2 Kunci PSIM Bersaing di Papan Atas BRI Super League 2025/2026

Gia Yuda Pradana | 22 Januari 2026 20:36
2 Kunci PSIM Bersaing di Papan Atas BRI Super League 2025/2026
Starting XI PSIM Yogyakarta pada laga BRI Super League 2025/2026 (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Bola.net - PSIM Yogyakarta tampil kompetitif pada musim 2025/2026 dan masih menjaga peluang berada di jalur papan atas BRI Super League. Performa ini menempatkan PSIM sebagai salah satu tim yang konsisten di tengah persaingan ketat liga.

Hingga pekan ke-17, PSIM berada di peringkat keenam klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 33 poin. Catatan tersebut berasal dari delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Advertisement

Manajer tim Razzi Taruna menjelaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari keputusan strategis klub sejak awal musim. Ia menilai ada dua faktor utama yang menopang daya saing PSIM sepanjang kompetisi berjalan.

1 dari 3 halaman

Pemilihan Pelatih yang Tepat

Pemilihan Pelatih yang Tepat

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, di BRI Super League 2025/2026 (c) Bola.com/Abdul Aziz

Razzi menegaskan bahwa keputusan menunjuk Jean-Paul van Gastel menjadi fondasi penting performa tim. Menurutnya, pengalaman sang pelatih memberikan arah kerja yang jelas bagi seluruh elemen klub.

"Alhamdulillah, kami senang. Kalau merefleksikan ke belakang, menurut saya, kunci paling utama memang memilih pelatih yang tepat, sih. Karena saya pun di sini juga pengalamannya masih sangat minim," ujar Razzi.

Ia mengakui proses belajar berlangsung setiap hari bersama pelatih asal Belanda tersebut. Akan tetapi, situasi ini justru mendorong manajemen dan tim bekerja lebih disiplin.

"Tapi dengan adanya coach Jean-Paul, kami setiap hari belajar. Saya juga dituntut untuk enggak bisa nyantai," kata Razzi. Ia menilai pendekatan tersebut membuat PSIM berkembang secara struktural.

Manajemen klub bahkan mulai merancang kerja sama jangka panjang dengan Jean-Paul van Gastel. Langkah ini ditempuh demi menjaga kesinambungan prestasi PSIM pada musim-musim berikutnya.

"Harapannya, kami juga mau menjalin kerja sama yang lebih panjang lagi untuk ke depannya," ujar Razzi. Ia juga meminta dukungan publik agar pelatih diberi ruang bekerja secara optimal.

2 dari 3 halaman

Kontribusi Pemain Asing Berpengalaman

Kontribusi Pemain Asing Berpengalaman

BRI Super League 2025/26: Pemain PSIM Yogyakarta, Ze Valente (c) ileague.id

Selain faktor pelatih, PSIM mendapat dorongan besar dari kualitas pemain asing. Mayoritas legiun impor di dalam skuad telah memiliki jam terbang di kompetisi Indonesia.

"Terus, yang kedua, mungkin pemain asing yang kami punya sekarang kan mayoritas pernah main di Indonesia. Sudah terukurlah kemampuannya," ucap Razzi.

Ia menjelaskan proses penyusunan tim dilakukan dengan pendekatan kecocokan peran. Namun, perjalanan musim masih panjang dan konsistensi tetap menjadi pekerjaan utama PSIM.

Dari sembilan pemain asing, enam di antaranya telah akrab dengan atmosfer liga nasional. Mereka adalah Ezequiel Vidal, Deri Corfe, Ze Valente, Rakhmatsho Rakhmatzoda, Nermin Haljeta, dan Yusaku Yamadera.

Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat adaptasi berjalan lebih cepat. PSIM pun mampu menjaga stabilitas performa di tengah padatnya jadwal Super League.

Dengan kombinasi pelatih berpengalaman dan pemain asing yang tepat guna, PSIM memiliki fondasi kuat untuk bertahan di papan atas. Tantangan selanjutnya adalah menjaga konsistensi hingga akhir musim.

Disadur dari: Bola.com/Ana Dewi/Rizki Hidayat, 22 Januari 2026

LATEST UPDATE