Situasi Memanas di Bernabeu: Arbeloa Terancam Jadi Korban Berikutnya

Situasi Memanas di Bernabeu: Arbeloa Terancam Jadi Korban Berikutnya
Alvaro Arbeloa ketika bertugas sebagai pelatih Real Madrid musim 2025/2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid kembali berada dalam situasi sulit. Kekalahan di kandang dari Getafe membuat tekanan terhadap pelatih Alvaro Arbeloa semakin meningkat.

Keputusan presiden klub Florentino Perez memecat Xabi Alonso dan mempromosikan Arbeloa dari tim Castilla pada awal Januari lalu sejauh ini belum membawa stabilitas yang diharapkan.

Performa Los Blancos masih naik turun. Situasi itu membuat masa depan pelatih muda tersebut mulai dipertanyakan di Santiago Bernabeu.

Tekanan semakin besar karena Madrid kini tertinggal dalam perburuan gelar La Liga. Jika hasil buruk terus berlanjut, pergantian pelatih kembali bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi.

Pergantian Pelatih Belum Membawa Stabilitas

Pergantian Pelatih Belum Membawa Stabilitas

Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa memberi instruksi kepada Arda Guler pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Florentino Perez mengambil keputusan besar pada awal tahun dengan mengakhiri masa kerja Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid.

Langkah itu diambil karena pendekatan taktis Alonso dianggap terlalu rumit untuk ruang ganti yang dihuni banyak pemain bintang.

Sebagai gantinya, Perez menunjuk Alvaro Arbeloa yang sebelumnya menangani tim Castilla.

Mantan bek Madrid tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat loyal kepada klub. Namun ia belum memiliki pengalaman melatih di level tim senior.

Pergantian tersebut sejauh ini belum memberi dampak signifikan. Dari 12 pertandingan pertamanya sebagai pelatih, Arbeloa sudah menelan empat kekalahan.

Situasi itu membuat banyak pihak di sekitar klub mulai mempertanyakan apakah keputusan mengganti Alonso benar-benar menjadi solusi bagi masalah Madrid.

Hasil Naik Turun dan Tekanan di La Liga

Hasil Naik Turun dan Tekanan di La Liga

Ekspresi kecewa pemain Real Madrid usai Getafe mencetak gol ke gawang mereka, Selasa (3/3/2026) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Sejak Arbeloa mengambil alih, Real Madrid memang sempat menunjukkan beberapa hasil positif.

Mereka meraih kemenangan 2-0 atas Villarreal dan kemudian mengalahkan Real Sociedad dengan skor meyakinkan 4-1 di La Liga.

Namun hasil buruk juga datang secara bergantian. Madrid tersingkir secara mengejutkan dari Copa del Rey setelah kalah dari klub kasta kedua, Albacete.

Di Liga Champions, mereka juga sempat dipermalukan Benfica dengan kekalahan 4-2 yang membuat Madrid harus melalui babak play-off sebelum akhirnya lolos.

Di kompetisi domestik, situasi semakin sulit setelah Madrid kalah beruntun dari Osasuna dan Getafe. Hasil tersebut membuat Los Blancos kini tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar La Liga.

Jika kembali kalah saat bertandang ke markas Celta Vigo, itu akan menjadi kekalahan liga ketiga secara beruntun bagi Madrid. Situasi seperti itu terakhir terjadi pada Oktober 2018, periode yang akhirnya berujung pada pemecatan Julen Lopetegui.

Solari Bisa Jadi Opsi Sementara

Solari Bisa Jadi Opsi Sementara

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, merayakan gol kedua timnya dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Jika manajemen klub kembali memutuskan mengganti pelatih, satu nama yang dianggap paling realistis untuk menjadi solusi sementara adalah Santiago Solari.

Mantan gelandang Real Madrid dan tim nasional Argentina itu pernah menjalankan tugas serupa pada musim 2018-2019. Saat itu ia mengambil alih tim di tengah musim setelah Julen Lopetegui dipecat.

Dalam periode tersebut, Solari bahkan sempat mencadangkan sejumlah pemain besar yang tampil kurang meyakinkan. Namun, masa kepelatihannya tidak berlangsung lama. Madrid tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-4 dari Ajax di Bernabeu.

Kini Solari, yang berusia 49 tahun, kembali berada di klub dengan peran supervisi di balik layar. Ia dinilai sebagai kandidat internal paling realistis jika Madrid membutuhkan pelatih interim.

Kandidat Pelatih Baru Masih Tidak Jelas

Kandidat Pelatih Baru Masih Tidak Jelas

Reaksi para pemain Real Madrid setelah Osasuna mencetak gol kedua dalam pertandingan La Liga, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Miguel Oses

Hingga kini belum ada kandidat kuat yang benar-benar jelas untuk menggantikan Arbeloa jika perubahan kembali dilakukan.

Zinedine Zidane, yang dua kali sukses mengambil alih tim di tengah musim, kecil kemungkinan kembali untuk periode ketiga. Mantan gelandang legendaris tersebut diperkirakan akan menjadi pelatih tim nasional Prancis setelah Piala Dunia musim panas ini.

Beberapa nama lain juga sempat muncul dalam spekulasi. Jurgen Klopp kini menjabat sebagai kepala sepak bola global Red Bull dan disebut ingin fokus pada peran tersebut.

Mauricio Pochettino sedang menangani tim nasional Amerika Serikat menjelang Piala Dunia yang akan digelar di negara tersebut. Sementara itu, Unai Emery tengah membawa Aston Villa bersaing di papan atas Premier League.

Nama Jose Mourinho juga sempat disebut. Namun perilakunya saat Benfica menghadapi Madrid di Liga Champions, termasuk komentarnya mengenai Vinicius Junior, diyakini membuat kemungkinan reuni hampir mustahil terjadi.

Beberapa figur dari lingkaran Madrid seperti Raul dan Michel juga tersedia. Namun keduanya disebut tidak memiliki hubungan dekat dengan Perez.

Tekanan Fans dan Masalah Skuad Madrid

Situasi klub semakin rumit karena tekanan dari para suporter. Dalam kekalahan melawan Getafe, sebagian fans bahkan terdengar meneriakkan tuntutan agar Florentino Perez mengundurkan diri.

Hal itu tentu menambah tekanan bagi presiden klub yang akan berusia 79 tahun akhir pekan ini. Perez dikenal memiliki pendekatan yang sangat personal dalam urusan menunjuk maupun memecat pelatih.

Mengutip The Athletic, seorang sumber yang dekat dengan staf senior Madrid mengungkapkan bahwa Perez selalu melihat dirinya sebagai sosok paling berwenang dalam urusan teknis tim.

“Florentino selalu melihat dirinya sebagai direktur olahraga Madrid. Ia tidak pernah benar-benar menilai pelatih sebagai figur yang menentukan.”

Di sisi lain, skuad Madrid juga masih menghadapi sejumlah masalah yang sebenarnya sudah terlihat sejak era Carlo Ancelotti.

Tim dinilai kekurangan bek yang benar-benar solid dan tidak memiliki playmaker murni di lini tengah. Selain itu, keseimbangan di lini serang juga menjadi tantangan karena banyaknya pemain bintang.

Masalah cedera turut memperburuk situasi. Rodrygo menjadi pemain terbaru yang mengalami cedera ACL, menambah daftar panjang pemain yang mengalami cedera lutut serius.

Ujian Berat Menanti di Bernabeu

Terlepas dari tekanan yang ada, Arbeloa masih memegang kendali tim untuk saat ini. Ujian berikutnya datang dari laga tandang melawan Celta Vigo yang saat ini berada di posisi enam klasemen.

Madrid akan menghadapi pertandingan tersebut tanpa Franco Mastantuono yang terkena kartu merah saat melawan Getafe. Alvaro Carreras dan Dean Huijsen juga harus absen karena akumulasi kartu kuning.

Setelah itu, perhatian akan tertuju pada babak 16 besar Liga Champions. Real Madrid akan menjamu Manchester City di Bernabeu pada leg pertama, laga yang hampir selalu menghadirkan sorotan besar, terutama karena kehadiran Pep Guardiola.

Menjadi pelatih Real Madrid memang dikenal sebagai salah satu pekerjaan paling berat di dunia sepakbola. Arbeloa kini merasakannya secara langsung.

Carlo Ancelotti dan Xabi Alonso sudah lebih dulu menghadapi tekanan tersebut. Siapa pun yang datang berikutnya juga akan menyadari bahwa kursi panas di Bernabeu tidak pernah benar-benar aman.