrid, sebagai pelatih , pria Argentina itu kalah tujuh kali.
Di pertemuan ke-8, membawa mesin perang berbeda bernama Tottenham Hotspur, Pochettino akhirnya sanggup meraih hasil yang lebih baik. Memang dia tidak sampai menang, tapi setidaknya dia sudah terhindar dari kekalahan.
Well, Pochettino ternyata bisa juga tidak kalah lawan Madrid.
Tottenham bertandang ke markas juara bertahan Real Madrid pada matchday 3 Grup H Liga Champions 2017/18, Rabu (18/10). Pochettino sukses membawa Tottenham mengimbangi Madrid racikan Zinedine Zidane dengan skor 1-1 dan pulang dari Santiago Bernabeu membawa satu angka.
Tottenham unggul terlebih dahulu melalui own goal Raphael Varane di menit 28. Itu adalah own goal pertama Varane dalam 198 penampilan memperkuat Madrid di semua kompetisi.
Itu awal yang bagus bagi Tottenham. Namun keunggulan mereka musnah setelah Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan dari titik penalti pada menit 43. Penalti itu diberikan usai Serge Aurier melanggar Toni Kroos di dalam kotak terlarang.
Dalam dua laga pertama mereka, Madrid dan Tottenham sama-sama meraih kemenangan. Madrid menghajar 3-0 (home) dan Borussia Dortmund 3-1 (away), sedangkan Tottenham juga menaklukkan Dortmund 3-1 (home) dan APOEL 3-0 (away).
Hasil imbang di Bernabeu pun membuat Madrid dan Tottenham sama-sama belum terkalahkan serta memiliki tujuh poin di dua tangga teratas klasemen sementara. Pada matchday berikutnya, 1 November mendatang, ganti Madrid yang akan bertandang ke Wembley untuk menantang Tottenham.
Pochettino boleh merasa puas dengan hasil imbang 1-1 ini. Pasalnya, start bagus Tottenham tetap terjaga, dan dia pun untuk pertama kalinya menghindari kekalahan lawan Madrid sebagai pelatih.
Pochettino merupakan mantan bek sentral Espanyol periode 1994-2000 dan 2004-2006. Di klub ini, Pochettino pensiun pada usia 34. Selama jadi pemain, dia 16 kali berhadapan dengan Madrid, dan rekornya adalah menang lima, imbang dua serta kalah sembilan.
Tiga tahun berselang, setelah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA, Pochettino membuka lembaran karier anyar. Dia diangkat menjadi pelatih Espanyol, mantan timnya, per Januari 2009.
Pochettino melatih Espanyol periode 2009-2012. Selama itu, dia tujuh kali melawan Madrid, semuanya di pentas La Liga. Jika sebagai pemain dia masih bisa menang, tapi sebagai pelatih ceritanya berbeda. Tujuh pertemuan melawan Madrid, kandang maupun tandang, Pochettino selalu kalah.
Dalam tujuh pertemuan melawan Madrid era Juande Ramos, Manuel Pellegrini hingga Jose Mourinho itu, Espanyol besutan Pochettino bahkan selalu tumbang tanpa bisa mencetak gol. Madrid menyarangkan total 21 gol dalam tujuh laga tersebut. Rekornya benar-benar parah.
Kekalahan terburuknya dia rasakan di Bernabeu pada jornada 26 musim 2011/12. Melawan Madrid asuhan Mourinho waktu itu, anak-anak asuh Pochettino dibungkam 0-5. Gol-gol Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo, Sami Khedira, Gonzalo Higuain (2) dan .
Pochettino kemudian melebarkan sayap ke Inggris. Kemampuannya menarik minat , yang menunjuknya jadi manajer menggantikan Nigel Adkins pada 18 Januari 2013. Di musim penuh pertamanya (2013/14, dia membawa Southampton finis peringkat delapan, posisi tertinggi mereka di Premier League sejak 2002/03.
Pada 27 Mei 2014, Pochettino diangkat sebagai manajer Tottenham. Sepakbola menyerang dengan pressing tinggi milik Pochettino jadi semakin terasah, terutama berkat amunisi-amunisi yang lebih baik di klub barunya.
Mempromosikan pemain muda ke tim utama, yang sudah dia lakukan sejak di Espanyol, adalah salah satu karakteristik utamanya. Striker Harry Kane dan gelandang serang Dele Alli adalah dua dari sekian pemain muda yang sudah dia orbitkan.
Kane bahkan sekarang sudah menjadi tulang punggung lini serang Tottenham. Dua gol ke gawang Dortmund di matchday pertama dan hat-trick kontra APOEL di matchday dua merupakan bukti kehebatan pemain 24 tahun Inggris tersebut.
Melawan Madrid, Kane memang tidak mencetak gol. Namun secara kolektif, pasukan Pochettino sudah menampilkan performa yang hebat. Mereka bermain cerdas dan tidak gentar, bahkan bisa saja pulang dengan poin maksimal andai tidak gegabah memberikan penalti dan lebih cermat dalam memanfaatkan peluang.
Namun itu sudah cukup untuk membuat Pochettino merasa bangga.
Saya sangat bangga, karena kami di sini kami ingin menunjukkan bahwa kami mampu bersaing. Performa (para pemain) dan dukungan (para suporter) sungguh fantastis, ujarnya setelah laga.
Pochettino akhirnya bisa juga tidak kalah lawan Madrid, terutama di markas mereka. Berikutnya di Wembley, dia mungkin berani mengincar kemenangan pertama atas sang raja Eropa, yang selama ini selalu menghadirkan mimpi buruk baginya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kylian Mbappe dan Klaimnya Sebagai Pemain Terbaik Dunia
Liga Spanyol 18 September 2026, 08:08
-
Vinicius Junior, Produktivitasnya Belum Sesuai Harapan
Liga Spanyol 18 September 2026, 08:02
-
Barcelona Hidupkan Minat pada Striker Timnas Inggris Ini
Liga Spanyol 17 September 2026, 23:41
-
Jose Mourinho Ungkap Sikap yang Tak Boleh Dimiliki Pemain Real Madrid
Liga Spanyol 17 September 2026, 21:05
-
Demi Real Madrid dan Madridista, Kylian Mbappe Bertekad Menangkan Ballon d'Or 2026
Liga Spanyol 17 September 2026, 21:04
LATEST UPDATE
-
Tottenham Akhirnya Cetak Gol, tetapi Kalah dari Aston Villa
Liga Inggris 19 September 2026, 21:25
-
Link Live Streaming Roma vs Inter 19 September 2026
Liga Italia 19 September 2026, 21:00
-
Hasil Bhayangkara FC vs Isenmulang FC: The Guardians Menang 2-0
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:57
-
Hasil BRI Super League: Java United Tersungkur, Persija Lanjutkan Start Sempurna
Bola Indonesia 19 September 2026, 20:55
-
Skuad Italia Era Kedua Roberto Mancini: 9 Pemain Baru Masuk Daftar
Piala Eropa 19 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Brighton vs Arsenal 19 September 2026
Liga Inggris 19 September 2026, 19:26
-
Skuad Perdana Zinedine Zidane di Timnas Prancis: Ada 5 Wajah Baru
Piala Eropa 19 September 2026, 18:52
-
Opening Ceremony Asian Games 2026: Dewa Ayu dan Daniel Bawa Budaya Bali-Batak Toba
Olahraga Lain-Lain 19 September 2026, 18:05
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Gagal Pertahankan Keunggulan, Garudayaksa Curi Satu Poin
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:33
-
Hasil PSM Makassar vs Persita: Saling Kejar Gol, Laga Berakhir 2-2
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:26
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs PSS Sleman 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:12
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Isenmulang di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:02
-
Link Live Streaming Persija vs Java United di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 19 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persib 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 16:18
-
Prediksi Susunan Pemain Brighton vs Arsenal: Saka dan Odegaard Kembali Starter
Liga Inggris 19 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
