Reaksi Para Pelatih Atas Pemecatan Claudio Ranieri di Leicester City
Aga Deta | 27 Februari 2017 14:28
Bola.net - Bola.net - Dunia sepakbola dibuat terkejut ketika Leicester City memutuskan berpisah dengan Claudio Ranieri. Pria asal Italia itu dipecat setelah sembilan bulan yang lalu mengantarkan The Foxes meraih gelar Premier League.
Ranieri menorehkan prestasi luar biasa tersebut di musi kemarin meski sama sekali tidak ada yang menjagokan Leicester. Namun, rentetan hasil buruk di sepanjang musim ini membuat Ranieri harus angkat kaki lebih cepat dari King Power Stadium.
Pemecatan Ranieri tersebut tentu saja mengundang reaksi yang beragam dari rekan sesama pelatih. Berikut ini para pelatih yang memberikan komentarnya mengenai pemecatan Ranieri.
Steve Bruce

Kami memahami sebagai manajer sekarang kami adalah orang yang paling disalahkan. Saya menggaruk-garuk kepala saya, seperti orang lain, bertanya pada diri sendiri bagaimana seseorang yang memberikan pencapaian terbaik dalam sepak bola tahun lalu, sekarang bisa dipecat. Kita bicara tentang Leicester di sini.
Orang gila sedang menjalankan rumah sakit jiwa. Kita sedang bekerja di dunia yang keras dan brutal hari ini. Umur seorang manajer mungkin sekarang sekitar satu tahun. Ini membingungkan dan salah secara moral.
Jose Mourinho

Juara Inggris dan manajer terbaik FIFA. Dipecat. Itulah sepakbola masa kini Claudio. Terus tersenyum teman. Tidak ada yang bisa menghapus sejarah yang sudah anda catat.
Pernyataan saya adalah di kaos saya. Penghormatan saya untuk orang yang telah menulis sejarah indah di Premier League. Untuk orang yang pantas namanya digunakan sebagai nama stadion Leicester, Claudio Ranieri Stadium.
Leicester menuliskan sejarah dalam dua tahun beruntun, cerita paling indah dan sekarang mereka membuat keputusan yang sulit diterima oleh semua orang dalam sepakbola. Kami harus sadar inilah sepakbola dan kami harus bisa beradaptasi.
Jurgen Klopp

Apa yang bisa saya katakan? Apakah saya terkejut bahwa hal-hal seperti ini bisa terjadi? Tidak Hal ini tidak hanya terjadi dalam sepakbola. Bagi saya ada beberapa keputusan aneh di 16/17: Brexit, Trump, Ranieri.
Apakah saya harus mengerti semuanya? Tentu saja tidak. Saya tidak tahu mengapa Leicester melakukan ini. Semua orang bisa melihat situasi di liga, situasi di Liga Champions - yang kami tidak masuk di dalamnya.
Roberto Mancini

Saya ikut prihatin kepada teman saya Ranieri. Dia akan tetap berada dalam sejarah Leicester, di hati penggemar Leicester dan semua pecinta sepakbola.
Antonio Conte

Saya tidak suka mengikuti berita seperti ini karena saya pikir itu tidak benar. Ini kurang menghormati Claudio.
Para pemain tidak memutuskan apakah seorang manajer harus dipecat atau tidak. Jika ini terjadi, itu berarti klub buruk dan tidak berdaya. Saya tidak percaya dengan ini atau yakin dengan ini.
Saya tidak ingin mendengarkan berita seperti ini. Itu membuat frustasi bagi manajer untuk membayangkan bahwa pemain bisa memutuskan nasib Anda dan masa depan.
Tony Pulis

Saya jelas selalu kecewa ketika ada manajer yang pergi. Tapi ini adalah Premier League, ini adalah sepak bola. Ini berubah begitu cepat.
Saya kecewa kepada manajer, dan saya kecewa kepada Leicester karena sudah menjadi tahun yang luar biasa buat mereka dan apa yang telah mereka capai.
Apakah saya terkejut? Saya tidak berpikir Anda bisa terkejut dengan apa yang terjadi dalam sepakbola.
David Moyes

Saya benar-benar kecewa dengan Claudio, dia orang yang baik.
Dia melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan memenangkan liga. Itu menunjukkan bahwa kita berada dalam bisnis hasil, tidak ada yang lebih tahu dari saya di Manchester United, Anda harus memenangkan pertandingan.
Eddie Howe

Saya sangat terkejut dan kecewa. Mengetahui Claudio seperti yang saya lakukan, persona publiknya melebihi persona pribadinya. Saya punya banyak waktu untuk dia, orang yang hebat, pria sejati dan orang yang sangat positif. Melihat dia kehilangan pekerjaannya dengan cara seperti itu, saya pikir sangat menyedihkan.
Semua yang dia lakukan musim lalu, prestasi bersejarah yang ia dan timnya lakukan, menemukan dirinya dalam posisi sekarang ini sangat menyedihkan.
Saya pikir itu tidak menodai ceritanya sama sekali. Dia masih manajer yang membawa mereka ke liga dan dia akan selalu diingat atas prestasi yang bersejarah itu.
Luciano Spalletti

Tidak ada rasa terima kasih terhadap Ranieri. Dia adalah orang yang menciptakan tim ini dan ikatannya, yang akhirnya menentukan kemenangan gelar liga tahun lalu.
Jadi, klub tidak perlu menyalahkan siapa pun, mereka tetap bersama dengan apa yang mereka punya dan mengambil tanggung jawab mereka sendiri. Sebaliknya dalam sepakbola situasi bisa terjadi dengan cara yang berbeda. Saya mengatakan demikian karena saya punya pengalaman seperti ini juga.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:52
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Solusi Krisis Lini Belakang, Man City Resmikan Marc Guehi Seharga 20 Juta
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:01
LATEST UPDATE
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26











