Tak Pantas Rasanya Mengadili The Special One Saat Ini
Yudha | 5 November 2015 14:48
Bola.net - Bola.net - Oleh: Yudha Prastianto
Ada pepatah mengatakan, Hidup itu bagaikan roda yang sedang berputar, kadang di atas kadang juga di bawah,. Nah, apa yang terjadi pada Jose Mourinho saat ini adalah sama seperti roda yang sedang berada di bawah tersebut.
Ya, roda Mourinho selama ini selalu berada di atas, tetapi tiba-tiba berputar dan kembali ke bawah. Mourinho yang mungkin saja belum siap dengan keadaan seperti ini menjadi diam seribu bahasa.
Berbagai cacian, kritik hingga desakkan untuk mundur dari kursi manajer kini sedang dihadapi oleh The Happy One. Kabar menyebutkan bahwa pria asal Portugal itu akan dipecat tepat pada hari Minggu ini.
Tak adil rasanya, mengingat baru semusim Mourinho mengalami krisis seperti ini. Tapi, apakah ia pantas mendapatkan perlakuan di luar batas seperti sekarang?
Kita boleh menyebut Mourinho adalah seorang yang congkak atau sombong, terserah. Tapi, memperlakukan seseorang dengan cara terus meneror lewat berbagai kritikan rasanya tak pantas jika memang kita semua bukan siapa-siapa saat dibandingkan dengannya.
Terlepas dari hasil buruk musim ini, Mourinho adalah seorang pelatih jenius yang bisa membawa sebuah tim yang kurang begitu diperhitungkan menjadi superior. Itu sudah dan jelas-jelas dibuktikan oleh eks asisten pelatih Bobby Robson pada musim 2003/2004 silam.
Siapa yang mengenal FC Porto -di Indonesia khususnya- sebelum mereka sukses menjadi juara Liga Champions tepat semusim sebelum merengkuh dengan cara yang terbilang tak masuk akal? Saya berani bertaruh, hampir tidak ada yang peduli dengan klub berjuluk Dragons saat itu.
Meski telah menjadi raksasa di Portugal dan sukses meraih gelar di ajang Liga Europa pada musim sebelumnya, mereka saat itu bukanlah siapa-siapa di kompetisi ter-elit Eropa.
Akan tetapi, dengan deretan pemain seperti Ricaldo Carvalho, Paulo Fereira hingga , Mourinho sukses menjawab keraguan tersebut dengan sebuah gelar dan membungkam krtitikus yang hanya sanggup berbicara tanpa melakukan praktik. Di partai final, AS Monaco sebagai tembok terakhir bisa dihancurkan dengan skor telak 3-0.
Tidak lama setelah momen ajaib tersebut, klub asal pusat kota London yang baru saja meminta tolong taipan asal Rusia untuk menyelamatkan tim dari hutang sebanyak 80 juta Pounds (Baca: ) tertarik untuk menggunakan jasanya. Sontak, nama Mourinho memimpin daftar sebagai manajer dengan gaji termahal di Inggris. Semua pihak pun bertanya, Siapa orang ini?
Mourinho yang saat itu adalah manajer yang baru saja meraih gelar Eropa, lantas mengatakan jika dirinya adalah The Special One.
Tolong jangan panggil saya arogan. Tapi, saya adalah juara Eropa dan mungkin saya adalah 'The Special One'. - Mourinho, Juni 2004.
Praktis, setelah komentar fenomenalnya tersebut kita semua tahu apa saja yang telah dipersembahkan oleh Mourinho kepada Chelsea hingga tahun 2007, mari hitung bersama-sama: 2 Premier League, 1 Piala FA, 2 Piala Liga dan 1 Community Shield. Satu hal lagi yang membuatnya amat dicintai publik London adalah sukses membawa Chelsea sebagai tim yang tidak pernah menelan kekalahan pada pertandingan kandang.
Tahun 2007 merupakan tahun terakhir di periode pertama bersama klub yang kini sudah menjadi raksasa Inggris tersebut. Ia pergi setelah mengadakan pertemuan dengan para petinggi klub termasuk Roman Abramovich. Kesepakatan bersama akhirnya tercapai dan ia pun pergi.
Sempat merasakan berbagai atmosfer dan meraih sejumlah gelar di luar Inggris (termasuk treble winners bersama Inter Milan di Italia), Mourinho memutuskan untuk merajut kembali kisah cinta lama dengan Inggris dan seisi kota London. Di periode keduanya, dia berhasil membawa pulang dua gelar... ingat, dua gelar sekaligus! Premier League dan Piala Liga ke hadapan publik Stamford Bridge.
Nah, apa yang sedang terjadi pada Mourinho musim ini adalah hal wajar dalam sepakbola. Tak selamanya sebuah tim atau seorang manajer selalu berada di atas, bukan? Bahkan, seorang Frank Rijkaard saja pernah harus terseok-seok lebih dulu sebelum di akhir musim sukses mengantarkan duduk di peringkat kedua pada musim pertamanya (2003-04).
Untuk urusan gelar liga (domestik), Mourinho rasanya sudah bisa sedikit disejajarkan dengan sosok Sir Alex Ferguson (silahkan saja tak sependapat). Lihat bagaimana keduanya bisa membuat sebuah tim yang tengah dalam kondisi kurang meyakinkan menjadi sebuah tim yang sukses mendominasi liga dalam beberapa tahun. Alasan uang berlimpah yang dimiliki Chelsea rasanya kurang tepat (kurang tepat bukan berarti sepenuhnya tidak benar), karena sebelumnya pria 52 tahun tersebut sudah mampu mempersembahkan sejumlah gelar bagi Porto.
Yakinlah, seorang Mourinho bisa dengan sangat tenang menghadapi tekanan yang ia alami. Dia juga sudah bagus dengan memutuskan untuk lebih memilih menyaksikan pertandingan Rugby ketimbang harus mendengar ocehan sekitar.
Dan kemenangan 2-1 atas Dynamo Kiev di ajang Liga Champions dini hari tadi menjelaskan kepada semua orang bahwa Jose Mourinho belum pantas dikatakan habis dan dipojokkan seperti saat ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
-
Usai Kalah dari Brighton, Chelsea Bidik Kemenangan di Kandang Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:28
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



