Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Aga Deta | 11 Maret 2026 21:05
Bola.net - Babak 16 besar Liga Champions kembali menghadirkan pertemuan besar antara Chelsea dan Paris Saint-Germain. Duel dua klub elite Eropa ini kembali memanaskan rivalitas yang sudah terjalin sejak pertengahan 2010an.
Kedua tim dikenal sebagai kekuatan besar di sepak bola Eropa modern. Mereka mengoleksi banyak gelar liga domestik, trofi piala, serta kesuksesan di kompetisi internasional.
Chelsea dan PSG juga dihuni banyak pemain kelas dunia sepanjang sejarah klub. Sejumlah bintang besar pernah tampil dan meninggalkan jejak penting di kedua tim tersebut.
Dengan deretan talenta hebat yang pernah membela kedua klub, menarik untuk menyusun tim gabungan terbaik. Kombinasi pemain dari London dan Paris menghasilkan skuad bertabur bintang.
Formasi 4-2-3-1 dipilih untuk menyusun starting XI PSG dan Chelsea sepanjang masa. Formasi ini memungkinkan keseimbangan antara kekuatan bertahan dan kreativitas menyerang.
1. Kiper: Petr Cech
Petr Cech dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah Chelsea. Ia menjadi sosok penting dalam era kejayaan klub London tersebut.
Selama membela Chelsea, Cech memenangkan empat gelar Premier League. Ia juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan klub menjuarai Liga Champions 2012.
Kiper asal Republik Ceko itu mencatat 228 clean sheet di semua kompetisi bersama Chelsea. Penampilannya di final Liga Champions 2012 di Munchen juga dikenang sebagai salah satu momen paling ikonik.
2. Bek Kanan: Dani Alves
Dani Alves hanya bermain singkat di Paris Saint-Germain antara 2017 hingga 2019. Meski demikian, ia tetap memberikan kontribusi penting bagi tim.
Selama di PSG, bek kanan asal Brasil itu membantu klub memenangkan dua gelar Ligue 1. Pengalamannya sebagai pemain penuh trofi juga memberi pengaruh besar di ruang ganti.
Alves dikenal sebagai salah satu bek kanan terbaik sepanjang masa. Kemampuannya menyerang dari sisi kanan membuatnya sering mendefinisikan ulang peran bek sayap modern.
3. Bek Tengah: John Terry
John Terry merupakan ikon terbesar dalam sejarah Chelsea. Ia memimpin lini belakang klub selama bertahun tahun dengan kepemimpinan yang kuat.
Terry memenangkan lima gelar Premier League bersama Chelsea. Ia juga meraih lima trofi Piala FA serta gelar Liga Champions 2012.
Selain solid dalam bertahan, Terry juga berbahaya saat membantu serangan. Bek Inggris tersebut mencetak 67 gol selama kariernya bersama Chelsea.
4. Bek Tengah: Thiago Silva
Thiago Silva menjadi salah satu bek paling berpengaruh dalam sejarah Paris Saint-Germain. Ia membantu klub meraih tujuh gelar Ligue 1 selama bermain di Paris.
Bek asal Brasil itu kemudian bergabung dengan Chelsea. Di sana ia kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin di lini belakang.
Silva memainkan peran penting saat Chelsea menjuarai Liga Champions 2021. Bahkan saat memasuki usia akhir 30an, kemampuannya membaca permainan tetap luar biasa.
5. Bek Kiri: Ashley Cole
Ashley Cole sering dianggap sebagai salah satu bek kiri terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Ia tampil konsisten di level tertinggi selama bertahun tahun.
Cole membantu Chelsea memenangkan berbagai trofi besar. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah gelar Liga Champions 2012.
Ia dikenal sangat tangguh saat menghadapi winger kelas dunia. Dalam banyak pertandingan besar, Cole sering mampu mematikan pergerakan lawan.
6. Gelandang Tengah: Claude Makelele
Claude Makelele dikenal sebagai gelandang bertahan legendaris. Bahkan peran gelandang bertahan modern sering dikaitkan dengan namanya.
Ia memenangkan dua gelar Premier League bersama Chelsea. Perannya di lini tengah memberikan perlindungan kuat bagi lini belakang.
Makelele kemudian mengakhiri kariernya di Paris Saint-Germain. Pengalamannya membantu memperkuat struktur permainan tim Paris tersebut.
7. Gelandang Tengah: Frank Lampard
Frank Lampard merupakan salah satu gelandang paling produktif dalam sejarah sepak bola Inggris. Ia mencetak 211 gol selama membela Chelsea.
Lampard juga memenangkan tiga gelar Premier League bersama klub London tersebut. Selain itu, ia meraih empat trofi Piala FA.
Golnya di final Liga Champions 2012 menjadi momen penting bagi Chelsea. Ketajaman, ketahanan fisik, dan insting mencetak gol membuatnya tak tergantikan di lini tengah.
8. Sayap Kanan: Kylian Mbappe
Kylian Mbappe menjadi wajah utama proyek besar Paris Saint-Germain selama bertahun tahun. Ia berkembang menjadi salah satu pemain terbaik dunia.
Mbappe meninggalkan PSG pada 2024 sebagai pencetak gol terbanyak klub. Ia mencetak 256 gol dalam 308 pertandingan.
Selama bermain di Paris, Mbappe memenangkan lima gelar Ligue 1. Kecepatan dan ketajamannya membuatnya menjadi ancaman besar bagi pertahanan lawan.
9. Gelandang Serang: Ronaldinho
Sebelum bersinar bersama Barcelona, Ronaldinho lebih dulu menunjukkan bakatnya di Paris Saint-Germain. Ia bermain untuk klub tersebut antara 2001 hingga 2003.
Periode di PSG menjadi awal dari kemunculan salah satu pemain paling kreatif dalam sejarah sepak bola. Ronaldinho terkenal dengan dribel elastis dan umpan kreatif.
Gaya bermainnya penuh hiburan dan imajinasi. Kehadirannya dalam tim gabungan ini memberikan sentuhan kreativitas yang luar biasa.
10. Sayap Kiri: Eden Hazard
Eden Hazard menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Chelsea. Ia tampil gemilang selama bertahun tahun di Stamford Bridge.
Hazard membantu Chelsea memenangkan dua gelar Premier League. Ia juga meraih dua trofi Liga Europa bersama klub tersebut.
Selama membela Chelsea, Hazard mencetak 110 gol di semua kompetisi. Kemampuannya menggiring bola sering membuat pertahanan lawan kesulitan menghentikannya.
11. Penyerang: Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic menjadi salah satu striker paling dominan dalam sejarah Paris Saint-Germain. Ia mencetak 156 gol dalam 180 pertandingan.
Selama bermain di PSG, Ibrahimovic memenangkan empat gelar Ligue 1 secara beruntun. Ia menjadi simbol dominasi klub di kompetisi domestik.
Selain produktif mencetak gol, Ibrahimovic juga dikenal dengan kepribadian kuat. Banyak gol spektakuler lahir dari kaki penyerang asal Swedia tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Khvicha Kvaratskhelia Selalu Tampil Berbeda di Liga Champions Bersama PSG
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:58
-
Joao Pedro Jadi Andalan Chelsea Dalam Duel Kontra PSG di Liga Champions
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:39
-
Iran Pastikan Tak Ikut Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Maret 2026, 21:24
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
LATEST UPDATE
-
3 Kekalahan Beruntun, Kursi Marcos Santos di Arema FC Mulai Panas?
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 23:04
-
Hasil PSIM vs Persijap: Drama 4 Gol, VAR, dan Lampu Padam
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 22:54
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Penentu di Laga Madrid vs Man City
Liga Champions 11 Maret 2026, 22:21
-
Khvicha Kvaratskhelia Selalu Tampil Berbeda di Liga Champions Bersama PSG
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:58
-
Joao Pedro Jadi Andalan Chelsea Dalam Duel Kontra PSG di Liga Champions
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:39
-
Prediksi BRI Super League: Persis vs Bali United 12 Maret 2025
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 21:27
-
Iran Pastikan Tak Ikut Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Maret 2026, 21:24
-
Live Streaming Leverkusen vs Arsenal - Link Nonton Liga Champions di Vidio
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:02
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 11 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi Dewa United vs Manila Digger 12 Maret 2025
Bola Indonesia 11 Maret 2026, 20:58
-
Live Streaming PSG vs Chelsea - Link Nonton Liga Champions di Vidio
Liga Champions 11 Maret 2026, 20:52
LATEST EDITORIAL
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54
-
11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada Legenda Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:44
-
5 Pelatih dengan Kartu Merah Terbanyak, Jose Mourinho Jauh di Puncak
Editorial 10 Maret 2026, 20:41




