4 Alasan Bali United Layak Jadi Juara Shopee Liga 1 2019
Aga Deta | 4 Juli 2019 10:16
Bola.net - Bali United saat ini sedang bertengger di puncak klasemen Shopee Liga 1 2019 dengan torehan 16 poin dari lima laga. Mereka pun sekarang difavoritkan sebagai juara musim ini.
Sejarah Bali United berawal dari klub bernama Persisam Putra Samarinda, klub merger Persisam yang merupakan eks tim Perserikatan dan Putra Samarinda dari Galatama.
Pada 15 Februari 2015, Putra Samarinda diambil alih pengusaha asal Indonesia, Pieter Tanuri, setelah sebelumnya mengalami kesulitan finansial hingga akhirnya berpindah kandang ke Bali dan mengubah namanya menjadi Bali United FC.
Semenjak dipegang keluarga Tanuri, Bali United menjelma jadi tim pelanggan papan atas kompetisi kasta elite Indonesia. Berbekal dana berlimpah dan injeksi sponsor-sponsor kakap klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dengan leluasa mendatangkan pelatih dan pemain terbaik.
Pada tanggal 17 Juni 2019, Bali United menjadi klub pertama yang memiliki saham go public di Asia Tenggara dan kedua di Asia.
Pada pembukaan perdagangan perdananya, harga saham perusahaan langsung melambung 69,14 persen ke level Rp 296 per saham dari nilai saham perdana Rp 175 per lembar. Klub ini melepas 33,33% kepemilikannya dengan total 2 miliar unit saham. Dengan demikian, dana yang diraup oleh klub ini mencapai Rp 350 miliar!
Bali United mencuri perhatian di pentas Liga 1 2017. Klub yang saat itu diasuh Widodo Cahyono Putro jadi runner-up kompetisi. Sepanjang musim mereka bergantian menghuni posisi puncak klasemen bersama PSM Makassar, sebelum akhirnya merelakan gelar ke klub underdog, Bhayangkara FC.
Nafsu menjadi yang terbaik digelorakan lagi di Liga 1 2018. Sayang, start buruk Stefano Lilipaly dkk. membuat langkah klub tertatih-tatih di pengujung kompetisi. Sempat jadi runner-up pramusim Piala Presiden 2018, Bali United menutup Liga 1 2018 dengan ada di jajaran papan tengah, peringkat 11 klasemen.
Hasil jauh di bawah ekspektasi, mengingat skuat Bali United bertabur bintang-bintang top.
Pencapaian minimalis ini jadi pelajaran bagi manajemen Bali United untuk berbenah menatap persaingan Shopee Liga 1 2019.
Manajemen Serdadu Tridatu mendatangkan pelatih bertangan dingin, Stefano Cugurra "Teco" yang sukses mengantar Persija Jakarta double gelar di musim lalu. Kedatangan Teco diikuti gerbong bintang. Pemain asing sarat reputasi macam Paulo Sergio dan William Pacheco kini ada di jajaran skuat Bali United. Mereka menambah deretan panjang bintang-bintang berkelas yang sudah ada di tim, layaknya Ilija Spasojevic, Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Yabes Roni, Taufiq, dan banyak lagi lainnya.
Bali United punya peluang jadi yang terbaik musim ini. Ada beberapa alasan didasari analisis yang menguatkannya. Apa-apa saja?
Kedalaman Skuat

Berbekal modal finansial berlimpah Bali United beberapa musim terakhir intens menyesaki skuat mereka dengan pemain-pemain terbaik. Musim ini bisa dibilang skuat Serdadu Tridatu paling lengkap di antara klub-klub elite pesaing.
Mereka punya empat legiun asing kelas satu: Paulo Sergio (Gelandang serang/Portugal), Melvin Platje (Penyerang/Belanda), Wilian Pacheco (Bek/Brasil), dan Brwa Nouri (Bek/Iran). Citra rasa asing makin terasa nyanter dengan tambahan pemain berstatus naturalisasi yang ada di tim, layaknya Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, dan Ilija Spasojevic.
Mengabaikan paspor, jika ditotal sejatinya mereka punya delapan pemain impor!
Skuat Bali United kian terasa mentereng dengan injeksi pemain lokal berberlabel Timnas Indonesia. Yabes Roni, Hanis Saghara Putra, Ricky Fajrin, adalah deretan pemain belia pelanggan Tim Merah-Putih Junior.
Di Bali United juga bertabur pemain lokal matang jam terbang. Leonard Tupamahu, Gunawan Dwi Cahyo, Fadhil Sausu, Muhammad Taufiq, bukan nama asing di peredaran elite sepak bola nasional.
Dengan kedalaman skuat yang begitu mumpuni, Teco dengan leluasa melakukan rotasi. Keseimbangan permainan tim selalu terjaga karena kualitas pemain inti dan cadangan relatif berimbang. Kondisi ini yang tak dimiliki klub-klub pesaing, yang rata-rata kuat di jajaran starting eleven.
Pelatih Bertangan Dingin

Kunci utama yang kian menebalkan kans juara Bali United musim ini adalah keberhasilan manajemen klub membajak Stefano Cugurra dari Persija.
Pelatih asal Brasil itu adalah sosok kunci di balik kesuksesan Tim Macan Kemayoran musim lalu memenangi Piala Presiden dan Liga 1. Tak mudah bagi sebuah klub mengawinkan gelar di persaingan level atas Tanah Air.
Teco yang kelahiran 25 Juli 1974 tersebut bukan pelatih muka baru. Ia pertama kali mendarat pada tahun 2004, sebagai pelatih fisik Persebaya Surabaya mendampingi Jacksen F. Tiago yang bertindak sebagai pelatih kepala.
Ia kemudian cabut ke Thailand untuk meretas karier sebagai pelatih kepala. Di Negeri Gajah Putih ia sempat singgah di Chiangrai United, Phuket, Osotspa Samut Prakan, dan Royal Thai Navy. Matang di Liga Thailand, Teco jadi lebih tahan banting menghadapi persaingan di Indonesia.
Karena faham benar masalah latihan fisik, Teco dikenal sebagai pelatih yang jago menjaga level kebugaran tim asuhannya saat mengarungi rangkaian jadwal padat. Lihat saja di Persija, yang sejatinya tak punya kedalaman skuat yang mumpuni. Penampilan mereka stabil, karena pemain-pemain inti mereka jarang mendapat cedera atau kehabisan bensin fisik.
Tugas Teco di Bali United terasa mudah, karena ia punya banyak pilihan pemain berkelas.
Pemain Muda Siap Pakai

Bali United sedikit klub di Indonesia yang amat serius melakukan pembinaan. Mereka punya tim junior yang aktif. Tak hanya terbentuk saat ada kompetisi, tapi selalu rutin menggelar latihan.
Petinggi Bali United mau berinvestasi mendatangkan bakat-bakat muda untuk menghuni tim junior Serdadu Tridatu. Patron ini berjalan di era Indra Sjafri, pelatih pertama Bali United usai pembelian lisensi Persisam.
Martinus Novianto dan Hanis Saghara Putra adalah contoh pemain belia level timnas yang dimasukkan ke tim Bali United U-19 untuk melapis tim senior.
Ditempa dengan baik di tim junior membuat pemain-pemain muda milik Bali United siap pakai untuk mengarungi admosfer persaingan Liga 1. Kehadiran mereka amat membantu, terutama saat tim utama sedang dilanda badai cedera dan hukuman kartu.
Kaya Opsi Lini Depan

Lini depan Bali United bisa dibilang paling garang di antara klub-klub elite Liga 1 lainnya. Serdadu Tridatu punya dua penyerang tajam yang teruji di persaingan internasional, Ilija Spasojevic dan Irfan Bachdim.
Untuk menguatkan sisi serangan, Bali United mendatangkan bomber asal Belanda, Melvin Platje. Sang mantan Telstar selama dua musim terakhir bisa diandalkan untuk menjebol gawang lawan secara konsisten.
Tak berhenti sampai di situ, Bali United punya duo winger ganas: Yabes Roni dan Stefano Lilipaly, yang amat liar intens membahayakan lini pertahanan lawan lewat akselerasinya. Sebagai catatan Stefano, juga bisa bermain sebagai gelandang serang atau penyerang lubang yang siap memberi efek kejut saat bomber-bomber Bali United dimatikan.
Ketajaman Bali United terjaga, karena mereka punya dua gelandang bertipikal pelayan: Paulo Sergio dan M. Taufiq. Mereka memanjakan para penyerang lewat umpan-umpan terukur yang tak gampang ditebak.
Sumber: Bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mentalitas Comeback Persib Bandung yang Terus Terjaga
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 16:47
-
Debut Jay Herdman di Bali United: Tampil Menjanjikan, Blunder Berujung Gol Persib
Bola Indonesia 19 Agustus 2026, 16:01
-
Comeback Lawan Bali United, Persib Bandung Juara Dewata Challenge Series 2026
Bola Indonesia 18 Agustus 2026, 21:29
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


