4 Alasan Tira Persikabo Layak Dianggap Sebagai Kuda Hitam di Shopee Liga 1 2019
Aga Deta | 5 Juli 2019 10:05
Bola.net - PS Tira Persikabo mampu mencuri perhatian di pentas Shopee Liga 1 2019. Klub yang tampil di pentas kasta elite usai membeli lisensi Persiram Raja Ampat pada 2016 itu sekarang mampu bertengger di papan atas.
Musim lalu, PS Tira yang awalnya bernama PS TNI, nyaris degradasi. Namun, semua berubah musim ini.
Dengan menggunakan nama baru, menambahkan embel-embel Persikabo di belakang nama klub, tim yang dimiliki Yayasan TNI AD itu menjelma menjadi tim kuda hitam yang meramaikan persaingan papan atas.
Agak uniknya, PS Tira Persikabo, tak belanja pemain jor-joran layaknya tim-tim elite. Dengan kekuatan minimalis, tim asuhan Rahmad Darmawan kini ada di di posisi dua besar klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 dengan torehan 12 poin dari enam laga. Mereka jadi pesaing paling dekat Bali United yang anteng di puncak klasemen.
Tengok bagaimana mereka menghancurkan tim kuat Arema FC 1-2 di Malang. Klub satu ini jelas tak bisa diremehkan.
Apa yang membuat mereka bisa superior? Simak analisisnya di bawah ini.
Faktor Pelatih Bertangan Dingin

Keputusan manajemen PS Tira Persikabo mendatangkan Rahmad Darmawan jadi kunci utama kesuksesan. RD merupakan pelatih lokal sarat reputasi.
Ia telah malang melintang di berbagai klub elite. Mulai dari Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Persebaya Surabaya, dan Arema FC. Ia selama ini dikenal salah satu pelatih bergaji paling mahal.
Banderol RD meroket seiring rentetan prestasi yang dibukukan pelatih asal Lampung itu. Ia juara kompetisi kasta elite bersama Sriwijaya FC (2007-2008) dan Persipura (2005). Bahkan sang mentor sempat melanglang-buana berkarier di negeri tetangga Malaysia, T-Team Trengganu pada periode 2016-2017.
RD sempat menukangi Timnas Indonesia U-23 dengan sajian prestasi runner-up SEA Games 2011 dan 2013. Tak banyak pelatih lokal bisa sukses di level Tim Merah-Putih.
Memang pasca pulang dari Negeri Jiran Rahmad seret prestasi. Musim lalu ia gagal menyelamatkan Mitra Kukar dari jerat degradasi. Di paruh pertama Liga 1 2018, RD gagal menstabilkan performa Sriwijaya FC yang bertabur bintang di jajaran papan atas.
Lepas dari hal tersebut RD, yang pernah aktif berdinas di Kesatuan TNI AL, adalah pelatih berkualitas. Ia terbiasa menghadapi tekanan laga-laga berat.
Tira Persikabo beruntung bisa menggaetnya. Mereka butuh pelatih berkarakter untuk membentuk permainan tim yang seperti tak memiliki identitas tiga tahun terakhir.
Kuat Kolektivitas

Jika bicara komposisi skuat, materi pemain yang dimiliki PS Tira Persikabo tak istimewa. Mereka hanya sedikit memiliki pemain-pemain top.
Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu, duo Maluku pelanggan Timnas Indonesia jadi ikon klub tiga musim terakhir. Selebihnya, klub yang satu ini hanya mengandalkan pemain-pemain muda plus didikan kesatuan TNI AD yang namanya tak mentereng.
Kondisi ini disadari betul oleh Rahmad Darmawan. Alih-alih membongkar tim dan mendatangkan pemain gres berbanderol mahal, ia justru memilih memaksimalkan pemain yang ada untuk kemudian membentuk karakter permainan tim.
Kalaupun berbelanja pemain, RD memilih berburu pemain murah meriah dengan mental pekerja keras. Jumlahnya pun tak banyak. Rifad Marasabessy (Madura United), Osas Saha (Persija), Vava Mario Zagalo (Persela), adalah deretan pemain muka baru Tira Persikabo.
Mereka didatangkan menyesuaikan kebutuhan. RD hanya menambal kelemahan yang ditinggalkan pelatih lawas.
Tira Persikabo bermain amat kolektif di tangan Rahmad. Tak ada satu pun pemain bermain individu.
Banyaknya pemain yang tak top di tim juga menguntungkan bagi Rahmad Darmawan untuk menggeber strategi kejutan. Banyak tim tak hafal karakter permainan penggawa-penggawa The Army yang bukan selebritas perhelatan Liga 1.
Pembelian Pemain Asing yang Cerdik

PS Tira Persikabo harus merelakan kehilangan mesin gol mereka, Aleksandar Rakic, yang memilih hengkang ke klub bertabur bintang, Madura United. Namun, kepergian sang predator tak ditangisi berlebihan.
Rahmad membangun ulang komposisi legiun asing PS Tira Persikabo. Tak ada lagi pemain stylis macam Gustavo Lopez di jajaran skuat. Pemain-pemain impor yang ada tim punya kesamaan: pekerja keras dan bermain buat tim.
Ciro Silva (penyerang/Brasil), Loris Arnaud (penyerang/Prancis), Parfait Eloumou (gelandang/Kamerun), Mountala Zoubairou (bek/Kamerun), Khurshed Beknazarov (gelandang/Tajikistan), bisa menggerek permainan tim. Peran mereka sangat sentral sebagai kuncian di masing-masing lini.
Para pemain pendatang bisa memahami folosofi permainan yang diinginkan RD yang dikenal sebagai pelatih kuat dalam membangun pertahanan dan serangan balik.
Pemilihan Strategi yang Tepat

Rahmad Darmawan salah satu nakhoda yang punya backround kuat di kepelatihan fisik. Tim-tim yang ditanganinya dikenal sebagai tim yang prima kebugarannya.
Hal tersebut terlihat di PS Tira Persikabo. Manahati Lestaluhu cs. tampil prima dengan patron permainan serangan balik cepat. Menurut bocoran lingkar dalam tim, RD selalu memasukkan sesi latihan fisik khusus untuk menjaga indurance para pemainnya.
Bicara soal patron permainan, RD amat jeli memahami karakter pemain-pemain yang ia miliki. Dengan pondasi 4-2-3-1 dan 4-3-3, Tira Persikabo bermain dengan style counter attack cepat.
Klub beruntung memiliki pemain-pemain cepat macam: Rifad Marasabessy , Pandu Lestaluhu, Abduh Lestaluhu, untuk memuluskan strategi di atas.
Sumber: Bola.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala AFF 2026 Jadi Panggung John Herdman Seleksi Pemain untuk FIFA ASEAN Cup
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 18:01
-
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, John Herdman Tak Salahkan Wasit
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



